Oleh: Shiffa Ayu Ramadhani - Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media IPB University
JurnalPost.com - Lesia Fatma Ginoga, seorang dosen Program Studi Akuntansi di IPB University, adalah sosok pendidik yang mengabdikan dirinya untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beretika dan memiliki karakter yang kuat. Perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan, keputusan besar, dan momen refleksi yang membentuk dirinya menjadi pribadi seperti saat ini. Dengan semangat yang tak pernah padam, Lesia membuktikan bahwa menjadi pendidik adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meninggalkan warisan yang abadi.
Lahir dalam keluarga pendidik, Lesia tumbuh dengan nilai-nilai luhur pendidikan yang tertanam kuat sejak kecil. Ibunya, seorang guru sekolah dasar, menjadi figur utama yang membentuk pandangannya tentang dunia pendidikan. “Mama saya adalah teladan hidup saya. Beliau mencintai pekerjaannya dengan sepenuh hati, dan dari beliau, saya belajar bahwa mengajar adalah salah satu bentuk pengabdian tertinggi,” kenang Lesia. Tidak hanya ibunya, kedua kakak perempuannya juga memilih jalur pendidikan sebagai profesi. Lingkungan ini membentuk keyakinan Lesia bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. Namun, perjalanan Lesia menuju dunia pendidikan tidaklah mudah. Seperti banyak anak muda lainnya, ia memiliki cita-cita dan menjadi pegawai bank adalah cita-citanya. Profesi tersebut dianggapnya dapat memberikan kestabilan ekonomi dan status sosial. Untuk mewujudkan cita-citanya, Lesia memilih beralih dari jurusan IPA ke IPS, sebuah langkah yang berani pada saat itu. Keputusan ini membawa Lesia ke jalur manajemen dan akuntansi, yang ia yakini relevan dengan cita-citanya.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Lesia berhasil meniti karir di salah satu bank BUMN. Namun, kebijakan institusi yang melarang pasangan bekerja di tempat yang sama memaksanya untuk meninggalkan profesi tersebut. Keputusan ini menjadi titik balik penting dalam hidupnya, karena ia harus mempertimbangkan ulang arah hidup dan karirnya. “Saat itu adalah masa yang penuh ketidakpastian. Namun, saya percaya bahwa Allah selalu memberikan jalan bagi mereka yang berusaha dengan ikhlas,” ungkap Lesia.
Dengan dukungan penuh dari keluarga, Lesia memulai perjalanan baru di IPB University sebagai tenaga keuangan. Kesempatan untuk menjadi dosen pun datang banyak pihak yang melihat potensi besar dalam dirinya. Setelah melalui diskusi panjang dan refleksi mendalam, Lesia memutuskan untuk menerima tawaran tersebut dan melanjutkan studi di bidang akuntansi. Keputusan ini tidak hanya mengubah arah karirnya, tetapi juga memperkuat keyakinannya bahwa menjadi pendidik adalah panggilan hidupnya.
Sebagai dosen, Lesia menemukan makna yang mendalam dalam pekerjaannya. Baginya, mendidik adalah tentang membentuk masa depan. Ia tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa. Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika seorang mahasiswa yang aktif dalam penelitian bersamanya berhasil diterima di salah satu kantor akuntan Big Four. Mahasiswa tersebut tidak hanya menunjukkan dedikasi yang tinggi, tetapi juga membuktikan bahwa bimbingan Lesia telah memberikan dampak positif. “Momen itu adalah salah satu pencapaian terbesar saya sebagai dosen. Itu mengingatkan saya bahwa apa yang saya lakukan benar-benar berarti,” ujarnya penuh emosi.
Namun, perjalanan Lesia sebagai akademisi tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah menyelesaikan studi S2 sambil mengurus keluarga. Dengan anak yang masih kecil dan tanggung jawab sebagai istri, Lesia harus membagi waktu dengan ketat. “Ada masa-masa ketika saya merasa ingin menyerah. Tetapi cita-cita saya selalu menjadi penguat. Saya percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas pasti akan diberikan jalan,” katanya.
Selain mengajar, Lesia aktif dalam berbagai inisiatif untuk mengembangkan kurikulum dan inovasi pendidikan. Ia percaya bahwa pendidikan harus relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satu inovasi yang ia usulkan adalah memperbaiki sistem magang, agar mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman di luar kampus, tetapi juga memanfaatkan fasilitas kampus untuk mengembangkan keterampilan praktis yang relevan. “Mahasiswa harus dipersiapkan untuk dunia kerja yang terus berkembang. Pendidikan tidak boleh stagnan; kita harus terus berinovasi,” jelasnya.
Di sisi lain, Lesia juga memiliki pandangan yang mendalam tentang nilai-nilai yang harus dimiliki generasi muda. Baginya, ilmu pengetahuan tanpa adab tidak akan membawa manfaat yang maksimal. “Saya ingin generasi muda memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan dan menggunakan ilmu mereka untuk kebaikan bersama. Ilmu tanpa adab tidak akan berarti apa-apa,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya memiliki mental yang kuat dan sikap yang positif, karena hal-hal inilah yang akan membantu seseorang bertahan dalam situasi sulit.
Di tengah kesibukannya, Lesia tidak pernah melupakan pentingnya keluarga. Baginya, keluarga adalah sumber kebahagiaan dan kekuatan. Setiap akhir pekan, ia selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan suami dan anak-anaknya, menjadikan momen tersebut sebagai cara untuk mengisi ulang semangat dan menemukan kedamaian. “Waktu bersama keluarga adalah harta yang paling berharga. Itu adalah momen di mana saya merasa damai dan tenang,” katanya. Prinsip hidup Lesia sederhana namun mendalam. Ia percaya bahwa menjadi individu yang baik, berbagi kebaikan, dan tidak membiarkan hal-hal negatif memengaruhi hidup adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang bermakna. “Apa yang kita berikan kepada dunia adalah cerminan dari nilai-nilai yang kita pegang. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik, baik sebagai dosen, istri, maupun ibu,” ungkapnya.
Melalui perjalanan hidupnya yang penuh dengan tantangan dan refleksi, Lesia Fatma Ginoga adalah contoh nyata bagaimana dedikasi, kerja keras, dan nilai-nilai hidup yang kuat dapat membawa seseorang mencapai kesuksesan dan memberikan dampak positif bagi banyak orang. Hingga kini, ia terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berbudi pekerti.
Dengan semangat yang tak pernah padam, Lesia membuktikan bahwa menjadi pendidik adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan warisan abadi bagi dunia. Melalui setiap langkah dan usahanya, ia terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa, rekan kerja, dan keluarga, menjadikan dirinya simbol dedikasi yang tak tergoyahkan di dunia pendidikan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda