Pelatihan penggunaan mesin pengering batik bersama pelaku usaha Sidomukti
Magetan, JurnalPost.com – Upaya pelestarian budaya lokal kini tak hanya berbicara soal warisan, tetapi juga tentang inovasi dan kemandirian ekonomi. Hal ini terlihat dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Politeknik Negeri Madiun dan didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan, melalui Program Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ini menyasar sektor usaha batik lokal, yang menjadi salah satu identitas budaya dan potensi ekonomi unggulan daerah. Program dilaksanakan selama periode Juni–November 2025, dengan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Tim pelaksana terdiri dari Erina Rahmadyanti, Fendi Achmad, Hanna Zakiyya, dan Muhammad Supriyanto. Dalam pelaksanaannya, tim mendampingi dua kelompok usaha bersama (KUBe) yaitu Mukti Rahayu dan Seruling Etan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan pengelolaan usaha batik berbasis teknologi.
Proses pengembangan motif batik khas Desa Sidomukti bersama tim dan warga
Fokus utama program mencakup: rancang bangun mesin pengering batik dan mesin ngeloyor untuk meningkatkan efisiensi produksi; pelatihan desain motif batik yang mengangkat narasi budaya lokal Sidomukti; dan pendampingan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi dan mengkomersialisasikan karya motif batik lokal.
“Kami ingin menghubungkan budaya dan teknologi agar batik lokal tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan bersaing secara ekonomi,” ujar Erina Rahmadyanti, ketua tim pelaksana dari Unesa.
Dokumentasi pendampingan HKI motif batik oleh tim Unesa, Poltek Madiun, dan Disperindag Magetan
Partisipasi aktif Disperindag Magetan memperkuat program ini sebagai bagian dari strategi daerah dalam membina pelaku industri kecil dan menengah. Dukungan kebijakan dan jejaring industri diharapkan mampu membuka akses pemasaran yang lebih luas.
“Dengan adanya mesin pengering dan desain baru, kami lebih percaya diri menghadapi pesanan dalam jumlah besar, bahkan dari luar daerah,” kata salah satu mitra pembatik.
Program PM-UPUD ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan dampak nyata: budaya terlindungi, pelaku usaha terangkat, dan ekonomi lokal bergerak maju.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda