
ACEH TAMIANG, JurnalPost.com – Dampak bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 masih menyisakan tantangan bagi dunia pendidikan. Merespons kondisi tersebut, Universitas Samudra (Unsam) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Hibah Tanggap Darurat Bencana melaksanakan aksi nyata di SMA Negeri 3 Manyak Payed pada Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan yang bertajuk “Optimalisasi Perlengkapan Pembelajaran Darurat Pasca Banjir” ini dipimpin langsung oleh Muhammad Al Dilwan, M.Pd., yang merupakan Dosen sekaligus Koordinator Program Studi (Korprodi) Pendidikan Geografi Universitas Samudra. Program ini hadir sebagai bentuk komitmen LPPM Universitas Samudra dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana melalui Pilar 5: Pendidikan Darurat.
Berdasarkan survei lapangan yang dilakukan tim pada Desember 2025, SMAN 3 Manyak Payed menjadi salah satu titik terdampak. Meski struktur bangunan tetap kokoh, rendaman air setinggi lebih dari satu meter merusak fasilitas vital sekolah, mulai dari buku perpustakaan, dokumen administrasi hingga perlengkapan kelas seperti meja dan kursi siswa. Dampak paling memprihatinkan terlihat pada para siswa yang kehilangan perlengkapan belajar mereka tas, buku catatan, dan alat tulis hanyut atau rusak.

“Pendidikan darurat bukan sekadar soal transfer ilmu di kelas, melainkan bagian integral dari layanan psikososial. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi siswa untuk pulih dari trauma,” ujar Muhammad Al Dilwan di sela-sela kegiatan. Beliau menekankan bahwa tanpa perlengkapan dasar, siswa menghadapi hambatan mental untuk kembali ke rutinitas sekolah.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 100 siswa penerima manfaat mendapatkan paket perlengkapan pembelajaran darurat. Paket ini diharapkan menjadi simbol "kebangkitan" agar para generasi muda di Manyak Payed tidak kehilangan motivasi meski di tengah keterbatasan pascabencana.
Penulis: Muhammad Al Dilwan, M.Pd. (Korprodi Pendidikan Geografi Universitas Samudra)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda