Oleh : Sirilivia Khunaeni/Mahasiswi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Di era globalisasi, media online merupakan sebuah media komunikasi dan media informasi yang sangat erat kaitannya baik dari kalangan anak-anak, pekerja, pelajar, maupun dikalangan orang tua. Sekarang ini, orang-orang lebih banyak menggunakan media online, karena penggunaannya lebih praktis, cukup efisien, tidak memakan waktu lama, bisa kapanpun dan dimanapun. Tidak dapat dipungkiri jika media online mempunyai pengaruh besar bagi kehidupan anak di era sekarang. Anak seakan sudah menjadi candu, tiada hari tanpa penggunaan media online, sampai-sampai dapat memakan waktu 1x24 jam. Maka dari itu, harus ada peran yang dapat mengarahkan dan membimbing mereka agar tidak salah kaprah dalam penggunaan media online yang sekarang ini.
Perkembangan zaman yang sekarang ini, melihat dimana semua hal dalam kegiatan tentunya penggunaan perangkat digital sangat dibutuhkan, dalam hal ini sangat ada pengaruhnya terhadap pola kehidupan anak. Saat ini, perkembangan teknologi menjadikan kendala terberat bagi guru dalam mendidik murid-muridnya. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai kondisi yang ada saat ini, seperti anak murid yang sekarang sudah mahir dalam penggunaan Smartphone. Beberapa murid terkadang dalam penggunaan Smartphone tanpa diajarkan oleh orang tua maupun guru mereka sudah mahir dalam memainkannya. Inilah yang menjadi kekhawatiran guru diera sekarang ini. Pengawasan terhadap murid sangat penting untuk diterapkan karena dengan begitu, murid akan dapat memilah mana yang baik dan yang benar untuk dirinya sendiri.
Keberadaan guru dan ilmu yang dimiliki oleh guru sangatlah berpengaruh juga terhadap murid, dimana guru menjadi sumber utama setelah orang tua dalam hal mendidik dan memberikan contoh yang baik. Memang benar buku merupakan sumber utama ilmu, akan tetapi dari seorang gurulah kita dapat transmisi pengetahuan dan keterampilan. Maka dari itu, peran guru diera digital juga berdampak bagi murid, dimana sang murid dapat mendengarkan dan mematuhi apa yang sudah diajarkan oleh guru tentang batasan-batasan dalam penggunaan gadget. Apalagi dimasa pandemi, sekarang sudah zamannya apa-apa harus berkaitan dengan smartphone dan media internet lainnya. Diharapkan, peran Orang tua dan guru disini dapat membantu anak dalam proses pembentukan karakter dalam penggunaan media internet di era digital.
Dalam proses pendidikan era digital yang sekarang ini, peran guru dan orang tua yaitu harus mencermati apa saja cara-cara untuk mengetahui kemampuan anak dalam proses pembelajaran dan untuk mamandang dirinya secara positif agar menggunakan digital dengan sangat baik. Kita tau bahwa, meski memberikan kemudahan, era digital juga membuat guru harus berusaha dalam mendidik dan memberikan arahan, agar kelak tak salah langkah. Di era yang sekarang guru harus berhati-hati kepada anak murid, apalagi dimasa pandemi yang sudah tidak asing lagi ditelinga, anak murid lebih terpaku pada smartphone dari pada buku pelajaran. Memang tidak dipungkiri bila era digital memberikan kemudahan diberbagai aspek dalam kehidupan. Namun, dibalik itu semua, bila guru terutama orang tua salah dalam menerapkan pola asuh kepada murid dan anak mereka, sesuatu yang diharapkan akan tumbuh dengan baik maka justru akan sebaliknya.
Peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya yaitu mulai dari sang anak dalam buaian sampai liang lahat, dan guru adalah madrasah kedua bagi murid-muridnya setelah orang tua. Maka demikian, sudah menjadi kewajiban orang tua dalam mendidik anak-anak mereka menuju kearah yang baik. Orang tua seharusnya memiliki pengetahuan yang cukup untuk bekal bagi anak-anaknya, ketika anak masih berumur dini dan sudah dijejalkan dengan smartphone yang terlalu berlebihan maka itu akan berdampak kurang baik bagi sang anak. Anak boleh-boleh saja dikenalkan dengan teknologi seperti smartphone dan perkembangan teknologi lainnya, karena tersebut merupakan zamannya mereka, dan memang seharusnya mereka mengetahui itu. Tetapi, alangkah baiknya orang tua dan guru berperan membimbing dan mengawasi anak dan murid-murid mereka.
Mendidik anak diera digital seharusnya yaitu dengan menerapkan pola asuh demonstrasi, dimana pola asuh ini mempunyai pengertian orang tua dan guru tetap memberi kebebasan kepada anak dan murid dalam penggunaan smartphone, namun tetap memberi batasan dan pengawasan kepada sang anak. Sehingga antara sang anak dan orang tua maupun guru akan terjalin kerja sama dalam membimbing anak dan murid-murid mereka. Selain itu juga, orang tua harus mampu memahami berbagai cara untuk memandu anak dalam media informasi salah satunya smartphone pintar. Sudah seharusnya, orang tua dan guru dalam mendidik anak dan murid mereka dengan menggunakan pola asuh yang relevan. Orang tua dan guru memang harus mengetahui apa saja penerapan yang akan mereka lakukan untuk mendidik anak beserta murid-muridnya agar menjadi seseorang yang hebat dimasa yang akan datang.
Adapun cara orang tua dalam mendidik anak diera digital, yaitu diantaranya: pertama orang tua memiliki tanggung jawan penting, orang tua disini tidak hanya menjadi orang tua sepenunya saja, tetapi orang tua dapat menjadi teman bagi anak mereka yaitu, baik hanya untuk sekedar sharing dan bertukar pikiran. Kedua, orang tua menjalin kedekatan kepada anak mereka, dizaman sekarang orang tua biasanya terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka dan dan juga sibuk dengan hal-hal yang lain, untuk itu sebisa mungkin orang tua harus bertanggung jawa atas kewajiban mereka yaitu sebagai orang tua. Ketiga, mengajarkan mereka agama, menjadi kewajiban bagi orang tua untuk mengajarkan agama kepada anak mereka, dalam hal ini tidak hanya sebatas bisa membaca al-qur’an maupun sholat saja, orang tua diharapkan mampu menanamkan dalam diri sang anak agar mencintai aktivitas tersebut. Keempat, berbicara baik kepada anak mereka, dalam hal ini orang tua harus berbicara dengan baik terhadap anak dan mau mendengarkan semua keluh kesah sang anak.
Anak dibolehkan untuk menggunakan gadget yaitu dengan waktu yang bijak dan tertib, atau orang tua memberikan izin dengan waktu-waktu tertentu saja, agar sang anak dapat melakukan suatu hal dengan bijak dan itu bisa menjadi reward bagi sang anak. Begitu juga dengan batasan anak ketika menggunakan gadget atau smartphone, jangan terlalu memberi kebebasan bagi sang anak untuk menggunakan dengan sesukanya tanpa ada batas waktu yang diberikan dari orang tua. Apa yang telah diberikan tidak terlepas dari kontrol dan bimbingan orang tua itu sendiri agar anak ketika dalam penggunaan smartphone atau gadget mendapatkan nilai-nilai yang positif dan bisa bermanfaat bagi sang anak.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda