Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KH. Abul Hidayat Saerojie: Imaam Wali Al Fattah Bangun Pesantren Masyarakat untuk Wujudkan Kehidupan Berjama'ah

KH. Abul Hidayat Saerojie: Imaam Wali Al Fattah Bangun Pesantren Masyarakat untuk Wujudkan Kehidupan Berjama'ah

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
03 Juli 2026, 20.23 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Imaam Wali Al Fattah
Abul Hidayat Saerojie

BOGOR, JurnalPost.com - Pembina Jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah se-Indonesia, KH. Abul Hidayat Saerojie, mengungkapkan bahwa konsep “pesantren masyarakat” yang digagas Imaam Wali Al Fattah pada 1976 bertujuan membangun kehidupan berjama'ah, yakni sebuah model kehidupan berjama'ah yang menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat sebagaimana dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para Khulafaur Rasyidin.

Hal itu disampaikan KH. Abul Hidayat Saerojie dalam Ceramah Shubuh di Masjid At-Taqwa Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Rabu (1/7/2026). Menurutnya, gagasan besar tersebut diungkapkan Imaam Wali Al Fattah saat berkunjung ke Dusun Muhajirun, Desa Negera Ratu, Natar, Lampung Selatan, yang masih dipenuhi dengan rumput ilalang, termasuk masjid juga beratapkan ilalang, berdinding bambu dan lantai masih tanah.

IKLAN

"Kita akan membangun Pesantren Masyarakat di sini (Muhajirun)," kata ustadz Abul Hidayat mengutip pernyataan Imaam Wali Al Fattah saat itu.

KBIH Al-Fatah
Baca Juga

KBIH Al-Fatah Resmikan Kantor Baru, Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Ustadz Abul Hidayat menjelaskan, kalimat tersebut bukan sekadar penamaan sebuah pesantren, tetapi menggambarkan konsep besar membangun kehidupan Islam secara menyeluruh. Dalam konsep itu, masjid menjadi sentral aktivitas umat, sementara kajian ilmu tidak hanya diperuntukkan bagi para santri, melainkan juga masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Konsep tersebut kemudian diwujudkan melalui pendirian Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah yang menyatu dengan kehidupan masyarakat Muhajirun. Kehadiran pesantren tidak dipisahkan dari masyarakat, tetapi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari warga dalam membangun kehidupan yang berlandaskan ajaran Islam.

Pada perkembangan berikutnya Imaam Jama'ah Muslimin (Hizbullah) kedua, H. Muhyiddin Hamidy, yang meneruskan kepemimpinan almarhum Imaam Wali Al Fattah, menetapkan Kampung Muhajirun sebagai proyek percontohan kehidupan berjama'ah sebagaimana diperintahkan Allah subhanahu wa ta'ala dan dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersama para sahabat di Madinah.

Menurut ustadz Abul Hidayat, konsep serupa kini juga diterapkan di Markaz Shuffah Hizbullah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Keberadaan pondok pesantren bersama masyarakat di sekitarnya menjadi miniatur pelaksanaan syariat Islam dalam kehidupan berjama'ah.

Pesantren Al-Fatah
Baca Juga

Ancaman Kriminal Meningkat, Warga Pondok Pesantren Al-Fatah Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Imaam Wali Imaam Wali Al Fattah

IKLAN

"Di lingkungan pesantren, shalat berjamaah, majelis taklim, pendidikan formal maupun nonformal, saling memberi salam, saling menguatkan sesama ikhwan, hingga gotong royong dan pelaksanaan sunnah-sunnah lainnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut ustadz Abul Hidayat mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri nikmat keberadaan markaz atau pesantren masyarakat sebagai sarana mengamalkan Islam secara kaffah, bukan hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

"Mari kita syukuri nikmat berjama'ah ini. Jangan sampai terjebak pada penampilan fisik tanpa makna. Al Jama'ah harus memiliki kualitas sebagai Ahlul Haq. Kita berkumpul bukan karena dorongan politik, ekonomi ataupun kesukuan, melainkan karena memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya," katanya.

Pesantren Al-Fatah
Baca Juga

Tegakkan Peraturan, Kesantrian Pondok Pesantren Al-Fatah Musnahkan Ratusan Kosmetik Santri Muslimat

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen bai'at kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan penuh kesungguhan, sebagaimana Allah ingatkan dalam Al Qur’an surat Al Fath 10:

"Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Nabi Muhammad), mereka juga berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Maka barang siapa melanggar janjinya, akibat pelanggaran itu akan menimpa dirinya sendiri. Dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar."

Ustadz Abul Hidayat menegaskan, bai'at yang telah dilakukan harusnya melahirkan perubahan dalam kualitas ibadah dan akhlak seorang muslim. Ibadahnya semakin baik, semakin khusyuk dan tawadhu kepada Allah.

Dalam Ceramah Shubuh tersebut ia juga mengimbau pengurus masjid agar terus memakmurkan dan mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. Masjid harus menjadi tempat berkembangnya pendidikan, dakwah, ibadah, musyawarah, dan berbagai kegiatan yang memperkuat kehidupan masyarakat Islam.

Ustadz Abul Hidayat Saerojie mengajak seluruh  untuk terus menjaga semangat kehidupan berjama'ah. Sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya masyarakat yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta tumbuhnya ukhuwah, ilmu, amal saleh, dan peradaban Islam. [AM]

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/abul-hidayat-saerojie-imaam-wali-al-fattah-bangun-pesantren-masyarakat-untuk-wujudkan-kehidupan-berjamaah/95392/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.36 WITA

  • #Pesantren Al-Fatah
  • #Pondok Pesantren Al-Fatah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah
  2. 2

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  3. 3

    Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  4. 4

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.