Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Cara Seseorang Menggunakan WhatsApp Bisa Menggambarkan Karakternya

Cara Seseorang Menggunakan WhatsApp Bisa Menggambarkan Karakternya

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
02 Mei 2026, 23.58 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Cara Seseorang Menggunakan WhatsApp Bisa Menggambarkan Karakternya
JurnalPost.com - WhatsApp bukan sekadar aplikasi pesan, tetapi juga bisa menjadi cerminan kebiasaan dan kepribadian seseorang. Dari cara memasang foto profil, membuat status, hingga membalas chat, sering kali terlihat bagaimana pola pikir dan sikap seseorang dalam berinteraksi. Orang yang jarang mengganti foto profil biasanya cenderung nyaman dengan dirinya sendiri dan tidak terlalu membutuhkan pengakuan dari orang lain. Sebaliknya, mereka yang sering mengganti foto profil kerap ingin menunjukkan suasana hati, pencapaian, atau mencari perhatian di lingkungan sosialnya. Kebiasaan mengirim pesan sederhana seperti “pagi” atau “malam” menunjukkan tipe orang yang senang menjaga hubungan. Hal kecil seperti itu menandakan kepedulian dan usaha mempertahankan komunikasi. Sementara itu, orang yang jarang membuat status umumnya tidak merasa perlu menjadikan hidupnya tontonan publik. Mereka lebih nyaman menjalani hidup tanpa banyak sorotan. Namun jika status yang dibuat sedikit tetapi bermakna, biasanya orang tersebut berbicara seperlunya dan hanya menyampaikan hal yang dianggap penting. Ada juga pengguna yang sering memperbarui status. Ini sering menjadi cara untuk menyalurkan pikiran, perasaan, atau sekadar berbagi cerita sehari-hari. Status menjadi ruang ekspresi yang mudah dan cepat. Fitur privasi seperti menyembunyikan last seen juga bisa menunjukkan karakter. Biasanya ini dilakukan oleh orang yang paham batasan dan tidak ingin semua orang mengetahui aktivitasnya setiap saat. Cara membalas chat pun memberi gambaran. Orang yang cepat membalas pesan biasanya menghargai komunikasi dan tidak suka membuat orang lain menunggu. Sedangkan yang online tetapi lama membalas bisa jadi lebih selektif, tenang, atau tidak ingin tergesa-gesa mengikuti ritme orang lain. Pada akhirnya, kebiasaan seseorang di WhatsApp memang tidak selalu mutlak menggambarkan kepribadian, tetapi sering kali memberi petunjuk tentang bagaimana cara mereka berpikir, menjaga hubungan, dan menempatkan diri di lingkungan sosial.

Kalau Sering Lihat Story Sendiri, Apa Artinya?

Kebiasaan melihat story sendiri di WhatsApp atau media sosial ternyata cukup umum. Ini bukan hal aneh, karena banyak orang melakukannya dengan alasan berbeda-beda. Sebagian orang melihat story sendiri untuk mengecek apakah unggahannya sudah tampil dengan baik, mulai dari tulisan, foto, musik, hingga kualitas gambar. Ada juga yang sekadar ingin melihat ulang momen yang baru dibagikan. Bagi sebagian lainnya, melihat story sendiri bisa menjadi bentuk kepuasan pribadi. Mereka menikmati hasil unggahan yang menurutnya bagus, lucu, atau bermakna. Ini mirip seperti mengulang melihat foto favorit sendiri di galeri. Ada juga yang melihat story sendiri sambil mengecek siapa saja yang sudah menonton. Biasanya ini dilakukan karena rasa penasaran atau ingin tahu respons orang lain terhadap unggahannya. Namun, jika terlalu sering dan fokus pada jumlah penonton atau validasi, itu bisa menandakan ketergantungan pada perhatian orang lain. Tetapi jika hanya sesekali, itu lebih kepada kebiasaan biasa dan rasa ingin memastikan semuanya berjalan normal. Intinya, melihat story sendiri bukan berarti narsis. Sering kali itu hanya bentuk mengecek, menikmati hasil unggahan, atau rasa penasaran yang wajar.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/cara-seseorang-menggunakan-whatsapp-bisa-menggambarkan-karakternya/92687/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.14 WITA

  • #Whatsapp
  • #aplikasi WhatsApp

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Pilihan Editor

  1. 1 Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?
  2. 2

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  3. 3

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  4. 4

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  5. 5

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.