Semarang, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 106 Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan Posyandu setempat menggelar rangkaian layanan kesehatan gratis dan edukasi gizi di Lapangan Balai RW 08, Kelurahan Pedurungan Tengah, Sabtu (11/7). Kegiatan yang merupakan bagian dari kegiatan Posyandu rutin bulanan ini berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 10.40 WIB, diikuti oleh warga dari berbagai kalangan mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN-T 106 yang dirancang untuk mendukung kegiatan Posyandu yang telah berjalan di Kelurahan Pedurungan Tengah. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa turut berkontribusi menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi gizi secara gratis, sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat, khususnya bagi balita, ibu hamil, dan lansia.
Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan lima mahasiswa KKN-T Tim 106 UNDIP yang memiliki pembagian tugas pada setiap layanan. Benedicta Praycillia bertanggung jawab atas pelaksanaan senam bersama, Betari Nariswari Tsuraya menangani pemeriksaan tekanan darah, Nadia Kamila Sari menangani pemeriksaan gula darah, sedangkan Kania Febriza Kusuma dan Maharatri Paramesthi bertanggung jawab dalam edukasi gizi, pencegahan stunting, serta pembagian PMT puding kelor.
Rangkaian acara dibuka dengan senam bersama bertajuk "Gerak Sehat, Keluarga Kuat" yang diikuti oleh ibu-ibu kader Posyandu beserta keluarga selama sekitar 30 menit. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kebugaran fisik sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik rutin.
Usai senam, empat program kesehatan dan edukasi digelar secara bersamaan. Layanan Cek Tensi Gratis dan Pemeriksaan Gula Darah Gratis dibuka berdampingan sebagai bagian dari program skrining kolaboratif, memberi kesempatan bagi warga khususnya lansia dan kelompok berisiko untuk mendeteksi dini hipertensi dan diabetes menggunakan glukometer digital. Setiap peserta yang diperiksa langsung menerima penjelasan mengenai nilai normal serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan sehari-hari.
Berdampingan dengan layanan tersebut, dihadirkan pula Pemeriksaan Gula Darah Gratis. Menggunakan glukometer digital, warga khususnya lansia dan kelompok berisiko dapat mengetahui kadar gula darah mereka secara langsung, lengkap dengan penjelasan singkat mengenai nilai normal dan langkah pencegahan diabetes. Kedua layanan kesehatan ini dilaksanakan berdampingan sebagai bagian dari program skrining kolaboratif.
Selain layanan skrining, edukasi gizi menjadi sorotan utama pagi itu melalui sosialisasi pencegahan stunting berbasis diversifikasi pangan lokal. Mahasiswa memperkenalkan puding daun kelor sebagai inovasi pangan bergizi yang mudah diolah di rumah, sekaligus membagikannya sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Poster edukasi berisi resep dan manfaat daun kelor turut dibagikan agar warga dapat mempraktikkannya secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, warga diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan kecukupan gizi keluarga, terutama bagi kelompok yang rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia.
Maharatri Paramesthi, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro sekaligus penanggung jawab program edukasi pencegahan stunting, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap potensi pangan lokal. “Kami memilih daun kelor karena bahan ini cukup mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, tetapi pemanfaatannya sebagai pangan bergizi masih dapat dikembangkan. Melalui puding kelor, kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal bisa diolah menjadi makanan yang lebih menarik dan mudah diterima oleh keluarga. Harapannya, masyarakat dapat mencoba mengolahnya secara mandiri di rumah sebagai salah satu alternatif makanan bergizi,” tutur Maharatri.
Bu Vita, Ketua Posyandu setempat, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi bersama mahasiswa KKN-T Undip dalam kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada mahasiswa KKN-T Undip yang sudah mengadakan program ini dan ikut membantu kegiatan Posyandu. Dengan adanya pemeriksaan tensi dan gula darah gratis, warga jadi lebih mudah mengetahui kondisi kesehatannya. Kami juga senang karena ada edukasi tentang puding kelor yang bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi warga untuk menyediakan makanan bergizi bagi keluarga,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung hampir empat jam ini ditutup dengan penyerahan alat pemeriksa tekanan darah (tensimeter) kepada pihak Posyandu setempat. Penyerahan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan pemeriksaan kesehatan yang telah rutin dilaksanakan oleh Posyandu, sehingga pelayanan kepada warga dapat berjalan lebih optimal.
Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat pendampingan dari Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T Tim 106 Universitas Diponegoro, yaitu Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program mahasiswa agar kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Tim 106 UNDIP mendorong akses layanan kesehatan preventif yang mudah dijangkau serta pemanfaatan pangan lokal bergizi sebagai upaya pencegahan stunting di tingkat rumah tangga. Inisiatif ini turut mendukung pencapaian SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui sinergi antara mahasiswa, Posyandu, dan masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah.
Penulis: Nadia Kamila Sari Manajemen Angkatan 2023, Universitas Diponegoro.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda