Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Rejeban Ngrawan: Syukur yang Dijaga, Tradisi yang Dihidupkan

Rejeban Ngrawan: Syukur yang Dijaga, Tradisi yang Dihidupkan

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
27 Juni 2026, 14.55 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Rejeban Ngrawan

- salah satu prosesi Rejeban “Tumpeng/gunungan sayur buah yang sedang diperebutkan ”. Jumat (09/01/2026).

Semarang, JurnalPost.com - Di Dusun Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, syukur tak hanya diucapkan, tetapi dirayakan bersama alam, sejarah, dan kebersamaan. Tradisi Rejeban yang digelar masyarakat setempat bukan sekadar ritual tahunan, melainkan penanda kuat hubungan manusia dengan leluhur, tanah yang dipijak, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.  Di sinilah masyarakat setempat turun-temurun, menjaga Prasasti Ngrawan saksi bisu tahun 1372 Saka atau 1450 masehi melalui tradisi Rejeban yang digelar setiap Jumat Legi atau Wage di awal bulan Rajab, tetapi lebih diutamakan Legi karena sudah dititen atau diperhitungkan oleh sesepuh desa dan disepakati dalam musyawarah dusun. Bukan sekadar ritual, Rejeban adalah ikrar cinta generasi muda maupun seluruh lapisan masyarakat terhadap leluhur, tempat situs kuno tetap terlindungi karena dijaga oleh tangan-tangan warganya.​

IKLAN

Rejeban dilaksanakan di area Situs Ngrawan—sebuah ruang sakral yang hingga kini tetap lestari karena kesadaran warga untuk menjaga, bukan mengeksploitasi. Situs ini bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga pusat hidup nilai-nilai kebersamaan. Setiap sudutnya dirawat, dijaga, dan dihormati, oleh masyarakat Ngrawan karena mereka memahami betul bahwa tradisi akan hidup jika ruangnya tetap bernapas.

PHBS
Baca Juga

Pola Hidup Bersih dan Sehat, Antusiasme Remaja Ikuti Edukasi PHBS Bersama Mahasiswa UNS dan Posyandu Desa Wangen

Prosesi Rejeban diawali dengan penyembelihan kambing betina, sebuah ritual yang sarat makna. Mbah Jumadi, sesepuh yang dipercaya warga untuk memimpin prosesi tersebut, menyampaikan kepercayaan turun-temurun yang masih dipegang erat hingga kini.

warga Ngrawan

IKLAN

Prosesi penyembelihan kambing

"Menurut kepercayaan kami, jika kambing yang disembelih ternyata mengandung anak, itu pertanda rezeki hasil panen dan ekonomi warga akan melimpah serta berkah setahun ke depan," ujar Mbah Jumadi dengan tenang. Menariknya, kepercayaan ini tidak dimaknai secara kaku. “Hasil panen mungkin tidak melimpah, tapi tetap akan cukup. Rezeki itu tidak harus selalu banyak, yang penting adalah kecukupan,” tutur Mbah Jumadi lagi. Bagi warga Ngrawan, kecukupan pun adalah anugerah. Selama masih diberi ruang untuk hidup, bertani, dan berkumpul, rasa syukur harus tetap dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebuah filosofi sederhana, namun dalam, yang mengajarkan keseimbangan antara harapan dan penerimaan yang dibalut dalam dekapan alam.

Universitas Sebelas Maret
Baca Juga

Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Sosialisasikan Hasil Riset Pendidikan Inklusi di Surakarta

Usai ritual, suasana berubah menjadi perayaan. Arak-arakan tumpeng dari seluruh warga dusun Ngrawan menghiasi jalan —tumpeng buah dan sayur sebagai simbol kesuburan bumi, serta tumpeng snack yang diperuntukkan bagi anak-anak, tanda bahwa tradisi juga diwariskan dengan cara yang menggembirakan. Tawa anak-anak berpadu dengan langkah warga yang mengiringi tumpeng, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan.

Tak berhenti di sana, Rejeban juga menjadi panggung pengenalan budaya lokal. Tari Topeng Gecul, tarian tradisional khas Dusun Ngrawan, ditampilkan sebagai bentuk pelestarian seni. Gerakannya lincah, topengnya penuh ekspresi, dan karakter topeng yang unik menceritakan identitas masyarakat Ngrawan yang tangguh namun tetap jenaka dalam menghadapi tantangan hidup. Tradisi Rejeban di Dusun Ngrawan mengajarkan satu hal penting bahwa menjaga budaya berarti menjaga keseimbangan—antara manusia dan alam, antara masa lalu dan masa depan, antara doa dan usaha. Di tengah perubahan zaman, masyarakat Ngrawan memilih untuk tetap berpijak pada nilai-nilai lokal, merawat situs, merawat tradisi, dan memanjatkan rasa syukur.

Tulisan dan liputan ini merupakan bagian dari luaran kegiatan yang diikuti oleh Tim Hibah MBKM Universitas Sebelas Maret. Kehadiran serta keterlibatan aktif tim mahasiswa dalam ritual adat Rejeban ini menjadi salah satu agenda utama dari rangkaian kegiatan MBKM Riset mereka, yang berfokus pada penelitian, dokumentasi, sekaligus penguatan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat di Dusun Ngrawan.

Dian Wulandari/Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi, Universitas Sebelas Maret.

Mahasiswa UNS
Baca Juga

Mahasiswa UNS Teliti Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Alternatif di SALAM Yogyakarta

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/rejeban-ngrawan-syukur-yang-dijaga-tradisi-yang-dihidupkan/95014/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.58 WITA

  • #Berita Mahasiswa
  • #Universitas Sebelas Maret

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik
  2. 2

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

  3. 3

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  4. 4

    Flu Sedang Naik: Kapan Cukup Istirahat di Rumah, Kapan Harus ke Dokter?

  5. 5

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.