Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Daycare dan Kepercayaan Orang Tua: Masihkah Menjadi Tempat Aman bagi Anak?

Daycare dan Kepercayaan Orang Tua: Masihkah Menjadi Tempat Aman bagi Anak?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
08 Mei 2026, 21.47 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kepercayaan Orang Tua

Oleh: Kamilia Nur Rifad Mahasiswa, Universitas Mulawarman

JurnalPost.com - Setiap pagi, banyak orang tua harus meninggalkan anaknya demi bekerja, dengan satu keyakinan sederhana: anak mereka berada di tempat yang aman. Namun, keyakinan itu mulai goyah ketika kasus-kasus kekerasan di daycare kembali terungkap. Laporan dari BBC News Indonesia tentang perlakuan tidak layak terhadap anak di sebuah fasilitas penitipan di Yogyakarta menjadi pengingat bahwa kepercayaan tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan.

IKLAN

Dalam situasi seperti ini, daycare tidak lagi sekadar dilihat sebagai solusi praktis bagi orang tua, tetapi juga sebagai ruang yang seharusnya menjamin keamanan dan tumbuh kembang anak. Orang tua menitipkan anak bukan tanpa alasan, melainkan karena kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, ketika muncul kasus-kasus yang menunjukkan adanya pengabaian atau perlakuan yang tidak semestinya, wajar jika kepercayaan tersebut mulai dipertanyakan.

Daycare
Baca Juga

Generasi Rapuh: Alarm Kesehatan Mental dari Daycare

Secara konsep, daycare atau Taman Penitipan Anak dirancang untuk membantu orang tua sekaligus mendukung perkembangan anak. Tempat ini seharusnya menjadi ruang yang aman, tempat anak bisa berinteraksi, belajar, dan berkembang secara emosional. Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa kekerasan di daycare masih dapat terjadi, baik dalam bentuk fisik maupun emosional, yang berdampak langsung pada kondisi psikologis anak.

Masalahnya, persoalan ini tidak bisa disederhanakan sebagai kesalahan individu semata. Ada celah dalam pengawasan dan kesiapan sumber daya manusia. Tidak semua orang yang bekerja di daycare benar-benar memiliki kesiapan mental dalam menghadapi anak usia dini. Padahal, mengasuh anak bukan hanya soal menjaga, tetapi juga tentang kesabaran, empati, dan kemampuan memahami kebutuhan mereka.

IKLAN

Di sisi lain, pemerintah sebenarnya telah memiliki pedoman penyelenggaraan daycare berbasis hak anak. Artinya, standar keamanan dan kualitas pengasuhan sudah dirumuskan. Namun, implementasinya di lapangan belum selalu berjalan konsisten. Pengawasan yang belum merata membuat celah itu tetap ada.

Hal yang perlu ditegaskan, orang tua tidak seharusnya merasa bersalah karena memilih daycare. Menitipkan anak adalah bagian dari upaya memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memastikan anak tetap terawat. Yang perlu diperbaiki bukan pilihan orang tua, melainkan sistem yang harus mampu menjaga kepercayaan tersebut.

72084c82 26e9 413c bdbf 96fbb072ded4
Baca Juga

Fenomena Main Hakim Sendiri sebagai Ancaman terhadap Due Process of Law di Indonesia

Karena itu, perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh. Pengelola daycare perlu memastikan bahwa pengasuh yang direkrut tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki kesiapan mental. Pengawasan perlu diperkuat dan dilakukan secara konsisten. Di saat yang sama, keterbukaan informasi kepada orang tua perlu menjadi bagian dari praktik sehari-hari, bukan sekadar formalitas.

Pada akhirnya, keamanan anak tidak boleh bergantung pada keberuntungan. Ia harus dijamin oleh sistem yang bekerja dengan baik. Daycare seharusnya menjadi tempat yang menenangkan, bukan yang mencemaskan. Jika kepercayaan terus dibiarkan rapuh, maka yang dipertaruhkan bukan hanya rasa aman orang tua, tetapi juga masa depan anak itu sendiri.

Referensi: BBC News Indonesia. (2026). Kasus daycare Jogja: kesaksian orang tua korban. Joya Dien, T. A. (2025). Pertanggungjawaban Pidana bagi Pemilik Day Care terhadap Kekerasan Anak. Jurnal Lex Privatum. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. (2020). Pedoman Penyelenggaraan Daycare Ramah Anak

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/daycare-dan-kepercayaan-orang-tua-masihkah-menjadi-tempat-aman-bagi-anak/92934/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.59 WITA

  • #Daycare
  • #Kepercayaan Orang Tua
  • #Opini Mahasiswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang
  2. 2

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

  3. 3

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.