Libatkan Tim Dosen PGSD Unesa
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim dosen PGSD Unesa yang terdiri atas Dr. Yuni Suprapto, S.Pd., M.Pd., Dr. Putri Rachmadyanti, S.Pd., M.Pd., Dr. Mujahiddin Farid, S.Pd., M.Pd., Dr. Wasis Suprapto, S.Pd., M.Pd., serta Ulfi Aminatuz Zahroh, M.Pd. Tim dosen memberikan pendampingan kepada peserta mulai dari pemahaman konsep pembelajaran berbasis kearifan lokal hingga praktik penyusunan modul ajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Pelatihan diawali dengan kegiatan interaktif menggunakan platform Mentimeter. Media digital tersebut digunakan sebagai sarana asesmen awal sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang lebih partisipatif. Melalui kuis dan jajak pendapat, tim pemateri memetakan pemahaman awal peserta mengenai integrasi kearifan lokal ke dalam pembelajaran IPS. Peserta kemudian memasuki sesi identifikasi berbagai potensi budaya, tradisi, situs sejarah, serta nilai sosial masyarakat Blitar yang dapat disesuaikan dengan capaian pembelajaran IPS di sekolah dasar.Guru Susun Draf Modul Ajar
Dalam sesi praktik, para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memetakan berbagai bentuk kearifan lokal yang dinilai relevan sebagai sumber pembelajaran. Hasil pemetaan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menyusun modul ajar secara sistematis. Tim dosen PGSD Unesa memberikan pendampingan selama proses penyusunan agar modul yang dihasilkan tetap memperhatikan prinsip pedagogis sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Dari kegiatan tersebut, peserta menghasilkan draf modul ajar IPS yang memuat berbagai unsur kearifan lokal Blitar dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan lokal dinilai dapat membuat materi IPS menjadi lebih konkret karena siswa dapat mempelajari konsep sosial melalui kondisi yang mereka jumpai di sekitar tempat tinggalnya.Dukung Pendidikan Berkualitas dan Pelestarian Budaya
Pelatihan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas guru dalam menghasilkan bahan ajar yang inovatif dan relevan. Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama dalam aspek perlindungan dan pelestarian warisan budaya. Melalui pendidikan formal, berbagai pengetahuan dan nilai budaya daerah diharapkan dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.
Pada akhir kegiatan, para peserta berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil pelatihan melalui komunitas belajar maupun Kelompok Kerja Guru (KKG) di lingkungan masing-masing.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan modul ajar berbasis kearifan lokal sehingga tidak hanya digunakan oleh peserta pelatihan, tetapi juga dapat dikembangkan oleh lebih banyak guru di Kabupaten Blitar.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pendidik sekolah dasar ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap sejarah, budaya, dan keberagaman daerahnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda