JurnalPost.com - Juru Bicara Muda DPP Partai Amanat Nasional Valeryan Bramasta menanggapi kejadian yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktober 2022. Pada kesempatan itu ia menyebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan pristiwa yang mengenaskan dan memalukan bagi para pelaku giat olahraga Indonesia.
“Saya sebagai penikmat olahraga khususnya sepakbola, menyatakan duka yang sangat mendalam bagi ratusan korban jiwa dari pertandingan Liga 1 antara Arema vs Persebaya. Pukulan telak bagi Bangsa ini karena pristiwa ini menjadi salah satu kejadian terbesar selama peradaban sepakbola dunia.” Kata Valeryan Bramasta.
Pemuda berumur 23 Tahun itu juga menyoroti mengenai tata kelola dan penyelenggaraan Sepakbola di Indonesia yang harus dievaluasi secara menyeluruh.
“Atas dasar kemanusiaan, saya mendesak para stakeholders baik PSSI sebagai induk Sepakbola, Kemenpora sebagai Lembaga Negara, aparat keamanan, dan Para pengelola Klub untuk cepat mencari solusi kedepan agar kejadian seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Perlu adanya evaluasi yang mendalam baik dari sisi pengelolaan klub maupun pengawas pertandingan untuk mematuhi prosedur yang sesuai ketentuan FIFA.
Tragedi yang menelan korban lebih dari 182 jiwa terdiri dari aparat keamanan, supporter, dan lainnya telah menjadi sorotan media dunia. Banyak kejanggalan yang terjadi dari perubahan jadwal panitia pelaksana, penembakan gas air mata ke arah tribun penonton, serta anarkisme antara petugas pengamananan dan supporter.
Pada laman Twitternya Valeryan Bramasta juga sempat menyenggol mengenai pengelolaan Organisasi olahraga yang dipimpin oleh orang bukan kompetensinya serta penjagaan tidak sesuai protokol FIFA menyebabkan jatuhnya ratusan korban di Kanjuruhan.
“Ketika lembaga/organisasi sepakbola dipimpin oleh orang yang tidak pada keahliannya, Ketika penjagaan giat sepakbola tak ditangani sesuai dengan protokolnya, Ketika sepakbola mementingkan menang atau kalah melebihi respect dan pesan damainya. Kemanusiaan diatas Kompetisi!” Ujar Valeryan di Twitter Pribadinya.
Valeryan menegaskan bahwa Olahraga sejatinya adalah kegiatan yang menyatukan, menyuarakan kedamaian, dan pesan saling menghargai.
“Olahraga adalah ajang untuk menyuarakan perdamaian, adu strategi, visi bermain, dan menggelorakan semangat sportivitas. Sehingga pengelolaannya harus dibarengi dengan kompetensi dari para pimpinannya, penjagaannya harus sesuai dengan ketetapan yang ada, supporternya harus paham akan pesan damainya. Ini semua bukan tentang menang dan kalah, lebih dari itu adalah persatuan serta kegiatan yang menghibur bagi seluruh aspek. Semua ornamen harus evaluasi demi kemajuan sepakbola negeri ini.” Tutupnya
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda