PANGALENGAN, JurnalPost.com – Guna meningkatkan kapasitas ekonomi, kesehatan, dan keterampilan masyarakat, Program BIMA yang diketuai oleh Dr. Dimas Andrianto, S.Si., M.Si. bersama mahasiswa KKNT Inovasi IPB University resmi menyelenggarakan program berjudul “Pengembangan Ekonomi Sirkular melalui Produksi Briket dan Maggot BSF dari Sampah dan Pemberdayaan Petani Kopi di Kawasan Wisata Pangalengan, Bandung”. Kegiatan ini difokuskan pada isu lingkungan berkelanjutan, inovasi pangan untuk menekan angka stunting, dan ketahanan pertanian kopi ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2026 di Koperasi Desa Merah Putih dan ruang Restorative Justice Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Program ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang terdiri dari ibu-ibu PKK, karang taruna, kelompok petani, forum anak, dan anggota KSM AIRA yang terbentuk untuk gerakan aksi peduli lingkungan masyarakat Desa Pulosari. KSM AIRA ini digagas oleh Hery Supriyatna yang sekaligus menjadi mitra pada program ini. Sosialisasi ini diinisiasi untuk merespons tingginya potensi agribisnis kopi di Pangalengan yang sayangnya belum diimbangi dengan kemampuan warga dalam mengolah hasil panen secara mandiri. Selama ini, banyak petani yang hanya menjual ceri mentah (cherry) dengan harga murah, padahal margin keuntungan terbesar berada pada tahap pengolahan pascapanen hingga menjadi kopi siap seduh.
Dr. Dimas Andrianto, S.Si. M.Si., selaku dosen pembimbing lapang sekaligus ketua tim Program BIMA bersama dengan Pak Arifin, secara bergantian membedah materi ketahanan agribisnis kopi di Room A sesi siang. Materi yang disampaikan sangat komprehensif, mulai dari pengenalan jenis kopi (arabika, robusta, liberika, excelsa), proses pengolahan ceri menjadi green bean, teknik penyortiran (grading) berdasarkan tingkat kecacatan, hingga pengenalan alat dan level roasting (sangrai). Warga diedukasi secara mendalam mengenai tingginya potensi ekonomi dari pengolahan pascapanen. Disampaikan bahwa mengubah 5 kilogram ceri kopi mentah seharga Rp100.000 menjadi biji kopi sangrai (roast bean) seberat 1 kilogram mampu mendongkrak harga jual hingga mencapai Rp750.000. Peningkatan nilai jual secara signifikan di pasaran inilah yang ditekankan agar petani tidak hanya terpaku pada penjualan bahan mentah.
Ketua KSM AIRA, Hery Supriyatna, turut memberikan pandangannya terkait tren peralihan komoditas pertanian. Ia menyoroti fluktuasi harga sayuran yang tajam dibandingkan dengan harga kopi yang terus stabil dan bahkan meningkat. "Kopi sedang booming... kopi pasarnya di mana-mana dibanding sayuran. Kopi tidak hanya menjadi komoditi ekspor tapi komoditi strategis, kebutuhan untuk di daerah sendiri juga besar," ungkapnya.

Antusiasme warga saat menyimak demonstrasi teknik sangrai kopi tradisional menggunakan gerabah tanah liat dan pemanas briket. Metode kearifan lokal ini diyakini mampu membuat kopi seduh tubruk lebih nyaman di lambung dan memunculkan profil rasa aromatik yang unik.
Selain itu, peserta juga diajarkan teknik sangrai tradisional menggunakan gerabah tanah liat yang dipadukan dengan pemanas briket. Metode kearifan lokal ini diajarkan karena dinilai lebih hemat energi dan mampu menghasilkan kematangan biji yang lebih merata. Dengan demekian, produk kopi yang telah disangrai tersebut memiliki potensi untuk mereduksi kandungan senyawa bioaktif di dalam kopi.
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini, IPB University menyerahkan hibah alat berupa automatic weather station (AWS), microwave, kulkas, kompor, alat roasting dan grinding kopi, sealer, dan kalorimeter kepada KSM AIRA agar penerapan inovasi dapat langsung dijalankan. Diharapkan inisiatif ini menjadi tonggak awal terbentuknya sirkular ekonomi masyarakat yang mampu mengatasi krisis sampah, menurunkan prevalensi stunting, dan meningkatkan nilai jual kopi asal Pangalengan di masa mendatang Ucapan terima kasih terkait pendanaan kegiatan ini disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program BIMA Pengabdian skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda