JAKARTA, JurnalPost.com — Menjaga skor kredit tetap sehat menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesiapan finansial jangka panjang. Riwayat pembayaran yang baik dapat membantu seseorang ketika membutuhkan akses pembiayaan pada masa mendatang.
Wakil Direktur Utama OK Bank, Hendra Lie, mengatakan skor kredit pada dasarnya menggambarkan rekam jejak seseorang dalam memenuhi kewajiban pembiayaan. Catatan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan lembaga keuangan ketika menilai pengajuan fasilitas kredit.
“Skor kredit yang sehat mencerminkan riwayat pembayaran yang terjaga. Rekam jejak finansial seperti ini yang nantinya membantu saat butuh pembiayaan,” ujar Hendra dalam keterangannya.
Menurutnya, kondisi riwayat kredit perlu diperhatikan sejak awal. Keterlambatan pembayaran, tunggakan, hingga kewajiban yang tidak diselesaikan dapat tercatat dan berpengaruh terhadap penilaian ketika seseorang kembali mengajukan pembiayaan.
Karena itu, masyarakat disarankan tidak hanya berfokus pada kemampuan memperoleh kredit, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan untuk memenuhi seluruh kewajibannya secara tepat waktu.
Kondisi riwayat kredit dapat diketahui melalui layanan informasi debitur yang tersedia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi tersebut mencakup catatan fasilitas pembiayaan serta riwayat pembayaran yang dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi kredit.
“Riwayat kredit sendiri sebaiknya kita kenali sebagai bagian dari menjaga kesehatan keuangan. Dari catatan itu, kita lebih mudah mengevaluasi kewajiban yang berjalan dan memperbaiki kebiasaan pembayaran,” kata Hendra.
Salah satu kebiasaan paling sederhana untuk menjaga rekam jejak kredit adalah membayar cicilan sesuai jadwal. Besarnya kewajiban juga perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan agar pembayaran tidak mengganggu kebutuhan rutin lainnya.
Selain itu, penggunaan fasilitas kredit sebaiknya dilakukan sesuai kebutuhan. Sebelum mengambil pembiayaan, masyarakat perlu memahami besaran cicilan, jangka waktu pembayaran, bunga, serta biaya lain yang menyertai fasilitas tersebut.
Perhitungan tersebut penting agar calon peminjam mengetahui seberapa besar pengaruh kewajiban baru terhadap arus kas bulanannya.
“Kunci menjaga skor kredit adalah konsisten mengelola kewajiban. Caranya, sesuaikan setiap fasilitas kredit dengan kemampuan pembayaran agar semuanya lancar sesuai jadwal,” ujarnya.
Riwayat pembayaran yang baik juga dapat membantu seseorang mempersiapkan berbagai kebutuhan finansial pada tahap kehidupan berikutnya. Pembiayaan bisa digunakan untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif, selama dilakukan dengan perencanaan yang matang.
Untuk kebutuhan tertentu, misalnya, masyarakat dapat memanfaatkan kredit tanpa agunan ketika membutuhkan dana tambahan. Sementara bagi pelaku usaha, fasilitas pembiayaan dapat digunakan untuk mendukung pembelian peralatan maupun pengembangan aktivitas usaha.
OK Bank melayani nasabah individu melalui berbagai produk perbankan, mulai dari simpanan hingga fasilitas kredit konsumtif. Menurut perusahaan, pemahaman terhadap kondisi riwayat kredit dapat membantu masyarakat menggunakan fasilitas pembiayaan dengan lebih terencana.
Pada akhirnya, menjaga skor kredit tidak harus dimulai ketika seseorang hendak mengajukan pinjaman dalam jumlah besar. Kebiasaan tersebut dapat dibangun sejak pertama kali menggunakan fasilitas kredit.
Membayar kewajiban tepat waktu, mengambil pembiayaan sesuai kemampuan, serta rutin mengevaluasi riwayat kredit menjadi langkah sederhana untuk membangun rekam jejak keuangan yang sehat dan mendukung kebutuhan pembiayaan pada masa mendatang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda