JENEPONTO, JurnalPost.com — Tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kader CAPIL (Cegah Anemia pada Ibu Hamil) di Desa Marayoka, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Kamis–Jumat, 15–16 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu desa binaan UMI tersebut berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam memberikan edukasi serta melakukan skrining dini anemia pada ibu hamil.
Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen FKM UMI yang terdiri atas Dr. Bd. Suchi Avnalurini Sharief, S.Si.T., SKM., M.Keb. dan Dr. Abd. Gafur, SKM., M.Kes.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Marayoka. Sebanyak kurang lebih 30 peserta yang terdiri atas kader kesehatan dan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Marayoka turut mengikuti pelatihan.
Kader Kesehatan Didorong Berperan Aktif dalam Pencegahan Anemia
Kepala Desa Marayoka, Sirajuddin, S.Pd., membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam mendampingi ibu hamil.
Dalam sambutannya, Sirajuddin menyampaikan bahwa pelatihan serupa sebelumnya belum pernah diberikan kepada para kader di desanya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi kader untuk membantu ibu hamil dalam mencegah anemia.
Melalui program Kader CAPIL, peserta mendapatkan edukasi mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, dampak, serta upaya pencegahan anemia selama kehamilan.
Materi pelatihan juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia pada ibu hamil.

Dengan pemahaman tersebut, kader diharapkan mampu menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya ibu hamil yang membutuhkan pendampingan selama masa kehamilan.
Pelatihan Skrining Dini Menggunakan Hemoglobinometer Digital
Selain edukasi kesehatan, program ini juga mencakup pelatihan penggunaan alat hemoglobinometer digital Easy Touch GCHb.
Alat tersebut digunakan untuk pemeriksaan kadar hemoglobin sebagai bagian dari upaya skrining dini anemia. Melalui pelatihan ini, kader diperkenalkan pada pemanfaatan alat pemeriksaan sederhana untuk membantu mengidentifikasi ibu hamil yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Keterampilan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama melalui posyandu dan kunjungan rumah.
Para kader juga didorong untuk lebih aktif memberikan edukasi kesehatan, mendampingi ibu hamil, serta membantu memantau konsumsi tablet tambah darah.
Dengan demikian, keberadaan kader kesehatan tidak hanya berperan dalam penyampaian informasi, tetapi juga membantu menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Penguatan Peran Kader di Tingkat Desa
Pelatihan Kader CAPIL menjadi salah satu upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan masalah kesehatan ibu hamil, khususnya anemia.
Melalui kegiatan ini, kader kesehatan dan anggota PKK Desa Marayoka diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai pentingnya pemantauan kesehatan selama kehamilan.
Pendampingan secara berkelanjutan juga menjadi bagian penting agar informasi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang didukung oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia.
Melalui kegiatan pengabdian ini, FKM UMI berupaya mengimplementasikan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang kesehatan ibu dan anak.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda