JurnalPost.com - Siapa sangka seorang dokter kandungan bisa juga jadi musisi yang berbakat? dr. Putu Satrya Wijaya, SpOG, membuktikan bahwa dirinya tidak hanya ahli dalam bidang kesehatan, tapi juga memiliki talenta dalam dunia musik. Dengan gelar Dr. dr. I Putu Satrya Wijaya, SpOG Subsp Obginsos, FICS, FISQua, dr. Putu telah menjalani perjalanan panjang di dunia medis sejak 2007.
Dr. Putu Satrya memiliki latar belakang pendidikan yang sangat baik. Ia menyelesaikan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi pada tahun 2013 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan subspesialis Obginsos di RS Saiful Anwar Malang. Tak berhenti di sana, ia juga menyelesaikan program doktoral di bidang Sosio Medicine di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang.

Setelah menyelesaikan pendidikan tertinggi, dr. Putu merasa terpanggil untuk mengeksplorasi sisi lain dari dirinya. Ketertarikannya pada musik yang sudah tumbuh sejak masa SMA kembali menyala. Dengan bekal hobi menulis puisi dan koleksi album band idolanya, seperti Kla Project, Kahitna, dan Yovie n Nuno, ia mulai mengubah puisi-puisinya menjadi lagu-lagu pop yang sarat makna.
"Saya bertemu dengan teman-teman musisi di Bali, seperti Bli Dek Ama dan Pak Sila dari Sila Home Studio. Dari mereka, puisi-puisi saya mulai bertransformasi menjadi lagu dengan melodi yang indah. Dan ternyata, membuat musik itu bikin ketagihan," ujar dr. Putu sambil tersenyum.
Dr. Putu telah merilis dua mini album yang kini tersedia di berbagai platform musik digital. Album pertamanya, "Untuk Kau Yang Disana", dirilis pada 2023, memuat lima lagu yang sarat makna dan refleksi sisi humanis dr. Putu sebagai dokter. Lagu-lagu tersebut antara lain "Lara Hatiku", "Jalani Hidupmu", "Hai Kau Yang Disana", "Cinta Ada Ntah Tiada (CANT)", dan "Untuk KIA".
Mini album keduanya, "Tentang Rindu", dirilis pada 2024, berisi empat lagu yang sangat personal dan berbicara tentang kerinduan kepada keluarga, pasangan, dan impian yang belum terwujud. Lagu-lagu tersebut antara lain "Bahasa Kasih", "Pesona Gadis Berkerudung", "Rindu", dan "Ku Percaya".

Lagu-lagu ciptaannya tidak dibuat sembarangan, dr. Putu selalu memikirkan konsep album dan bagaimana tiap lagu bisa membentuk narasi utuh. Ia juga tidak merasa tertekan menjalaninya, "Let it flow saja. Saya tetap dokter, tetap bermusik, dan tetap jadi diri sendiri."
Dr. Putu juga berbagi tentang proses kreatifnya dalam menciptakan lagu. "Kadang idenya datang begitu saja. Saya langsung catat di note handphone atau rekam dalam voice note agar tidak hilang," ungkapnya.
Kini lagu-lagu dr. Putu sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital seperti YouTube Music dan Spotify. Video klip dari lagu "Bahasa Kasih" dan "Rindu" pun sudah tayang di kanal YouTube miliknya.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, dengarkan lagu-lagu dr. Putu Satrya dan rasakan sendiri kesegarannya! Dengan karya-karya yang menyentuh dan dedikasinya pada dunia medis, dr. Putu Satrya membuktikan bahwa dirinya adalah sosok yang luar biasa dalam banyak hal.
Tonton Youtubenya ;
https://youtu.be/kGE1v2H67NQ?si=0LZcxjncXpNK3KKk
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda