Surabaya, JurnalPost.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga menghadirkan program kerja baru bertajuk Vox Populi Gigs. Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas seni sekaligus menyuarakan kepedulian terhadap isu sosial, hukum, dan politik.
Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, organisasi, serta tuntutan akademik, ruang berekspresi melalui seni bagi mahasiswa dinilai semakin terbatas. Padahal, seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Vox Populi Gigs hadir dengan konsep yang memadukan pentas seni dan isu-isu aktual. Berbeda dari pertunjukan seni pada umumnya, acara ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membawa pesan reflektif bagi penonton.
Berbagai penampilan seperti band, teater, hingga monolog ditampilkan sebagai medium untuk mengangkat keresahan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui musik, pementasan, dan monolog, penonton diajak tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga merenungkan realitas sosial yang terjadi di sekitar mereka.
Acara tersebut digelar di Moments Cafe Surabaya dengan suasana hangat dan santai. Lokasi tersebut menjadi ruang berkumpul bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan.
Vox Populi Gigs tidak hanya menarik perhatian mahasiswa Fakultas Hukum, tetapi juga mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Airlangga. Kehadiran peserta lintas disiplin ilmu membuat suasana acara semakin inklusif dan memperkaya ruang diskusi mengenai isu sosial, hukum, dan politik yang diangkat dalam setiap pertunjukan.

Project Officer Vox Populi Gigs, Muh. Akram Alfaiq, mengatakan program ini merupakan inovasi baru dari BEM Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi mahasiswa agar dapat mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
“Vox Populi Gigs merupakan program kerja baru dari BEM Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang kami hadirkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk berekspresi melalui seni sekaligus lebih peka terhadap berbagai isu sosial, hukum, dan politik yang berkembang di masyarakat,” ujar Akram.
Akram menambahkan, seni dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan kepada publik. Melalui seni, isu-isu yang berat dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat, humanis, dan mudah diterima.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan, membangun empati, dan mengajak orang lain untuk peduli,” katanya.
Ia berharap Vox Populi Gigs dapat melahirkan mahasiswa hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, berani menyampaikan gagasan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Lebih dari sekadar acara, Vox Populi Gigs menjadi bukti bahwa seni dan hukum dapat berjalan beriringan. Mahasiswa hukum tidak hanya dituntut memahami pasal demi pasal, tetapi juga perlu memiliki kepekaan terhadap realitas sosial yang melatarbelakangi lahirnya hukum.
Melalui panggung seni, berbagai gagasan dan keresahan dapat disampaikan dengan cara yang lebih hidup. Program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak ruang kreatif di lingkungan kampus.
Sebab, mahasiswa tidak hanya membutuhkan ruang untuk belajar, tetapi juga ruang untuk berkarya, berekspresi, dan menyuarakan perubahan. Pada akhirnya, seni bukan sekadar pertunjukan, melainkan cara untuk menghidupkan suara masyarakat melalui kreativitas.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda