Jakarta, JurnalPost.com - Lagu “Ceria” yang dulu melekat kuat di hati para generasi 2000-an, kini kembali hadir dengan sentuhan yang berbeda namun tetap penuh semangat. Kali ini, lagu milik band J-Rocks tersebut dibawakan ulang oleh penyanyi cilik berbakat, Atiya Purnomo, dalam versi anak-anak yang segar dan penuh warna.
Dirilis resmi pada 4 Juli 2025, “Ceria” versi terbaru ini menawarkan lebih dari sekadar nostalgia. Dengan aransemen yang disesuaikan untuk karakter vokal anak-anak, lagu ini tetap membawa semangat optimisme yang sama: kebahagiaan, syukur, dan energi positif dalam menjalani hari-hari.

Di balik proses kreatif lagu ini, ada kerja sama apik antara Bluemoon, publisher ternama Aquarius Musik Indo, dan produser musik anak JERRICOEV. Meski lagu ini dibawakan ulang dari perspektif anak-anak, namun pesan kebahagiaannya tetap terasa universal.
“Lagu ini memang dilihat dari sudut pandang anak-anak, tapi esensi bahagianya tidak berubah. Kami ingin lagu ini bisa dinikmati siapa saja—anak-anak, remaja, orang tua, siapa pun yang butuh semangat,” ujar JERRICOEV.
Sosok Atiya Purnomo pun menjadi pusat perhatian dalam rilisan ini. Namanya mungkin masih terbilang muda, namun prestasinya sudah mendunia. Ia adalah juara Sanremo Junior Italy 2023 kategori usia 6–9 tahun dan juga peraih posisi runner-up di kompetisi musik internasional di Thailand. Dalam versi “Ceria” yang baru ini, suaranya yang bening dan ekspresinya yang natural membuat lagu ini terasa tulus, menyegarkan, dan menyentuh.
Tak hanya kuat dari sisi musik, rilisan ini juga diperkuat dengan visual video klip yang menarik. Diambil di lokasi pantai kawasan Banten, video musik “Ceria” versi anak-anak menyuguhkan suasana yang cerah dan menyenangkan. Penonton diajak menyaksikan Atiya dan teman-temannya bermain permainan tradisional seperti layang-layang, congklak, dan ular naga panjang.
Video klip ini tidak hanya menyenangkan untuk ditonton, tapi juga menyampaikan pesan yang lebih dalam—bahwa masa kecil adalah masa yang penting untuk tumbuh secara sehat, aktif, dan sosial. Visual-visual yang disajikan tidak hanya artistik, tetapi juga edukatif, sekaligus menjadi pengingat bagi orang tua akan pentingnya menjaga momen-momen bermain bersama anak.
Selain jadi penghubung antar generasi, “Ceria” versi anak-anak juga menjawab kerinduan publik akan hadirnya lagu anak yang berkualitas. Di tengah dominasi konten musik dewasa, lagu ini hadir sebagai penyegar dan pembuktian bahwa musik anak bisa tetap keren, kekinian, dan bermakna.
“Ini bukan hanya remake, tapi bentuk perayaan ulang sebuah lagu penting dalam sejarah musik Indonesia. Dan sekarang, anak-anak kita bisa tumbuh dengan versi mereka sendiri dari lagu ini,” tambah JERRICOEV.
Saat ini, “Ceria” versi Atiya Purnomo sudah tersedia di seluruh platform streaming digital. Video musiknya juga sudah tayang di YouTube dan mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk orang tua, guru, hingga penikmat musik yang tumbuh besar bersama lagu ini.

Kehadiran Atiya Purnomo dalam proyek ini pun dinilai sebagai angin segar di industri musik anak Indonesia. Dengan kualitas vokal, performa, dan pengalaman internasional yang dimilikinya, Atiya membuka jalan bagi karya-karya anak lain untuk bisa lebih diapresiasi secara luas.
“Ceria” versi anak-anak bukan hanya lagu. Ia adalah simbol harapan bahwa musik anak Indonesia bisa bangkit dan tumbuh lagi—dengan kualitas, makna, dan kebahagiaan yang bisa dirasakan bersama.
Karena sejatinya, keceriaan adalah hak semua generasi—dan Atiya Purnomo berhasil menyampaikannya dengan manis.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda