Berawal dari Hasil Observasi
Ide pembuatan bolu berbentuk mawar berawal dari hasil observasi Kelompok 17 KKN PPM UMBY terhadap potensi dan karakteristik Dusun Kajangkoso. Salah satu hal yang menjadi ciri khas wilayah tersebut adalah keberadaan masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan budidaya bunga mawar. Bunga mawar kemudian menjadi salah satu ikon yang melekat dengan desa. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif mengembangkan produk pangan yang memiliki keterkaitan dengan identitas lokal. Bentuk bunga mawar dipilih sebagai konsep utama dalam pembuatan bolu agar produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki tampilan menarik, tetapi juga membawa ciri khas Desa Kajangkoso. Bolu yang dibuat bukan menggunakan bunga mawar sebagai bahan atau perasa, melainkan dibuat dengan bentuk menyerupai bunga mawar. Sebelum masuk ke tahap praktik, mahasiswa terlebih dahulu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ide dan konsep pembuatan bolu berbentuk mawar. Edukasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sebuah inovasi produk yang memiliki nilai tambah. Setelah sesi edukasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan bolu berbentuk mawar secara langsung.Membuat Bolu dengan Identitas Lokal
Pada tahap praktik, mahasiswa bersama masyarakat mengikuti proses pembuatan bolu hingga menghasilkan produk dengan bentuk menyerupai bunga mawar. Pemilihan bentuk tersebut menjadi bagian utama dari inovasi karena mawar merupakan salah satu ikon yang melekat dengan Desa Kajangkoso. Perwakilan pelaksana kegiatan, Deffa, menyampaikan bahwa ide tersebut muncul dari keinginan kelompok untuk membuat inovasi yang dekat dengan potensi masyarakat setempat.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa potensi yang sudah ada di sekitar mereka, seperti mawar dan hasil ternak, bisa diolah menjadi sesuatu yang punya nilai jual lebih. Bolu mawar ini kecil, tetapi kami berharap bisa menjadi contoh sederhana bahwa inovasi itu bisa lahir dari apa yang sudah dimiliki desa.”
Selain menghasilkan produk dengan bentuk yang berbeda, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka gagasan pengembangan produk UMKM lokal. Identitas mawar yang dituangkan ke dalam bentuk bolu dapat menjadi ciri khas apabila produk tersebut nantinya dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat. Dengan demikian, inovasi tidak hanya berhenti pada kegiatan KKN, tetapi diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif produk yang membawa nama dan karakteristik Desa Kajangkoso.
Bahan-bahan lokal yang tersedia di masyarakat juga dapat menjadi bagian pendukung dalam pengembangan produk. Potensi hasil ternak seperti susu dan keju turut digunakan dalam pembuatan bolu. Namun, fokus utama kegiatan tetap pada inovasi bentuk mawar sebagai upaya mengangkat identitas lokal dan memperkuat potensi UMKM desa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda