27.4 C
Jakarta
Senin, Januari 18, 2021

Analisis Audit Manajemen Fungsi Pembelian Bahan Baku Pada PT. Kimia Farma di Era Pandemi

Penulis : M.Yusril Yuniar Sya
Kampus/Jurusan : Universitas Muhammadiyah Malang / Jurusan Akuntansi

JURNALPOST – Dari tahun 2019 hingga awal tahun 2020 ini terjadi pandemi Virus Covid-19 yang hampir melanda seluruh Negara di dunia termasuk Tanah Air. Selain telah memakan banyak korban jiwa, hal ini juga memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat karena mempengaruhi segala aktivitas sehari-hari dan juga melumpuhkan berbagai kegiatan dalam negeri. Salah satunya yaitu melumpuhkan sektor perekonomian yang tentunya sangat berdampak bagi pemerintahan, masyarakat dan perusahaan besar yang ada. Adapun dampak yang didapatkan oleh perusahaan yaitu tentunya dengan menurunnya kuantitas penjualan terhadap produk yang dipasarkan.

Oleh karena itu, beberapa perusahaan seperti PT.Kimia Farma melakukan sebuah perombakan terhadap beberapa divisi operasional perusahaan. Pada pembahasan ini saya akan fokus pada sebuah topik tentang audit manajemen fungsi pembelian yang sangat berpengaruh pada unit-unit operasi yang ada di Perusahaan karena pada banyak perusahaan, fungsi pembelian adalah awal dari semua proses bisnis. Dengan tujuan memenuhi permintaan pelanggaan, perusahaan harus membeli barang-barang kebutuhan dan bahan baku yang diminta, untuk mengumpulkan atau memproduksi produk-produk perusahaan. Ini adalah proses dalam mendapatkan barang-barang, bahan baku, komponen dan layanan yang merupakan tugas utana dan tanggung jawab departemen pembelian. Dalam sebuah perusahaan dimana terdapat sistem pembelian yang efektif pembelian material dapat menghemat biaya bagi perusahaan.

Pada perusahaan PT.Kimia Farma contohnya, PT.Kimia Farma mengalami peningkatan yang sangat signifikan di era pandemi ini karena permintaan pasar yang pesat terhadap kebutuhan medis dan obat-obatan seperti klorokuin, hidroksiklorokuin, azitromisin, avigen dan masih banyak lagi. Penjualan sendiri meningkat sebesar 11,1% dari tahun sebelumnya. Namun, PT. Kimia Farma memiliki kualitas pengendalian bahan baku yang kurang baik, karena sering mengalami kehabisan stok sehingga proses produksi berhenti. Oleh karena itu perlu adanya pengendalian bahan baku, agar perusahaan tidak mengalami kelebihan maupun kekurangan bahan baku. Pengendalian bahan baku dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan Economic Order Quantity(EOQ). EOQ merupakan perhitungan persediaan optimal dengan mempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Dari hasil perhitungan, ditemukan bahwa PT. Kimia Farma perlu melakukan pembelian bahan baku sebanyak 5 kali dengan masing-masing pemesanan sebanyak 4,062,637kg. Dengan metode EOQ diperoleh total biaya untuk sekali pemesanan yaitu Rp.1,174,118,791,317. Stok pengaman (safetystock) yang harus ada di persediaan adalah sebanyak 2,550,245 kg. Titik pemesanan kembali (reorder point) bahan baku adalah 25,264,800kg.

Dalam hal ini, PT. Kimia Farma telah melakukan evaluasi terhadap hal tersebut dengan lebih memperhitungkan lagi skala perbandingan antara permintaan konsumen dengan kesiapan bahan baku agar tidak terjadi lagi pemberhentian proses produksi karena kehabisan bahan baku. Karena pada era pandemi ini perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang kesehatan sangat dibutuhkan perannya oleh seluruh konsumen, maka PT.Kimia Farma harus lebih baik lagi dalam memanajamen pada divisi pembelian dan bahan baku. Adapun evaluasi yang dilakukan oleh PT.Kimia Farma yaitu mengenai pengurangan biaya pemesanan dengan tidak melakukan pemesanan secara berkala dan tidak bergantung pada sedikit supplier bahan baku, hal ini dapat memangkas biaya pemesanan yang terbuang akibat pemesanan bahan baku yang berkala. PT.Kimia Farma juga menambah kuantitas Stok pengaman (safetystock) agar mengantisipasi adanya pemesanan bahan baku yang tertunda akibat pembatasan transportasi antar negara mengingat kondisi pandemi yang sering adanya peraturan pemerintah tentang pembatasan sosial berskala nasional maupun internasional ini. Adanya evaluasi tersebut, untuk kedepannya PT.Kimia Farma dapat lebih optimistis dalam memenuhi permintaan pasar dan bisa mengestimasi kecukupan bahan baku yang ada dengan permintaan konsumen.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini