Kubu Raya, Kalimantan Barat, JurnalPost.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Universitas Indonesia resmi memulai rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Kawasan Transmigrasi Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan kawasan transmigrasi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan ekonomi berbasis komoditas unggulan melalui pelatihan digitalisasi dan pelayanan prima serta penyusunan laporan keuangan dan laporan tahunan.
Program Ekspedisi Patriot UI 2026 merupakan bentuk dukungan akademisi terhadap agenda pembangunan yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dalam mendorong transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan daya saing kawasan transmigrasi.
Tim tiba di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, pada Jumat (31/7/2026) dan langsung melaksanakan persiapan internal serta briefing untuk menyusun strategi pelaksanaan program selama program berjalan. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam menyamakan persepsi seluruh anggota tim mengenai target, pembagian tugas, serta timeline kegiatan yang akan dijalankan, khususnya pada pekan pertama pelaksanaan program.
Selama 3–7 Agustus 2026, Tim Ekspedisi Patriot memfokuskan kegiatan pada audiensi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Kubu Raya. Langkah ini dilakukan untuk membangun sinergi lintas sektor sekaligus menyelaraskan program pendampingan dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat kawasan transmigrasi.
Dalam sepekan, tim melakukan kunjungan ke sejumlah instansi, antara lain Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kubu Raya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kubu Raya, serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Kubu Raya. Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah kecamatan, meliputi Kecamatan Rasau Jaya, Kecamatan Sungai Raya, Kecamatan Sungai Kakap, dan Kecamatan Kubu. Selanjutnya dalam pekan kedua akan dilanjutkan ke Kecamatan Teluk Pakedai dan 28 desa yang termasuk dalam kawasan transmigrasi Kabupaten Kubu Raya.
Melalui rangkaian audiensi tersebut, berbagai masukan diperoleh terkait kondisi eksisting kawasan transmigrasi, potensi ekonomi lokal, hingga kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa. Sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama meliputi penguatan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, digitalisasi administrasi dan pemasaran produk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi unggulan desa.
Selain mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah di tingkat kabupaten, program ini juga memperoleh dukungan penuh dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Drs. Ahmad Priyono, M.M. Menurutnya, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot UI 2026 menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa. Beliau sangat mengapresiasi dan menilai program ini mampu memperkuat pengembangan sumber daya manusia, mendorong inovasi desa, serta mendukung transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Kami sangat mendukung pelaksanaan Program Ekspedisi Patriot UI 2026 di Kawasan Transmigrasi Rasau Jaya. Sekiranya ada hal apapun yang dibutuhkan maka kami siap mendukung karena program ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kawasan transmigrasi di Kalimantan Barat," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat.
Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Transmigrasi, pembangunan kawasan transmigrasi saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada perpindahan penduduk, tetapi juga menitikberatkan pada membangun kawasan dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, hilirisasi komoditas unggulan, transformasi digital, serta kolaborasi multipihak dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.
"Tim Ekspedisi Patriot UI 2026 hadir dengan berbagai program sebagai tindak lanjut atas hasil riset, Focus Group Discussion (FGD), dan workshop yang telah dilaksanakan oleh Tim Ekspedisi Patriot UI 2025. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan berbasis potensi dan sumber daya lokal. Kami meyakini bahwa membangun bangsa tidak dapat dilepaskan dari upaya membangun kapasitas sumber daya manusianya. Ketika masyarakat semakin berdaya, fondasi pembangunan yang berkelanjutan pun akan semakin kokoh," ujar Siti Fatimah, Dosen Sekolah Vokasi Universitas Indonesia sekaligus Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI 2026 di Kawasan Transmigrasi Rasau Jaya.
Rangkaian kegiatan koordinasi pada pekan pertama menjadi fondasi awal sebelum memasuki tahap implementasi program di lapangan. Dalam agenda berikutnya, Tim Ekspedisi Patriot UI 2026 Kawasan Transmigrasi Rasau Jaya akan melanjutkan kunjungan dan koordinasi ke kecamatan serta desa-desa lain yang meliputi 5 kecamatan dan 28 desa untuk melakukan pemetaan kebutuhan, pendampingan kelembagaan, dan pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat sesuai hasil identifikasi lapangan.
Program ini juga menjadi contoh nyata kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai kawasan transmigrasi lainnya di Indonesia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda