Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Dedikasi dan Inspirasi Lesia Fatma Ginoga dalam Dunia Pendidikan

Dedikasi dan Inspirasi Lesia Fatma Ginoga dalam Dunia Pendidikan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
15 April 2025, 20.22 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Dedikasi dan Inspirasi Lesia Fatma Ginoga dalam Dunia Pendidikan

Oleh: Shiffa Ayu Ramadhani - Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media IPB University

JurnalPost.com - Lesia Fatma Ginoga, seorang dosen Program Studi Akuntansi di IPB University, adalah sosok pendidik yang mengabdikan dirinya untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beretika dan memiliki karakter yang kuat. Perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan, keputusan besar, dan momen refleksi yang membentuk dirinya menjadi pribadi seperti saat ini. Dengan semangat yang tak pernah padam, Lesia membuktikan bahwa menjadi pendidik adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meninggalkan warisan yang abadi.

IKLAN

Lahir dalam keluarga pendidik, Lesia tumbuh dengan nilai-nilai luhur pendidikan yang tertanam kuat sejak kecil. Ibunya, seorang guru sekolah dasar, menjadi figur utama yang membentuk pandangannya tentang dunia pendidikan. “Mama saya adalah teladan hidup saya. Beliau mencintai pekerjaannya dengan sepenuh hati, dan dari beliau, saya belajar bahwa mengajar adalah salah satu bentuk pengabdian tertinggi,” kenang Lesia. Tidak hanya ibunya, kedua kakak perempuannya juga memilih jalur pendidikan sebagai profesi. Lingkungan ini membentuk keyakinan Lesia bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. Namun, perjalanan Lesia menuju dunia pendidikan tidaklah mudah. Seperti banyak anak muda lainnya, ia memiliki cita-cita dan menjadi pegawai bank adalah cita-citanya. Profesi tersebut dianggapnya dapat memberikan kestabilan ekonomi dan status sosial. Untuk mewujudkan cita-citanya, Lesia memilih beralih dari jurusan IPA ke IPS, sebuah langkah yang berani pada saat itu. Keputusan ini membawa Lesia ke jalur manajemen dan akuntansi, yang ia yakini relevan dengan cita-citanya.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Lesia berhasil meniti karir di salah satu bank BUMN. Namun, kebijakan institusi yang melarang pasangan bekerja di tempat yang sama memaksanya untuk meninggalkan profesi tersebut. Keputusan ini menjadi titik balik penting dalam hidupnya, karena ia harus mempertimbangkan ulang arah hidup dan karirnya. “Saat itu adalah masa yang penuh ketidakpastian. Namun, saya percaya bahwa Allah selalu memberikan jalan bagi mereka yang berusaha dengan ikhlas,” ungkap Lesia.

Dengan dukungan penuh dari keluarga, Lesia memulai perjalanan baru di IPB University sebagai tenaga keuangan. Kesempatan untuk menjadi dosen pun datang banyak pihak yang melihat potensi besar dalam dirinya. Setelah melalui diskusi panjang dan refleksi mendalam, Lesia memutuskan untuk menerima tawaran tersebut dan melanjutkan studi di bidang akuntansi. Keputusan ini tidak hanya mengubah arah karirnya, tetapi juga memperkuat keyakinannya bahwa menjadi pendidik adalah panggilan hidupnya.

Sebagai dosen, Lesia menemukan makna yang mendalam dalam pekerjaannya. Baginya, mendidik adalah tentang membentuk masa depan. Ia tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa. Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika seorang mahasiswa yang aktif dalam penelitian bersamanya berhasil diterima di salah satu kantor akuntan Big Four. Mahasiswa tersebut tidak hanya menunjukkan dedikasi yang tinggi, tetapi juga membuktikan bahwa bimbingan Lesia telah memberikan dampak positif. “Momen itu adalah salah satu pencapaian terbesar saya sebagai dosen. Itu mengingatkan saya bahwa apa yang saya lakukan benar-benar berarti,” ujarnya penuh emosi.

IKLAN

Namun, perjalanan Lesia sebagai akademisi tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah menyelesaikan studi S2 sambil mengurus keluarga. Dengan anak yang masih kecil dan tanggung jawab sebagai istri, Lesia harus membagi waktu dengan ketat. “Ada masa-masa ketika saya merasa ingin menyerah. Tetapi cita-cita saya selalu menjadi penguat. Saya percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas pasti akan diberikan jalan,” katanya.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Selain mengajar, Lesia aktif dalam berbagai inisiatif untuk mengembangkan kurikulum dan inovasi pendidikan. Ia percaya bahwa pendidikan harus relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satu inovasi yang ia usulkan adalah memperbaiki sistem magang, agar mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman di luar kampus, tetapi juga memanfaatkan fasilitas kampus untuk mengembangkan keterampilan praktis yang relevan. “Mahasiswa harus dipersiapkan untuk dunia kerja yang terus berkembang. Pendidikan tidak boleh stagnan; kita harus terus berinovasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Lesia juga memiliki pandangan yang mendalam tentang nilai-nilai yang harus dimiliki generasi muda. Baginya, ilmu pengetahuan tanpa adab tidak akan membawa manfaat yang maksimal. “Saya ingin generasi muda memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan dan menggunakan ilmu mereka untuk kebaikan bersama. Ilmu tanpa adab tidak akan berarti apa-apa,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya memiliki mental yang kuat dan sikap yang positif, karena hal-hal inilah yang akan membantu seseorang bertahan dalam situasi sulit.

Di tengah kesibukannya, Lesia tidak pernah melupakan pentingnya keluarga. Baginya, keluarga adalah sumber kebahagiaan dan kekuatan. Setiap akhir pekan, ia selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan suami dan anak-anaknya, menjadikan momen tersebut sebagai cara untuk mengisi ulang semangat dan menemukan kedamaian. “Waktu bersama keluarga adalah harta yang paling berharga. Itu adalah momen di mana saya merasa damai dan tenang,” katanya. Prinsip hidup Lesia sederhana namun mendalam. Ia percaya bahwa menjadi individu yang baik, berbagi kebaikan, dan tidak membiarkan hal-hal negatif memengaruhi hidup adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang bermakna. “Apa yang kita berikan kepada dunia adalah cerminan dari nilai-nilai yang kita pegang. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik, baik sebagai dosen, istri, maupun ibu,” ungkapnya.

Melalui perjalanan hidupnya yang penuh dengan tantangan dan refleksi, Lesia Fatma Ginoga adalah contoh nyata bagaimana dedikasi, kerja keras, dan nilai-nilai hidup yang kuat dapat membawa seseorang mencapai kesuksesan dan memberikan dampak positif bagi banyak orang. Hingga kini, ia terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berbudi pekerti.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Dengan semangat yang tak pernah padam, Lesia membuktikan bahwa menjadi pendidik adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan warisan abadi bagi dunia. Melalui setiap langkah dan usahanya, ia terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa, rekan kerja, dan keluarga, menjadikan dirinya simbol dedikasi yang tak tergoyahkan di dunia pendidikan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dedikasi-dan-inspirasi-lesia-fatma-ginoga-dalam-dunia-pendidikan/79975/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 03.45 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting
  2. 2

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. 3

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  4. 4

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  5. 5

    Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.