Oleh: Tim Hibah MBKM UNS 2025 Widya Reksa Praja
JurnalPost.com - Lima mahasiswa dari Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS) menjalankan program magang yang berlokasi di Kawedanan Manggala Pranaya, Pura Mangkunegaran, Surakarta. Kegiatan magang berlangsung sejak 3 Maret hingga 26 Juni 2025, sebagai bagian dari program Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang difasilitasi oleh kampus untuk memberikan pengalaman riset sejarah di dunia kerja secara langsung kepada mahasiswa. Selama pelaksanaan, mahasiswa berperan aktif dalam berbagai aktivitas riset dan kebudayaan, mulai dari penelusuran arsip Reksa Praja, penyusunan artikel, hingga keterlibatan dalam kegiatan budaya Mangkunegaran. Keseluruhan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dengan Tim Riset Mangkunegaran yang menjadi mitra utama dalam pendampingan dan pengembangan materi sejarah.
Dengan mengusung judul “Tinjauan Peran Penegak Hukum di Praja. Mangkunegaran melalui Arsip Kawedanan Reksa Praja”, program ini bertujuan mengeksplorasi peran lembaga penegak hukum yang pernah beroperasi di wilayah Praja Mangkunegaran. Di sisi lain, magang ini juga mengasah kemampuan dalam meneliti sejarah lokal berbasis arsip serta menyebarluaskan narasi sejarah dan budaya Mangkunegaran kepada publik. Mahasiswa terlibat langsung di peninjauan arsip, penyusunan artikel populer, serta forum diskusi ilmiah dengan Tim Riset Mangkunegaran. Melalui magang ini, mahasiswa tidak hanya belajar membaca arsip dan menulis sejarah, tapi juga berinteraksi langsung dengan budaya kerja dan lingkungan profesional di Mangkunegaran.

Selama dua bulan awal, kelima peserta telah menyusun konten sejarah mengenai topik-topik seperti Waduk Delingan, Java Institut, hingga Jamu Mangkunegaran. Semua kegiatan tersebut menjadi bagian dari luaran berbasis riset yang akan dipublikasikan melalui media massa dan situs resmi Mangkunegaran. Selain itu, juga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan mentor dari Divisi Riset Manggala Pranaya guna menjadi ruang dialog yang tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi juga pada kritik dan penyempurnaan hasil riset agar lebih relevan dengan kebutuhan institusi.
Mahasiswa turut berperan pada aktivasi kegiatan kebudayaan Mangkunegaran yang menjadi bagian dari rangkaian Adeging Mangkunegaran ke-268. Dalam rangkaian Adeging, mahasiswa berhubungan langsung sebagai panitia acara Sumunar dan Royal Dinner Adeging Mangkunegaran. Keterlibatan ini memberikan pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat dan mengenal dinamika sosial budaya Mangkunegaran secara mendalam.
Magang ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi budaya melalui riset arsip yang kritis, pelibatan aktif dalam kegiatan kebudayaan serta pemahaman kontekstual atas dinamika kelembagaan dan warisan sejarah Mangkunegaran. Pengalaman ini juga menjadi wahana pembelajaran kontekstual mengenai dinamika birokrasi dan penegakan hukum di masa lalu, khususnya dalam kerangka kelembagaan Mangkunegaran.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda