JURNALPOST.COM - Saat menghadiri acara Penyampaian SPT Pajak Penghasilan Pribadi (Pph) tahunan yang dirangkaikan dengan Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan yang digelar okeh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) Jum’at (4/3), Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla, sempat menceritakan tentang perusahaan keluarganya yaitu Kalla Group yang sudah ditinggalkannya selama 16 tahun.
JK mengaku sudah 16 tahun meninggalkan Kalla Group, yang merupakan perusahaan keluarga yang dirintis oleh ayahnya, HM Kalla. Perusahaan yang pernah dipimpinnya itu, kini ia percayakan untuk diurus oleh anak-anaknya bersama anggota keluarga Kalla lainnya.
JK juga mengaku sejak mengundurkan diri dari perusahaan, ia berusaha untuk tidak campur tangan lagi dengan perusahaan tersebut. Baik terkait mengenai kondisi keuangan Kalla Group, termasuk keuntungan setiap tahunnya juga tidak pernah ditanyakannya kepada pewaris.
"Paling saya tanya, kau bayar pajak berapa tahun ini?," kata JK.
Pertanyaan soal pajak, menurutnya adalah salah satu cara untuk mengetahui dua hal lain sekaligus tanpa harus bertanya. Pertama, jumlah pajak menggambarkan jumlah keuntungan perusahaan. Dan kedua, ia ingin mengetahui kejujuran anak-anaknya.
JK juga mengatakan bahwa ia bisa memperkirakan besar pajak perusahaan keluarganya dari perkembangan ekonomi terkini, sebab pajak yang dibayar pasti tinggi kalau ekonomi sedang baik.
JK menceritakan, pernah sekali waktu ia menyindir anak-anaknya karena pajak yang dibayarkan Kalla Group kalah besar dibandingkan dengan perusahaan lain, padahal, grup dengan berbagai anak perusahaan dan jenis usaha itu termasuk perusahaan paling besar di Sulsel.
"Saya tanya kenapa pajak kita tidak nomor satu. Itu kan berarti keuntungan kita juga tidak nomor satu," ujarnya.
JK mengaku, anak-anaknya sejak kecil selalu dididik untuk belajar disiplin kepada negara. Membayar pajak tepat waktu menjadi salah satu cara paling sederhana.
Hal itu dianggapnya sejalan dengan tujuan keluarganya membentuk perusahaan yang baik.
"Perusahaan yang baik kan berguna kepada negara, lalu berguna kepada masyarakat. Baru setelah itu, berguna bagi pemiliknya," ucapnya.
Selain pejabat negara dan daerah, penyampaian SPT yang berlangsung di Wisma Kalla tersebut, juga diberikan kepada sejumlah pengusaha di Sulsel. Diantaranya pimpinan Kalla Group yang juga merupakan anak-anak daei JK, yaitu Imelda Kalla, Fatimah Kalla, dan Chairani Kalla.
Turut hadir dalam acara tersebut pimpinan perusahaan besar di Sulsel, seperti CEO Fajar Group, Alwi Hamu, serta Bosowa Group, yang diwakili oleh Sadikin Aksa. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda