TASIKMALAYA, JurnalPost.com — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 jenjang Sekolah Dasar (SD) di SDN Leuwihalang, Kabupaten Tasikmalaya, berjalan tertib dan lancar meski menghadapi keterbatasan infrastruktur jaringan internet. Ujian yang digelar pada Rabu hingga Kamis (22–23/4/2026) ini merupakan bagian dari gelombang kedua dan dilaksanakan dalam dua sesi setiap harinya.
Keterbatasan akses internet berbasis kabel tidak menghalangi pihak sekolah untuk tetap menyelenggarakan TKA. Dengan memanfaatkan jaringan selular, seluruh rangkaian ujian dapat berlangsung tanpa kendala berarti. Kepala SDN Leuwihalang, Iyus Yustira, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ujian di hari pertama.
“Alhamdulillah meski menggunakan jaringan selular, pelaksanaan TKA di sekolah kami berjalan lancar. Mudah-mudahan ke depan ada bantuan fasilitas internet khusus untuk sekolah,” ujarnya.
Sebanyak 18 siswa kelas VI mengikuti TKA di sekolah tersebut. Proktor TKA SDN Leuwihalang, Siti Latifah M, menjelaskan bahwa peserta dibagi ke dalam dua sesi, yakni sesi pertama pukul 07.00–08.45 WIB dan sesi kedua pukul 09.15–11.00 WIB. Pembagian sesi dilakukan untuk memastikan kelancaran teknis selama ujian berlangsung.
Sementara itu, Pengawas Bina Kecamatan Pagerageung, Hj. Eli Solihat, menyebutkan bahwa secara umum pelaksanaan TKA di wilayahnya berjalan lancar. Namun demikian, ia mencatat masih adanya keterbatasan sarana penunjang seperti laptop atau Chromebook serta akses internet di sejumlah sekolah.
“Kondisi ini memang tidak sampai menghambat pelaksanaan, tetapi tetap perlu menjadi perhatian pemerintah agar ke depan pelaksanaan berbasis digital bisa lebih optimal,” katanya.
Ia juga berharap TKA benar-benar mampu mencerminkan kemampuan riil siswa. Menurutnya, hasil TKA seharusnya dapat menjadi bahan refleksi baik bagi peserta didik maupun satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Secara nasional, pelaksanaan TKA jenjang SD dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026, dengan ujian susulan pada 11 hingga 17 Mei 2026. Adapun hasil TKA akan diumumkan pada 18 hingga 23 Mei 2026.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai instrumen evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ia menyebutkan bahwa data hasil TKA dari berbagai jenjang pendidikan akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan ke depan.
“Sebetulnya TKA ini untuk perbaikan kualitas pembelajaran. Semua pihak, baik sekolah, pemerintah daerah, maupun kementerian, harus memiliki strategi untuk mengakselerasi kualitas berdasarkan hasil yang ada,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menyoroti masih rendahnya capaian numerasi siswa, khususnya pada mata pelajaran Matematika. Ia menilai pendekatan pembelajaran yang tepat menjadi kunci dalam meningkatkan literasi dan numerasi, terutama dengan menyesuaikan metode belajar sesuai usia anak.
Pelaksanaan TKA yang relatif lancar di berbagai daerah, termasuk di SDN Leuwihalang, menjadi indikator kesiapan sekolah dalam menghadapi transformasi digital pendidikan. Meski demikian, pemerataan infrastruktur tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan. (Ade Dedi)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda