Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dari Panen ke Cuan: KKNT IPB Bangun Ekonomi Sirkular Kopi Pulosari Pangalengan

Dari Panen ke Cuan: KKNT IPB Bangun Ekonomi Sirkular Kopi Pulosari Pangalengan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
12 Agustus 2026, 00.15 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
KKNT IPB
Suasana pembukaan program "Pengembangan Ekonomi Sirkular dan Pemberdayaan Petani Kopi" oleh tim BIMA dan mahasiswa KKNT Inovasi IPB University di Koperasi Desa Merah Putih, Desa Pulosari, Sabtu (25/7/2026).

PANGALENGAN, JurnalPost.com – Guna meningkatkan kapasitas ekonomi, kesehatan, dan keterampilan masyarakat, Program BIMA yang diketuai oleh Dr. Dimas Andrianto, S.Si., M.Si. bersama mahasiswa KKNT Inovasi IPB University resmi menyelenggarakan program berjudul “Pengembangan Ekonomi Sirkular melalui Produksi Briket dan Maggot BSF dari Sampah dan Pemberdayaan Petani Kopi di Kawasan Wisata Pangalengan, Bandung”. Kegiatan ini difokuskan pada isu lingkungan berkelanjutan, inovasi pangan untuk menekan angka stunting, dan ketahanan pertanian kopi ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2026 di Koperasi Desa Merah Putih dan ruang Restorative Justice Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Program ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang terdiri dari ibu-ibu PKK, karang taruna, kelompok petani, forum anak, dan anggota KSM AIRA yang terbentuk untuk gerakan aksi peduli lingkungan masyarakat Desa Pulosari. KSM AIRA ini digagas oleh Hery Supriyatna yang sekaligus menjadi mitra pada program ini. Sosialisasi ini diinisiasi untuk merespons tingginya potensi agribisnis kopi di Pangalengan yang sayangnya belum diimbangi dengan kemampuan warga dalam mengolah hasil panen secara mandiri. Selama ini, banyak petani yang hanya menjual ceri mentah (cherry) dengan harga murah, padahal margin keuntungan terbesar berada pada tahap pengolahan pascapanen hingga menjadi kopi siap seduh.

IKLAN

Dr. Dimas Andrianto, S.Si. M.Si., selaku dosen pembimbing lapang sekaligus ketua tim Program BIMA bersama dengan Pak Arifin, secara bergantian membedah materi ketahanan agribisnis kopi di Room A sesi siang. Materi yang disampaikan sangat komprehensif, mulai dari pengenalan jenis kopi (arabika, robusta, liberika, excelsa), proses pengolahan ceri menjadi green bean, teknik penyortiran (grading) berdasarkan tingkat kecacatan, hingga pengenalan alat dan level roasting (sangrai). Warga diedukasi secara mendalam mengenai tingginya potensi ekonomi dari pengolahan pascapanen. Disampaikan bahwa mengubah 5 kilogram ceri kopi mentah seharga Rp100.000 menjadi biji kopi sangrai (roast bean) seberat 1 kilogram mampu mendongkrak harga jual hingga mencapai Rp750.000. Peningkatan nilai jual secara signifikan di pasaran inilah yang ditekankan agar petani tidak hanya terpaku pada penjualan bahan mentah.

UPN Veteran Jawa Timur
Baca Juga

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Ketua KSM AIRA, Hery Supriyatna, turut memberikan pandangannya terkait tren peralihan komoditas pertanian. Ia menyoroti fluktuasi harga sayuran yang tajam dibandingkan dengan harga kopi yang terus stabil dan bahkan meningkat. "Kopi sedang booming... kopi pasarnya di mana-mana dibanding sayuran. Kopi tidak hanya menjadi komoditi ekspor tapi komoditi strategis, kebutuhan untuk di daerah sendiri juga besar," ungkapnya.

IKLAN

FT KKNT IPB

Antusiasme warga saat menyimak demonstrasi teknik sangrai kopi tradisional menggunakan gerabah tanah liat dan pemanas briket. Metode kearifan lokal ini diyakini mampu membuat kopi seduh tubruk lebih nyaman di lambung dan memunculkan profil rasa aromatik yang unik.

Selain itu, peserta juga diajarkan teknik sangrai tradisional menggunakan gerabah tanah liat yang dipadukan dengan pemanas briket. Metode kearifan lokal ini diajarkan karena dinilai lebih hemat energi dan mampu menghasilkan kematangan biji yang lebih merata. Dengan demekian, produk kopi yang telah disangrai tersebut memiliki potensi untuk mereduksi kandungan senyawa bioaktif di dalam kopi.

Murid TK Khasanah berseragam hijau-kuning berbicara memakai mikrofon di depan teman-temannya, berlatar spanduk Fun Traffic Day dan rambu lalu lintas.
Baca Juga

Lampu Merah, Semua Berhenti! Murid TK Khasanah Asyik Mengenal Kendaraan Darat, Air, dan Udara Hingga Jatuh Hati pada Lalu Lintas

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini, IPB University menyerahkan hibah alat berupa automatic weather station (AWS), microwave, kulkas, kompor, alat roasting dan grinding kopi, sealer, dan kalorimeter kepada KSM AIRA agar penerapan inovasi dapat langsung dijalankan. Diharapkan inisiatif ini menjadi tonggak awal terbentuknya sirkular ekonomi masyarakat yang mampu mengatasi krisis sampah, menurunkan prevalensi stunting, dan meningkatkan nilai jual kopi asal Pangalengan di masa mendatang Ucapan terima kasih terkait pendanaan kegiatan ini disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program BIMA Pengabdian skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dari-panen-ke-cuan-kknt-ipb-bangun-ekonomi-sirkular-kopi-pulosari-pangalengan/96897/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.10 WITA

  • #IPB
  • #KKNT IPB
  • #Pengabdian Masyarakat

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya
  2. 2

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  3. 3

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. 4

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  5. 5

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.