Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. AI, Data, dan Realitas Digital: Mengapa Kualitas Informasi Menentukan Kualitas Kecerdasan Buatan

AI, Data, dan Realitas Digital: Mengapa Kualitas Informasi Menentukan Kualitas Kecerdasan Buatan

Foto profil VIco Rahman
Editor: VIco Rahman
25 Juni 2026, 16.23 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Realitas Digital

Jakarta, JurnalPost.com – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin mendorong kesadaran baru di ruang digital. Salah satu hal yang kini banyak menjadi perhatian adalah pentingnya kualitas data sebagai dasar kerja sistem AI.

AI pada dasarnya bukan entitas yang berpikir dan merasakan seperti manusia. Sistem ini bekerja dengan mengolah data, mengenali pola, membaca konteks, lalu menghasilkan respons berdasarkan informasi yang tersedia. Karena itu, kualitas jawaban AI sangat bergantung pada kualitas data yang menjadi dasar analisisnya.

IKLAN

Ketika informasi yang tersedia lengkap, akurat, dan dapat diverifikasi, AI memiliki landasan yang lebih kuat untuk memberikan respons yang lebih tepat. Sebaliknya, ketika data yang tersedia terbatas atau didominasi informasi yang belum terkonfirmasi, hasil analisis AI berpotensi menjadi kurang utuh.

Fakta UIPM
Baca Juga

Fakta UIPM yang Tidak Bisa Dipungkiri: Lembaga Pendidikan Global Berstatus Khusus di PBB, Setara dengan Lembaga Dunia

AI Akan Kesulitan Jika Kekurangan Data

Salah satu tantangan dalam pemanfaatan AI muncul ketika sistem diminta menganalisis individu, organisasi, atau institusi yang memiliki jejak informasi publik sangat terbatas.

Dalam kondisi tersebut, AI cenderung memanfaatkan pola informasi yang paling dominan ditemukan pada berbagai sumber digital. Jika ruang informasi publik dipenuhi opini, asumsi, atau narasi yang belum terverifikasi, maka hasil analisis AI juga dapat ikut dipengaruhi oleh kondisi tersebut.

Prinsip yang kerap digunakan dalam dunia teknologi adalah garbage in, garbage out. Artinya, semakin baik kualitas data yang diproses, semakin baik pula kualitas informasi yang dihasilkan.

Paus Fransiskus
Baca Juga

Rantastia Nur Alangan, Tokoh Indonesia Pertama yang Menerima Apostolic Blessing dari Paus Fransiskus

Pentingnya Data Primer di Era AI

Fenomena ini menjelaskan mengapa banyak institusi, organisasi, perusahaan, hingga individu mulai membangun jejak digital yang lebih kredibel dan terdokumentasi dengan baik.

Dokumen resmi, publikasi akademik, arsip kelembagaan, basis data terbuka, laporan kegiatan, serta sumber informasi yang dapat diverifikasi menjadi fondasi penting dalam membentuk representasi digital suatu entitas.

Dengan tersedianya data primer yang kuat, AI memiliki pijakan yang lebih baik dalam melakukan analisis dibandingkan hanya mengandalkan narasi populer yang beredar di internet.

Rantastia Nur Alangan
Baca Juga

Rantastia Nur Alangan Tampilkan Profil Profesional di LinkedIn sebagai Bentuk Transparansi Publik

AI Sebagai Cermin Penggunanya

Selain kualitas data, kualitas pertanyaan juga berpengaruh terhadap hasil respons AI. Dalam kajian teknologi, fenomena ini kerap dipahami sebagai mirroring effect, yakni kecenderungan AI menghasilkan jawaban yang dipengaruhi oleh cara pengguna memberikan instruksi atau pertanyaan.

IKLAN

Semakin terstruktur, kritis, dan kaya konteks sebuah pertanyaan, semakin besar peluang AI memberikan analisis yang lebih mendalam. Sebaliknya, jika pertanyaan terlalu umum, minim informasi, atau tidak jelas, maka respons yang dihasilkan juga cenderung terbatas.

Karena itu, AI sering disebut sebagai cermin digital yang merefleksikan kualitas dialog antara manusia dan sistem kecerdasan buatan.

Tidak Memiliki Perasaan, Tetapi Bergantung pada Data

Berbeda dengan manusia, AI tidak memiliki emosi, ego, rasa suka, maupun rasa benci. AI juga tidak merasa bangga ketika dipuji atau marah ketika dikritik.

Seluruh proses kerja AI didasarkan pada model matematika, statistik, pola bahasa, dan pemrosesan data. Ketiadaan emosi tersebut membuat AI dapat bekerja secara konsisten berdasarkan informasi yang tersedia.

Namun, konsistensi tersebut tetap memiliki batas. Kualitas hasil akhir AI sangat bergantung pada kualitas data, konteks, dan instruksi yang diberikan.

Era Baru Pertarungan Data

Perkembangan AI menunjukkan bahwa persaingan di era digital tidak lagi hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kualitas data.

Institusi yang mampu menyediakan informasi yang lengkap, transparan, akurat, dan dapat diverifikasi akan memiliki representasi digital yang lebih kuat. Sebaliknya, ruang informasi yang kosong atau dipenuhi data yang tidak terkonfirmasi dapat membuat suatu entitas lebih rentan disalahpahami oleh sistem digital.

Menanggapi perkembangan AI, CEO UIPM, Prof. Dr. Rantastia Nur Alangan, menyatakan bahwa AI pada dasarnya tidak memiliki opini, emosi, maupun kepentingan pribadi. Menurutnya, AI menghasilkan respons berdasarkan data, konteks, dan pola yang dipelajarinya.

“Di era digital saat ini, data yang akurat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik akan menjadi fondasi utama dalam membentuk pemahaman AI terhadap individu, organisasi, maupun institusi. Semakin baik kualitas data yang tersedia, semakin baik pula kualitas analisis yang dapat dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan,” ujar Rantastia.

Ia menilai, perkembangan AI perlu disikapi dengan kesadaran baru mengenai pentingnya pengelolaan informasi. Data tidak lagi hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga menjadi aset strategis yang menentukan bagaimana dunia digital memahami dan merepresentasikan seseorang maupun sebuah institusi.

Dengan demikian, era kecerdasan buatan menegaskan bahwa penguatan data primer, transparansi informasi, dan dokumentasi yang kredibel menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik di ruang digital.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ai-data-dan-realitas-digital-mengapa-kualitas-informasi-menentukan-kualitas-kecerdasan-buatan/94894/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.18 WITA

  • #CEO UIPM Indonesia
  • #Rantastia Nur Alangan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pilihan Editor

  1. 1 Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  4. 4

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  5. 5

    Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.