Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Wisata Alam Manggala Ranch sering disebut Selandia Baru ala Indonesia

Wisata Alam Manggala Ranch sering disebut Selandia Baru ala Indonesia

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
11 Maret 2024, 13.33 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Manggala Ranch

Oleh: Firyal Alfairuz Sabyla (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB)

JurnalPost.com - Pada liburan kemarin menjadi momen yang Istimewa bagiku dan keluargaku. Awalnya kami bingung untuk memilih destinasi obyek wisata. Kami pun mencari-cari obyek wisata yang kemungkinan belum kami kunjungi sebelumnya. Awalnya terdapat perdebatan yang cukup panjang tentang pemilihan obyek wisata. Tetapi akhirnya kami menemukan salah satu obyek wisata alam yaitu Manggala yang terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

IKLAN

Perjalanan kami dimulai pada hari pada pukul 10.00 pagi menggunakan mobil bersama mamah, kakak, dan kembaranku. Perjalanan tersebut memakan waktu hingga 30-40 menit. Selama diperjalanan kami mengobrol tertawa, dan berbagi cerita tentang rencana kami di Manggala Ranch. Selama perjalanan, kami juga memperhatikan pemandangan di sekitar kami. Hijaunya pepohonan dan keindahan alam sepanjang jalan membuat perjalanan kami menuju Manggala Ranch semakin menyenangkan.

Panorama Danau Gegas dan bendungan di Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Baca Juga

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Ketika kami tiba di Manggala Ranch, kami disambut dengan pepohonan dan udara alam yang segar. Tempat wisata Manggala Ranch buka setiap hari bagi wisatawan. Pada saat akhir pekan atau weekend, tempat wisata ini buka lebih awal pada pukul 07.30 – 16.30 lalu apabila ingin mengunjungi di hari-hari biasa dibuka pada pukul 08.00 – 16.00. Lalu kamipun masuk dengan parker Rp4000 dan membayar tiket masuk tersebut dengan harga Rp20.000. Sebelum itu, kami ditawarkan oleh penjaga untuk membeli pakan hewan dengan harga Rp3000 s.d Rp5000. Sayapun tertarik dengan pakan hewan tersebut, sehingga saya membelinya. Lalu kami diarahkan oleh petugas di Manggala Ranch tersebut. Karena areanya luas yang terletak di Kawasan perbukitan. Beberapa hewan yang ada di Manggala Ranch seperti peternakan domba, kelinci, ikan, dan unggas.

Obyek wisata Manggala ini, sering disebut sebagai Selandia Baru ala Indonesia. Menggala Ranch juga menawarkan pemandangan bukit hijau mirip dengan Selandia Baru. Selain itu, terdapat sekawanan domba yang dilepas di kawasan perbukitan hijau, menyerupai domba-domba di Selandia Baru kata orang sekitar. Suasana di Manggala Ranch bikin betah penggunjung seperti kami. Wisata ini juga cocok untuk destinasi dengan keluarga, teman, ataupun yang lain.

Saya pun sangat terpukau dengan keindahannya. Karena tempat wisata ini terdapat didesa tetapi dapat menimbulkan kesan yang sangat cantik seperti di luar. Kami pun mengelilingi Manggala Ranch untuk melihat beberapa hewan. Tetapi pertama yang saya tuju dengan hewan domba yang ada di Manggala. Kamipun memasuki wilayah domba tersebut, lalu kami memberi makan hewan yang telah diberi tadi. Saya kira domba nya hanya beberapa saja, tapi ternyata terdapat banyak sekali domba hingga belasan domba. Sangat lucu sekali domba domba disana. Saya pun memberika makan ke domba itu dan sesekali untuk memotret domba itu. Tanpa disangka-sangka terdapat domba dibelakangku dan domba itu menabrakku hingga hampir terjatuh. Saat itu juga saya pergi dari sekumpulan domba itu.

IKLAN

Setelah dari tempat domba, lalu pergi menuju tempat ternak yaitu sapi. Ternyata terdapat banyak sekali sapi-sapi. Dari yang jenisnya hitam, hitam putih, dan juga coklat. Tetapi saat saya ingin masuk ternyata oleh petugasnya tidak diperbolehkan untuk masuk karena rawan atau takut terjadi hal-hal yang tidak baik. Akhirnya hanya bisa melihat dari luar pagar saja. Lalu saya melanjutkan dengan melihat bebek, angsa, burung dan ayam. Ternyata terdapat beberapa ungags ayam yang memiliki jenis yang unik. Salah satunya yang saya lihat adalah ayam kalkun yang bertumbuh besar dan bulunya cantik. Lalu terdapat juga kolam kecil didalam kendang ungagsnya.

Pesona Budaya Flores
Baca Juga

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Selain itu juga terdapat kolam ikan yang cukup luas. Saya memberi makan beberapa macam ikan yang berwarna-warni disana. Kami juga dapat memberi makan dipinggi kolam ikan. Disebelah kolam ikan, ternyata terdapat area bermain anak. Kalau kalian membawa sepupu kalian yang masih kecil, bisa menjadi area bermain agar mereka tidak rewel. Mungkin bagiku tempat bermain untuk anak-anak cukup luas karena terdapat rumah-rumahan kecil, jembatan mini dari bambu lalu terdapat juga ayunan yang kemungkinan bisa dinaiki oleh orang dewasa. Memasuki waktu duhur, kamipun istirihat terlebih dahulu mengobrol Bersama pengunjung lain. Karena terdapat fasilitas mushola untuk tempat pengunjung melakukan ibadah jadi kamipun melakukan sholat terlebih dahulu. Karena kami sudah lelah, kami juga memesan makan di warung-warung disekitar tempat wisata. Kami memesan makan yaitu ayam goreng dengan lalapan nya dengan harga Rp20.000 yang menurut kami sangat terjangkau dengan harga tersebut. Setelah makan, kami mengobrol lagi dan lagi. Tanpa disangka-sangka disana saya bertemu dengan pengunjung lain yang sama-sama ingin melihat sapi. Akhirnya saya mengobrol dengannya. Dia mengajak saya untuk melihat lagi karena ia juga meminta saya untuk ditemenin untuk melihat domba.

Setelah kami melihat domba, ternyata di peternakan sapi sudah bisa dikunjungin oleh wisatawan tetapi harus bergantian. Karena banyak yang ingin melihat sapi tersebut jadi kamipun harus mengantrinya. Kami cukup lama untuk mengantrinya mingga 15 menitan. Akhirnya kamipun dapat masuk ke peternakan sapi. Kami dapat melihat-lihat beberapa sapi, tetapi saat kita melihat kami tetap harus dengan pawang sapinya dan diawasi olehnya. Kami juga ditawarkan untuk memeras susu sapi oleh penjaganya. Awalnya kami menolaknya karena takut kami ditendang oleh sapi sapi disana. Tapi akhirnya kami juga penasaran, sehingga akhirnya kami berani untuk melakukannya.

Kami saling bergantian untuk memeras susu sapinya. Saat saya sedang memeras sapinya, saya kira sangat mudang untuk melakukannya. Tetapi saat saya mempraktikan sendiri itu ternyata tidak semudah dilihat saja. Ternyata susah juga melakukannya. Kami juga ditawarkan oleh penjaganya untuk mencoba secara langsung minum air susu tersebyt. Tapi saya menolaknya karena saya tidak berani meminumnya langsung. Dan teman saya yang berani itu mencoba meminum air susu langsung. Katanya teman saya terasa enak tetapi rasanya hambar.

Setelah itu, sayapun bertanya-tanya kepada pengunjung tadi. Mengapa memilih wisata alam Manggala Ranch sebagai destinasi berlibur. Katanya, karena melihat dari laman Instagram yang sering muncul rekomendasi juga dari teman-temannya. Dilihat juga terlihat cukup menarik untuk dikunjungin Bersama keluarga dengar harga tiket masuk yang murah untuknya. Dan wisata tersebut sangat cocok untuk berlibur Bersama keluarga.

Pesona Malam Jalan Tunjungan
Baca Juga

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Akhirnya kami pun keluar dari peternakan sapi itu. Saya pun berpamitan dengan teman saya. Karena saya harus pulang Bersama keluargaku. Saat sudah berkumpul kembali, kami pun pulang dan meninggalkan Manggala Ranch. Kami menaiki mobil dan menuju kerumah. Saat diperjalanan, kami sangat Lelah tetapi juga senang. Karena kami dapat melihat langsung peternakan sapi, kambing, domba, ikan, unggas dan lainnya. Saat perjalanan, kami semua tertidur pulas karena capenya jalan-jalan hari ini. Walaupun cape tapi kami sangat menikmati destinasi di Manggala Ranch. Itu salah satu obyek wisata alam yang sangat indah yang dapat saya ceritakan kepada teman-teman saya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/wisata-alam-manggala-ranch-sering-disebut-selandia-baru-ala-indonesia/65934/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 15.50 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

Tiga Destinasi Wisata di TN Bantimurung-Bulusaraung Tutup Sementara Mulai 11 Januari 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

Pilihan Editor

  1. 1 UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali
  2. 2

    Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

  3. 3

    Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

  4. 4

    Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

  5. 5

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.