Jakarta Utara, JurnalPost.com – Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Rumah Belajar Reformasi, Cilincing, Jakarta Utara, pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah terjalin sejak tahun 2022 sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan pesisir Jakarta Utara.
Rumah Belajar Reformasi merupakan pusat kegiatan belajar masyarakat yang didirikan oleh Hambali dan berlokasi di Kampung Reformasi, Cilincing. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tantangan sosial dan ekonomi yang cukup kompleks, di mana sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencahariannya pada aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di sekitar permukiman. Kondisi tersebut menjadikan akses terhadap pendidikan berkualitas sebagai salah satu kebutuhan penting bagi anak-anak dan keluarga di wilayah tersebut.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan tujuh dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi UNJ, yaitu Abdi Rahmat, M.Si., Mayang Puti Seruni, M.Si., Ike Arriany, M.Pd., Devi Septiandini, M.Pd., Achmad Siswanto, M.Si., Rakhmat Hidayat, PhD., dan Muhammad Ilman Nafi’a, M.Si., serta didukung oleh jajaran Program Studi Pendidikan Sosiologi UNJ.
Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi Pendidikan Sosiologi UNJ, Suyuti, S.Pd., menegaskan bahwa kemitraan dengan Rumah Belajar Reformasi merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kemitraan dengan Rumah Belajar Reformasi telah berlangsung sejak tahun 2022. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga di Kampung Reformasi,” ujar Suyuti.

Pendiri Rumah Belajar Reformasi, Hambali, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang secara konsisten dilakukan oleh dosen-dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi UNJ selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kehadiran akademisi tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga memperkuat tata kelola dan kualitas layanan pendidikan di Rumah Belajar Reformasi.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pembinaan yang diberikan oleh dosen-dosen Pendidikan Sosiologi UNJ. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan telah membawa banyak perubahan positif sehingga Rumah Belajar Reformasi dapat berkembang dan memberikan layanan yang lebih baik bagi anak-anak di lingkungan ini,” ungkap Hambali. Sementara itu, Ketua Koordinator Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Mayang Puti Seruni, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ilmu pengetahuan yang dimiliki dosen dapat memberikan manfaat nyata bagi pengelola Rumah Belajar Reformasi, anak-anak peserta didik, serta para orang tua. Pengabdian kepada masyarakat bukan hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga wujud kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” jelas Mayang.
Selama lebih dari empat tahun menjalin kemitraan, Program Studi Pendidikan Sosiologi UNJ secara konsisten menghadirkan berbagai program pendampingan, edukasi, dan pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Keberlanjutan program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengelola Rumah Belajar Reformasi sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif bagi anak-anak di Kampung Reformasi.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Pendidikan Sosiologi UNJ kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial melalui kolaborasi dengan masyarakat. Sinergi yang telah terbangun bersama Rumah Belajar Reformasi diharapkan dapat terus berkembang sebagai model kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda