Aceh Tamiang, JurnalPost.com – Tepat sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, tepatnya pada tanggal 14 Februari 2026, Universitas Samudra (Unsam) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini menyasar Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed, yang masih dalam masa pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.
Tim PKM yang dipimpin oleh dosen Fakultas Sains dan Teknologi Unsam, Rauzah Munauwarah, M.Sc, bersama sejumlah mahasiswa, menyalurkan 50 paket bantuan logistik berupa mainan edukatif dan pakaian layak pakai untuk balita. Pemilihan desa ini didasarkan pada data dari sekretaris desa yang mencatat bahwa dari kurang lebih 150 kepala keluarga yang bermukim di Desa Alue Ie Puteh, terdapat sekitar 50 balita yang menjadi penerima manfaat program ini.
"Kami memilih waktu penyaluran tepat sebelum Ramadhan dengan harapan dapat membawa berkah dan keceriaan tersendiri bagi anak-anak di sini. Bantuan mainan dan pakaian ini kami berikan sebagai upaya untuk mengurangi trauma pascabencana yang mungkin masih membekas, sekaligus memberikan sedikit kegembiraan di masa transisi menuju bulan penuh ampunan," ujar Rauzah Munauwarah, M.Sc, Ketua Tim PKM, di sela-sela kegiatan.
Banjir yang dipicu oleh curah hujan ekstrem pada November tahun lalu telah melumpuhkan sebagian besar wilayah Aceh Tamiang. Ketinggian air yang dilaporkan mencapai 3 hingga 11 meter di sejumlah titik tidak hanya merendam ribuan rumah dan fasilitas kesehatan, tetapi juga menyisakan trauma mendalam, terutama bagi balita yang kehilangan rasa aman dan ruang bermain mereka. Genangan lumpur tebal pascabencana menjadi pengingat akan peristiwa yang mengguncang daerah itu.

Datok Desa Alue Ie Puteh, Sopian, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Unsam yang menyasar kelompok usia paling rentan. Menurutnya, di tengah gelombang bantuan yang berfokus pada perbaikan infrastruktur dan logistik dasar, perhatian pada pemulihan psikologis balita kerap terlupakan. "Senyum dan tawa anak-anak saat menerima mainan ini adalah pemandangan yang sangat berharga. Ini menjadi suntikan semangat bagi orang tua untuk bangkit dan menyambut Ramadhan dengan lebih optimis," ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Universitas Samudra dalam merespons kondisi darurat dan mendukung pemulihan pascabencana. Sebelumnya, Unsam melalui LPPM juga telah mengerahkan beberapa tim dosen dan mahasiswa melalui program “PKM Tanggap Bencana” di beberapa desa Kecamatan Manyak Payed, untuk memulihkan semangat pendidikan anak-anak, serta rehabilitasi sanitasi dan akses air bersih di wilayah terdampak banjir. "Kami berharap kehadiran kami dapat membawa makna, tidak hanya secara materi, tetapi juga secara emosional bagi anak-anak balita di desa Alue Ie Puteh ini," tutup Rauzah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda