
Padang, JurnalPost.com – Sabtu pagi itu, semilir angin laut Pantai Sungai Pisang, Padang, membawa aroma khas pesisir yang berpadu dengan semangat ratusan peserta. Mereka hadir bukan sekadar untuk menanam pohon, tetapi menanam harapan — harapan untuk garis pantai yang tetap teguh, laut yang tetap bersih, dan ekosistem yang terus hidup.
PLN Unit Pelaksana Pendidikan dan Latihan (UPDL) Padang turut ambil bagian dalam momen ini dengan memeriahkan penanaman 1.000 pohon mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2025. Kegiatan ini diprakarsai oleh PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Teluk Sirih, bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Teluk Kabung dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat.
Manager PLN IP UBP Teluk Sirih, Lufti Nul Hakim, mengingatkan bahwa pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu pihak. Dalam sambutannya, ia mengutip pesan Rasulullah SAW:
“Jika salah seorang di antara kalian sedang memegang biji tanaman lalu ia tahu bahwa hari kiamat akan terjadi, maka jika ia bisa menanamnya sebelum hari kiamat datang, maka tanamlah.” (HR. Ahmad)
Bagi Zaki Yamani Kertapati, Manager PLN UPDL Padang, yang hadir bersama TL Mutu & Kinerja Asep Cefy, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat melahirkan dampak nyata. “Ini bukan hanya soal menanam pohon, tapi menanam masa depan. Setiap mangrove yang tumbuh akan menjadi benteng alam yang melindungi pantai kita dari abrasi, sekaligus menyerap emisi karbon,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, perwakilan manajemen PLN UID Sumbar, Manager PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Teluk Kabung, Kapolsek Bungus Teluk Kabung, Camat Bungus Teluk Kabung, Lurah Sungai Pisang, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Teluk Kabung, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Forum Komunikasi Masyarakat Pencinta Lingkungan Hidup Bungus Timur, Forum Pengelola DAS Provinsi Sumatera Barat, Yayasan Rimba Indonesia, dan Yayasan Gajah Sumatera.
Hari Mangrove Sedunia, yang diperingati setiap 26–27 Juli, menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya hutan mangrove sebagai pelindung alami pesisir, rumah bagi keanekaragaman hayati, dan penopang ekonomi masyarakat pesisir.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda