Aceh Besar, JurnalPost.com – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi desa dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Program Mahasiswa Berdampak bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani dan Posyandu melalui Diversifikasi Herbal Tradisional Makjun untuk Penanganan Pasca-Melahirkan di Desa Blang Tingkeum, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar.” Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat desa dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian herbal sekaligus melestarikan ramuan tradisional Aceh sebagai solusi alami bagi ibu pasca-melahirkan.
Ketua Tim Pelaksana, Dr. Mutiawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya transformasi lahan eks tanaman ilegal menjadi lahan produktif berbasis tanaman herbal seperti kunyit, jahe, dan lengkuas. “Kami ingin menghadirkan inovasi yang bukan hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya Aceh melalui produk herbal yang sehat, higienis, dan berdaya saing,” ujarnya.
Program yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi ini menghadirkan pendekatan hulu-hilir melalui penerapan teknologi pertanian modern seperti Greenhouse Modular, Solar Dryer Dome untuk pengeringan bahan baku, serta teknologi pengemasan MAP yang menjaga kualitas produk. Masyarakat juga dilatih dalam budidaya herbal organik, manajemen usaha, pengemasan, hingga pemasaran digital melalui platform e-commerce.
Sementara itu, Fauziah Andika, S.K.M., M.K.M., salah satu anggota tim pelaksana, menambahkan bahwa kegiatan ini juga berfokus pada peningkatan pengetahuan kesehatan ibu pasca-melahirkan. “Banyak ibu di pedesaan belum memahami manfaat ramuan tradisional Aceh seperti Makjun. Melalui Posyandu Rumoh Herba Indatu, kami mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan tanaman herbal sebagai pendukung pemulihan pasca persalinan yang aman dan alami,” ungkapnya.
Dalam program ini, lebih dari 20 mahasiswa lintas disiplin ilmu dari bidang farmasi, kesehatan masyarakat, sistem informasi, dan manajemen turut dilibatkan secara aktif dalam pelatihan, pendampingan, serta digitalisasi produk. Selain menghasilkan produk Teh Herbal Makjun, kegiatan ini juga menargetkan pembentukan UMKM Teh Herbal Makjun yang memiliki legalitas usaha seperti NIB, PIRT, dan merek dagang.
Sekretaris Desa Blang Tingkeum, Mukhlis, menyambut positif kegiatan yang digagas oleh Universitas Ubudiyah Indonesia tersebut. Ia menilai bahwa program Pemberdayaan Kelompok Tani dan Posyandu melalui Diversifikasi Herbal Tradisional Makjun sangat relevan dengan kebutuhan dan arah pembangunan desa yang sedang difokuskan pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kami di pemerintahan desa sangat mengapresiasi langkah Universitas Ubudiyah Indonesia yang turun langsung membina masyarakat. Program ini sejalan dengan visi RPJMDes Blang Tingkeum, yaitu menjadikan desa kami sebagai sentra tanaman herbal dan produk kesehatan tradisional,” ujar Mukhlis.
Mukhlis berharap agar program ini dapat terus berlanjut dan diperluas, sehingga Desa Blang Tingkeum dapat menjadi model desa herbal di Aceh Besar.
“Kami berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan program ini, baik dari sisi regulasi maupun pemberdayaan masyarakat. Pemerintah desa siap menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari agenda tetap pembangunan desa,” tutupnya.
Program ini melibatkan dua kelompok mitra, yaitu Kelompok Tani “Indatu Agro Tani” dan Posyandu “Rumoh Herba Indatu”, yang dibina secara terpadu untuk mengembangkan produk herbal tradisional Teh Makjun berbasis kearifan lokal Aceh. Ketua Kelompok Tani Indatu Agro Tani, T. Mukhtar Salim, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pelaksanaan program ini. Menurutnya, kehadiran tim dari Universitas Ubudiyah Indonesia telah membawa perubahan besar bagi petani di Desa Blang Tingkeum.
Selanjutnya Ketua Kelompok Posyandu Rumoh Herba Indatu, Sarah Nadia, S.TP., mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan Posyandu dalam program pemberdayaan yang dijalankan Universitas Ubudiyah Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini telah membuka wawasan baru bagi para kader dan ibu-ibu di Desa Blang Tingkeum tentang pentingnya pemanfaatan herbal tradisional dalam menjaga kesehatan ibu pasca-melahirkan.
Ke depan, produk Teh Herbal Makjun diharapkan menjadi ikon baru ekonomi kreatif Desa Blang Tingkeum serta model percontohan bagi desa lain di Aceh. Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin Tanpa Kemiskinan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda