Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Dark Tourism, Wisata kelam namun Tetap diminati oleh wisatawan

Dark Tourism, Wisata kelam namun Tetap diminati oleh wisatawan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
05 Juni 2021, 20.52 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Kuburan Tebing Tana Toraja
Desa Kete Kesu merupakan kawasan cagar budaya dan pusat berbagai upacara adat Toraja. Ada 300 rumah ada di sini. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.)

Oleh : Dhiyaa Rivka Nabila, Samy Diqfa Al Akhsan, dan Reezhaq Merrita Deavahla

JURNALPOST - Kegiatan mengujungi tempat bersejarah, mengandung tragedi, atau bahkan tempat yang memiliki atmosfir horror dapat disebut juga dengan wisata dark tourism. Jenis wisata ini memang terdengar menyeramkan, namun hal yang mengejutkan adalah wisata dark tourism ini memiliki banyak penikmat, lho. Apa sih sebenarnya wisata dark tourism itu? apa saja yang sebenarnya menjadi daya tarik dari wisata ini? bagaimana bisa hal menyeramkan dapat menarik minat pengujung?

IKLAN

Dark Tourism dapat diartikan sebagai perjalanan mengunjungi tempat wisata yang mengerikan, menyedihkan, bahkan cukup tragis untuk dikunjungi. Kata “dark tourism” merupakan dua kata yang mulai sering terdengar di telinga para wisatawan, khususnya wisatawan yang suka melakukan perjalanan wisata yang cukup ekstrim atau pun bersejarah. Di Indonesia, jenis wisata dark tourism bukanlah suatu hal yang baru, karena sudah sejak lama jenis wisata ini ada di Indonesia. Belum lagi masyarakat Indonesia memang dekat dengan hal-hal yang berbau mistis, horor, dan religi. Sehingga wisata dark tourism di Indonesia memang memiliki peminat tersendiri.

Pesona Budaya Flores
Baca Juga

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Motivasi keinginan para wisatawan dark tourism untuk berwisata cenderung cukup berbeda daripada wisatawan biasanya. Pasalnya, para wisatawan dark tourism melakukan wisata tersebut untuk bernostalgia pada suatu kejadian, mempelajari sejarah, atau bahkan sengaja melakukan wisata untuk merasakan langsung atmosfir kengerian dari lokasi wisata tersebut.

Daya tarik wisata merupakan suatu hal yang menjadi alasan mengapa lokasi wisata tersebut memiliki ketertarikan tersendiri untuk dikunjungi. Pada dark tourism tentunya hal utama yang menjadi daya tariknya dapat berupa pemberian atmosfir yang mengerikan, mencekam, ataupun tragis ketika wisatawan datang mengunjungi lokasi wisata tersebut. Namun, dark tourism tidak melulu mengenai hal-hal yang berbau mistis saja. Karena, peristiwa seperti bencana alam yang memakan banyak korban, kematian, serta tragedi juga dapat termasuk sebagai suatu potensi tempat tersebut dijadikan sebagai lokasi dark tourism.

Di Indonesia sendiri, salah satu wisata Dark Tourism yang cukup populer adalah bangunan penginggalan zaman penjajahan di Semarang, Jawa Tengah yaitu Lawang Sewu. Wisatawan yang datang mengunjungi tempat wisata ini cenderung akan mendapatkan pengalaman unik. Seperti rasa takut atau bahkan iba karena mengingat sejarah kelam yang dilakukan oleh tentara kolonial terhadap pribumi.

Melihat fenomena ini, Direktur Eksekutif Institut Penelitian dark tourism di Universitas Central Lancashire di Inggris, Philip Stone, juga mengatakan adanya selera masyarakat yang membuat destinasi ini makin berkembang.

Pesona Malam Jalan Tunjungan
Baca Juga

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

IKLAN

"Saya pikir 'wisata kelam' ini beralih dari alasan politik atau alasan budaya ke ekonomi pengunjung untuk mengingat kematian dan bencana," katanya.

"Ada semacam mania (kesukaan) pada hal yang bersifat memorial.”

Lalu, mengapa orang-orang bisa terpikat dengan 'wisata kelam'?.

Stone mengatakan, "Saya pikir ketika kita pergi ke suatu tempat ('wisata kelam'), kita melihatnya bukan sebagai sesuatu yang asing tapi kita seringkali melihat diri kita sendiri dan bila kita hidup di masa itu, kita mungkin akan melakukan dan merasakan hal yang sama."

Di Tengah Tren Childfree
Baca Juga

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Para wisatawan yang mengunjungi lokasi terjadinya suatu tragedi lebih tertarik untuk mencari makna dari kejadian yang pernah terjadi pada lokasi tersebut. Ikut berempati dengan mendoakan di lokasi tersebut juga menjadi alasan para wisatawan untuk berkunjung. Setelah selesai mendoakan, biasanya para wisatawan akan dapat mengambil manfaat yang bisa diperoleh pada kehidupan mereka.

Banyaknya pengakuan ataupun urban legend yang tersebar luas pada masyarakat juga dapat menjadi suatu daya tarik dari dark tourism. Tidak sedikit wisatawan yang berbondong-bondong datang hanya untuk membuktikan sendiri mengenai kengerian yang dimiliki oleh lokasi wisata tersebut.

Walaupun belum ada angka pasti mengenai berapa banyak rata-rata dari wisatawan dark tourism namun, tetap dapat dilihat keberadaan dark tourism mengalami peningkatan jumlah wisatawan. Terlebih jika lokasi wisata tersebut tiba-tiba menjadi viral karena terjadi suatu kejadian kembali pada lokasi wisata tersebut. Para wisatawan akan dengan sendirinya mendatangi lokasi wisata untuk mengetahui atau merasakan secara langsung.

Nyatanya, wisata dark tourism tidak kalah seru dan menantang dibandingkan dengan genre wisata lain. Dalam wisata dark tourism kita tidak hanya mendapatkan atmosfir kengerian namun kita juga bisa mempelajari sejarah yang terjadi di dalamnya. Dalam dark tourism juga kita tahu bahwa wisata tidak melulu soal kesenangan dan kegembiraan namun tragedi dan bencana juga bisa dijadikan wisata yang cukup menjanjikan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dark-tourism-wisata-kelam-namun-tetap-diminati-oleh-wisatawan/21259/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 08.50 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

Tiga Destinasi Wisata di TN Bantimurung-Bulusaraung Tutup Sementara Mulai 11 Januari 2026

Tosari dan Kearifan Tengger: Menyulam Pariwisata Berkelanjutan dari Budaya Lokal

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus
  2. 2

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  3. 3

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.