BANTUL, JurnalPost.com – Pusat Pengabdian Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak (P3A) di empat sekolah Muhammadiyah Aisyiyah di empat Kabupaten: MA & MI Pondok Pesantren Roudhotun Nasyi'in Muhammadiyah, SMA Taruna Muhammadiyah Magelang, SD Muhammadiyah Purwodadi, dan Paud & TK ABA Kembaran Yogyakarta.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kekerasan terhadap anak, termasuk di lingkungan sekolah, serta kurangnya pemahaman guru dalam menangani kasus tersebut. Menyanggapi hal ini, tim dosen Keperawatan UMY mengambil inisiatif memberikan edukasi kepada para guru agar lebih siap dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis.
Sebanyak total 50 guru dan orang tua mengikuti kegiatan ini secara aktif. Materi pelatihan disampaikan dari tiga perspektif utama: kesehatan, hukum, dan agama.

Ferika Indarwati, Ns., M.Ng., Ph.D., selaku pemateri bidang kesehatan, menjelaskan bahwa kekerasan terhadap anak berdampak jangka panjang, termasuk trauma, gangguan sosial, dan potensi meniru perilaku kekerasan. Ia menekankan pentingnya deteksi dini oleh guru terhadap tanda-tanda kekerasan.
Menambahkan dari sisi perawatan, Dr. Ns. Falasifah, M.Kep., menyebutkan bahwa guru adalah garda terdepan dalam melindungi anak dari lingkungan yang berbahaya. Mereka perlu dibekali kemampuan observasi dan empati agar dapat membantu siswa secara tepat.

Dari aspek hukum, Dr. King Faisal Sulaiman, SH, LLM., menyampaikan pentingnya pemahaman guru mengenai Undang-Undang Perlindungan Anak. Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab hukum jika terjadi pembiaran terhadap kasus kekerasan.
Sementara itu, Dr. Mir'atun Nisa', S.Th.I., M.Si., mengangkat pendekatan keagamaan dalam mendidik. Ia menekankan bahwa Islam mengajarkan pendidikan yang berlandaskan kasih sayang dan kelembutan, meneladani Rasulullah SAW yang mendidik anak-anak tanpa kekerasan.
Kepala Sekolah MA Muhammadiyah Roudhotun Nasyi'in memberikan apresiasi terhadap pelatihan ini dan berharap ada kerja sama lanjutan di masa mendatang. Menurutnya, pelatihan ini sangat membuka wawasan guru dan memberikan solusi nyata dalam menghadapi permasalahan kekerasan terhadap siswa.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan foto bersama seluruh peserta dan pemateri. Program ini menunjukkan komitmen UMY dalam memperkuat perlindungan anak melalui pemberdayaan tenaga pendidik di sekolah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda