Balongdowo, Kepohbaru, Bojonegoro, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 09 dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur resmi meluncurkan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pengering tembakau “Hybrid Tobacco Dryer Berbasis Plenum”. Inovasi ini diterapkan langsung untuk membantu para petani di Desa Balongdowo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, pada hari Senin, 10 Agustus 2026.
Program pengabdian masyarakat ini diinisiasi untuk menjawab tantangan utama para petani tembakau setempat. Selama ini, proses pengeringan daun tembakau di Desa Balongdowo masih bergantung penuh pada cuaca dan sinar matahari konvensional. Metode tradisional tersebut dinilai kurang efisien karena memakan waktu lama dan rentan menurunkan kualitas tembakau jika cuaca mendung atau hujan tiba-tiba turun.
Ketua Kelompok 09 KKN UPN Veteran Jawa Timur di Desa Balongdowo, Alden Nabil Lutanda, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa untuk memberikan solusi jangka panjang bagi masalah riil di masyarakat.
"Melihat potensi tembakau yang sangat besar di Desa Balongdowo, kami ingin hadir membawa solusi agar para petani tidak lagi merugi hanya karena faktor cuaca. Harapan kami, alat ini bisa menjaga stabilitas produksi pasca-panen sehingga kesejahteraan petani lokal ikut meningkat," ujar Alden.
Warga Yang Mengikuti Sesi Diskusi Interaktif Bersama Ketua Kelompok 09 (Kiri) dan Pemateri (Kanan)
Sementara itu, pada sesi demonstrasi teknis, Riko Tsaniar Rosyid selaku pemateri menjelaskan bahwa alat pengering hibrida ini menggabungkan dua sumber panas utama sekaligus, yaitu panas cahaya matahari dan udara panas yang dihasilkan dari api LPG. Sistem pengeringan ini juga diperkuat dengan teknologi berbasis plenum, sebuah ruang distribusi udara yang dirancang khusus untuk meratakan aliran panas ke seluruh bagian ruang pengering.
"Dengan Hybrid Tobacco Dryer Berbasis Plenum ini, proses pengeringan daun tembakau menjadi jauh lebih cepat, stabil, dan higienis. Aliran udara panas didistribusikan secara merata oleh sistem plenum, sehingga tingkat kekeringan tembakau bisa seragam tanpa merusak aroma maupun kualitas warna daunnya," jelas Riko saat memaparkan cara kerja alat di hadapan warga.
Proses penyerahan dan uji coba alat berlangsung interaktif di Balai Desa Balongdowo. Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan unit alat secara fisik, tetapi juga menggelar pelatihan intensif mengenai cara pengoperasian, perawatan alat, hingga manajemen suhu ideal untuk pengeringan tembakau kepada kelompok tani setempat.
Kepala Desa Balongdowo, Bapak Yoga Hardaniawan, menyampaikan apresiasi yang sangat besar atas kontribusi nyata yang dibawa oleh para mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur. Inovasi teknologi tepat guna ini dinilai hadir pada momentum yang tepat dan menjadi sebuah solusi atas keluhan yang sering dihadapi petani saat musim panen tiba.
"Inovasi dari adik-adik mahasiswa UPN ini sangat membantu warga kami, mayoritas petani di sini memang mengandalkan tembakau sebagai komoditas utama. Lewat alat hybrid ini, petani tidak perlu cemas lagi kalau cuaca sedang tidak menentu. Kami berharap produktivitas dan nilai jual tembakau Desa Balongdowo bisa meningkat pesat," ungkap Kepala Desa.
Melalui implementasi teknologi tepat guna ini, tim KKN UPN Veteran Jawa Timur berharap Desa Balongdowo dapat menjadi pelopor desa mandiri teknologi di sektor pertanian Bojonegoro, sekaligus memastikan keberlanjutan ekonomi para petani tembakau lokal di masa depan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda