Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Cegah Penularan Antraks, Distribusi Hewan Ternak Diperketat

Cegah Penularan Antraks, Distribusi Hewan Ternak Diperketat

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
13 Maret 2016, 21.55 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Cegah Penularan Antraks, Distribusi Hewan Ternak Diperketat

JURNALPOST.COM - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Sulsel, memperketat proses ditribusi dan penyaluran hewan ternak dari satu daerah ke daerah lain di Sulsel. Termasuk juga distribusi hewan ternak dari luar Sulsel yang masuk ke wilayah Sulsel.

"Kita perketat proses distribusi ternak. Ternak yang dilindahkan atau didistribusikan harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan dari instansi terkait. Kalau itu tidak ada tidak akan kita biarkan," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Azis, kemarin.

IKLAN

Menurutnya hal ini dilakukan untuk memprotec atau mencegah adanya penyebaran penyakit antraks pada hewan ternak yang ada di Sulsel. Selain itu juga sebagai langkah antisipasi peredaran daging hewan ternak yang terjangkit penyakit antraks.

Hewan Ternak
Baca Juga

Hewan Ternak Berkeliaran di Jalan Raya Buat Pengendara Was-was

"Hal itu (peredaran daging hewan ternak yang terjangkit antraks) tetap kita waspadai bersama teman-teman dinas peternakan dan instansi terkait di daerah, tetapi itu sangat kecil," ujarnya.

Terkait masalah penanganan penyakit antraks yang menyerang hewan ternak di Sulsel, seperti yang terjadi di Pinrang awal bulan lalu, Azis mengatakan, saat ini hal tersebut sudah bisa teratasi.

"Pada prinsipnya itu sudah bisa ditangani, dan sampai saat ini sudah tidak ada lagi laporan kejadian serupa yang terjadi di wilayah Sulsel. Dirjen Peternakan sendiri sudah turun ke lapangan. Kami juga sebelumnya sudah turun untuk melakukan antisipasi dan penanganan," paparnya.

Azis juga membantah jika jumlah ternak sapi di Pinrang yang mati karena terserang oenyakit antraks .encali lebih dari 30 ekor.

2016, Populasi Sapi Potong di Sulsel Ditarget 1,45 Juta Ekor
Baca Juga

2016, Populasi Sapi Potong di Sulsel Ditarget 1,45 Juta Ekor

IKLAN

"Yang benar-benar terbukti dan teridentifikasi mati karena terserang antraks itu hanya 9 ekor, sisanya itu tidak busa dibuktikan," terangnya.

Azis mengaku, yang menjadi kelemahan pihaknya untuk penanganan masalah ini salah satunya adalah lambatnya laporan dari masyarakat.

"Hanya yang menjadi kelemahan kita kemarin, karena masyarakat lambat melaporkan kejadian itu kepada kita. Sehingga sedikit terlambat penanganannya," ucapnya.

Azis juga mengatakan, kejadian serupa memang sebelumnya sudah pernah terjadi di Sidrap dua bulan sebelum kejadian di Pinrang, tetapi menurutnya hal itu sudah bisa diatasi dan diantisipasi penularannya ke daerah lain.

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

"Alhamdulillah, kita bersama instansi terkait seperti teman-teman di Balai Veteriner Maros sudah bisa menangani dan melakukan langkah lencegahan penularannya," ujarnya.

Saat ini, pihaknya juga secara rutin melakukan pemantauan dan pemberian vaksin kepada hewan ternak untuk mencegah hewan ternak terjangkit penyakit antraks walaupun jumlah vaksin yang tersedia jumlahnya terbatas.

"Untuk vaksin, kami masih minta tambahan dari pusat karena jumlahnya tidak berimbang. Kita diberikan hanya 1000 vaksin padahal jumlah populasi dan luas wilayah kita cukup besar," tutupnya. (fo)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/cegah-penularan-antraks-distribusi-hewan-ternak-diperketat/1550/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.07 WITA

  • #Dinas Peternakan
  • #Hewan Ternak
  • #Penularan Antraks
  • #daging hewan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Pilihan Editor

  1. 1 Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP
  2. 2

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  3. 3

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  4. 4

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.