Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Cielito Lindo, Lagu Rakyat Meksiko yang Menyatukan Suporter Sepak Bola di Piala Dunia

Cielito Lindo, Lagu Rakyat Meksiko yang Menyatukan Suporter Sepak Bola di Piala Dunia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
08 Juli 2026, 12.23 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Cielito Lindo
Seorang pendukung timnas Meksiko meneteskan air mata setelah pertandingan babak 16 besar antara Meksiko melawan Inggris di ajang Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City Stadium, Meksiko, pada 5 Juli 2026. (Xinhua/Li Muzi)

MEXICO CITY, JurnalPost.com – Suasana stadion di Meksiko kerap menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi penonton yang baru pertama kali menyaksikan pertandingan sepak bola di negara tersebut. Di tengah tensi laga yang tinggi, tekel keras, dan sorak penonton yang bergemuruh, terdengar lantunan lagu yang sangat akrab bagi masyarakat Meksiko: “Ay, ay, ay, ay, canta y no llores,” yang berarti “bernyanyilah, dan jangan menangis.”

Lagu itu adalah Cielito Lindo, salah satu lagu rakyat paling dicintai di Meksiko. Seiring waktu, lagu tersebut tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi salah satu nyanyian paling identik dengan sepak bola Meksiko.

IKLAN

Cielito Lindo biasa dinyanyikan di berbagai kesempatan, mulai dari stadion, festival, pernikahan, pertemuan keluarga, bandara, hingga alun-alun kota. Lagu ini hadir hampir di setiap momen ketika masyarakat Meksiko ingin merayakan kebersamaan.

Sepak Bola
Baca Juga

Menikmati Sepak Bola atau Merayakan Kekalahan Lawan?

Bagi banyak warga Meksiko, Cielito Lindo bukan sekadar lagu yang dipelajari. Mereka tumbuh bersama lagu tersebut, mendengarnya dari orang tua dan kakek-nenek, sebelum akhirnya menyanyikannya secara alami sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Secara harfiah, judul Cielito Lindo dapat diartikan sebagai “langit kecil yang indah”. Namun, maknanya lebih luas dari sekadar terjemahan kata per kata. Frasa itu menyimpan nuansa kehangatan dan kelembutan, yang dalam konteks tertentu lebih dekat dengan makna “orang terkasih” atau “kekasih”.

Bagian refrain “bernyanyilah, dan jangan menangis” menjadikan lagu ini begitu dekat dengan dunia sepak bola. Dalam kemenangan, lagu itu dinyanyikan dengan penuh kegembiraan. Dalam kekalahan, lagu yang sama menjadi penguat hati. Saat harapan tumbuh, Cielito Lindo menggema. Ketika harapan mulai memudar, nyanyian itu justru terdengar semakin keras.

Di Mexico City, Guadalajara, hingga Monterrey, lawan yang dihadapi dapat berbeda dan setiap pertandingan membawa kisahnya sendiri. Namun, di mana pun pendukung Meksiko berkumpul, Cielito Lindo hampir selalu terdengar dari satu sudut tribun, lalu dengan cepat dinyanyikan bersama oleh seluruh penonton.

Lamine Yamal
Baca Juga

Messi Kenang Foto Viral Bersama Bayi Lamine Yamal Jelang Final Piala Dunia 2026

IKLAN

Momen itu pernah menarik perhatian dunia saat Piala Dunia 2018 di Rusia. Setelah Meksiko mengejutkan juara bertahan Jerman pada laga pembuka, para pendukung Meksiko menyanyikan Cielito Lindo dengan penuh kebanggaan. Rekaman perayaan tersebut menyebar luas dan membuat banyak penggemar sepak bola internasional semakin mengaitkan lagu itu dengan identitas sepak bola Meksiko.

Kini, ketika Meksiko kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia, Cielito Lindo kembali diperdengarkan kepada dunia.

Bagi Daniel, seorang penggemar keturunan Meksiko-Amerika yang datang dari Los Angeles ke Mexico City untuk menyaksikan turnamen tersebut, lagu itu memiliki makna yang sangat personal. Ia tumbuh di Los Angeles, tempat musik Meksiko menjadi bagian dari suara kesehariannya.

“Saya selalu tahu lagu ini milik Meksiko,” ujar Daniel. “Tetapi ketika semua orang menyanyikannya bersama, untuk pertama kalinya saya merasa bahwa saya juga termasuk di dalamnya. Rasanya seperti pulang ke keluarga yang lebih besar.”

Lionel Messi
Baca Juga

Messi Persembahkan Kemenangan Dramatis Argentina atas Inggris untuk Penggemar

Martin, seorang suporter asal Argentina, juga mengaku dapat mengikuti bagian refrain lagu tersebut. Menurutnya, melodi Cielito Lindo cukup familiar di banyak negara, meski stadion Argentina lebih sering bergema dengan nyanyian “Ole, ole, ole, ole.”

“Namun, ketika Anda datang ke Meksiko dan mendengar seluruh stadion menyanyikan lagu ini, Anda akan mengerti bahwa lagu ini memang pantas berada di sini,” katanya.

Sepak bola sering disebut sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan dunia. Di stadion-stadion Piala Dunia di Meksiko, gagasan itu terasa hidup dalam sebuah lagu. Sebagian penonton mengetahui seluruh liriknya, sebagian lain hanya bersenandung, dan sebagian lagi mungkin tidak memahami arti katanya. Namun, mereka tetap bertepuk tangan mengikuti irama.

Saat refrain Cielito Lindo kembali menggema, stadion seolah berubah menjadi ruang kebersamaan. Untuk sesaat, batas bahasa, negara, dan asal-usul terasa memudar, digantikan oleh nyanyian yang membuat semua orang merasa lebih dekat. (Xinhua)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/cielito-lindo-lagu-rakyat-meksiko-yang-menyatukan-suporter-sepak-bola-di-piala-dunia/95573/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.33 WITA

  • #Piala Dunia 2026

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pilihan Editor

  1. 1 Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  4. 4

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  5. 5

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.