Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Tol Getaci Gagal Lelang Dua Kali, Pemerintah Perlu Ubah Strategi

Tol Getaci Gagal Lelang Dua Kali, Pemerintah Perlu Ubah Strategi

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
18 April 2026, 11.00 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Tol Getaci
Tol Getaci - 2 (Courtesy Kementerian PU

Tol Getaci Gagal Lelang Tol Getaci - 1 (Courtesy Kementerian PU)

Jakarta, JurnalPost.com – Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS) menyoroti mandeknya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap atau Tol Getaci. “Proyek ini sudah dua kali gagal lelang. Proyeknya tidak laku, kurang menarik di mata investor, karena itu pemerintah harus mengubah strategi pembangunan,” ujar Direktur Eksekutif PUKIS M. M. Gibran Sesunan, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/4).

IKLAN

Sebagai catatan, Tol Getaci sebetulnya telah mendapatkan investor pada proses lelang yang pertama, namun konsorsium pemenang lelang tersebut gagal memenuhi kewajiban pembiayaan proyek (financial close) sehingga pemerintah terpaksa melakukan lelang ulang, namun tidak berhasil menggaet investor pada saat lelang yang kedua. Karena itu, PUKIS mempertanyakan langkah dan mitigasi yang disiapkan pemerintah demi keberlanjutan proyek ini. “Pemerintah mestinya memiliki rencana alternatif untuk Tol Getaci. Percuma terus-menerus dilelang ulang jika tidak ada perubahan strategi pembangunan dan pengusahaan jalan tol ini,” kata Gibran.

IJTI
Baca Juga

IJTI Kutuk Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel, Desak Pembebasan Tanpa Syarat

Gibran menerangkan, gagal lelang ini berdampak serius terhadap keberlangsungan proyek strategis yang menghubungkan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah ini. Padahal, investor diperlukan untuk membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang bertugas membangun, mengembangkan, dan mengoperasikan ruas ini. Keberadaan BUJT sangat krusial karena mereka bertanggung jawab menyusun perencanaan teknis yang menjadi dasar pelaksanaan konstruksi. Selain itu, BUJT juga bertugas menyiapkan dana talangan dalam pengadaan tanah dalam hal anggaran pemerintah belum siap atau belum bisa dicairkan.

Gibran menuturkan sejumlah alasan proyek jalan tol terpanjang di Indonesia ini kurang diminati investor. Pertama, biaya investasinya sangat tinggi sementara proyeksi lalu lintas jalan tol ini terlampau rendah. Akibatnya, pendapatan dari tarif tol menjadi tidak signifikan bagi badan usaha. PUKIS memperkirakan, proyeksi lalu lintas dari Gedebage hingga Tasikmalaya sebetulnya masih tinggi, namun volume kendaraan dari Tasikmalaya ke Cilacap kemungkinan akan sangat rendah. “Hal ini tentu mempengaruhi tingkat kelayakan proyek sehingga calon investor akan berhitung ulang soal pengembalian investasinya,” terang Gibran.

Kedua, iklim investasi di bidang infrastruktur memang sedang lesu. Kondisi perekonomian yang tidak menentu membuat calon investor memilih bermain aman. Pasalnya, proyek infrastruktur termasuk berisiko tinggi, memerlukan modal yang besar, dan pengembalian investasinya pun jangka panjang. Ditambah lagi, pasar sepertinya melihat infrastruktur tidak lagi menjadi fokus utama pemerintahan saat ini, tercermin dari anggaran infrastruktur yang kian menyusut dalam APBN.

IKLAN

Tol Getaci Tol Getaci - 2 (Courtesy Kementerian PU

ISOPLUS Run
Baca Juga

Event Lari ISOPLUS Run Series 2026 Digelar di Jakarta & Surabaya, Ini Jadwal dan Kategorinya

Sebagai rekomendasi, PUKIS menyampaikan beberapa opsi agar proyek Tol Getaci ini dapat berjalan. Alternatif pertama, pemerintah berpartisipasi secara langsung dalam pembangunan melalui skema dukungan konstruksi (dukon). Dengan skema ini, pemerintah dan badan usaha berbagi beban anggaran dan pelaksanaan konstruksi sehingga hitung-hitungan biaya investasi menjadi lebih masuk akal bagi investor. Skema ini sudah diterapkan pada berbagai proyek jalan tol, di antaranya ruas Semarang-Demak dan Serang-Panimbang yang saat ini juga sedang dibangun.

Namun demikian, Gibran pesimistis soal komitmen anggaran dari pemerintah untuk memberikan dukungan konstruksi karena anggaran infrastruktur di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sangat minim dan prioritasnya bukan untuk jalan tol. Apalagi, Kementerian Pekerjaan Umum belum lama ini menyatakan bahwa pemerintah tidak akan lagi memberikan dukungan konstruksi pada proyek-proyek KPBU.

Alternatif kedua, Presiden dapat memerintahkan badan pengelola investasi milik negara, baik Danantara ataupun INA, untuk “turun gunung” dan masuk ke proyek ini, misalnya dengan menginisiasi dan memimpin konsorsium untuk mengikuti proses lelang berikutnya. Gibran berpendapat, pemerintah telah menawarkan Tol Getaci kepada publik dan dunia usaha, artinya proyek ini dianggap menguntungkan secara komersial. Karena itu Danantara atau INA mestinya turut berpartisipasi menyukseskan proyek ini ketika tidak ada investor lain yang masuk.

Alternatif ketiga adalah merevisi lingkup pengusahaan jalan tol. Caranya dengan membelah ruas Tol Getaci yang terlalu panjang menjadi dua, yakni Tol Gedebage-Tasikmalaya dan Tol Tasikmalaya-Cilacap. Dua ruas ini kemudian dilelang dalam dua paket yang berbeda sehingga biaya investasi setiap paketnya menjadi tidak terlalu besar dan tidak memberatkan investor.

Siaran Pers
Baca Juga

Panduan Lengkap Cara Mendistribusikan Siaran Pers

Gibran berpandangan, revisi lingkup pengusahaan jalan tol akan bermanfaat bagi keberlanjutan proyek karena Tol Gedebage-Tasikmalaya lebih mudah dijual kepada investor mengingat kondisi existing maupun potensi lalu lintas yang tinggi. Ketika permintaan (demand) pada ruas Gedebage-Tasikmalaya sudah terbentuk, pemerintah nantinya akan lebih mudah menawarkan ruas Tasikmalaya-Cilacap kepada investor karena konektivitas dan bangkitan lalu lintas sudah semakin baik dan aktivitas perekonomian di sekitar juga sudah lebih menggeliat.

“Intinya harus ada terobosan dari pemerintah untuk Tol Getaci. Jangan hanya bolak-balik lelang-gagal-lelang-gagal tanpa ada kemajuan yang berarti. Tidak apa-apa jika pembangunan difokuskan sampai Tasikmalaya terlebih dahulu ketimbang stagnan seperti sekarang ini,” pungkas Gibran. ***

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/tol-getaci-gagal-lelang-dua-kali-pemerintah-perlu-ubah-strategi/92272/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.23 WITA

  • #Jalan Tol
  • #Press Release
  • #Siaran Pers
  • #Tol Getaci

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Pilihan Editor

  1. 1 Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
  2. 2

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  3. 3

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  4. 4

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  5. 5

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.