JurnalPost.com - Terra Future Indonesia menghadirkan ruang pembelajaran lingkungan bagi generasi muda melalui program “TERRA Youth Leader 2026” yang telah dilaksanakan pada 24–26 April 2026 di KHDTK Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Program ini mengusung tema “Soil–Food–Future: Pemimpin Muda untuk Kab/Kota yang Tangguh dan Berkelanjutan.” Program pendidikan dan pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemuda usia 16–25 tahun dalam memahami isu tanah, lingkungan, kehutanan, sosial, dan pangan. TERRA Youth Leader hadir sebagai respon atas berbagai tantangan ekologis di Sulawesi Selatan, mulai dari alih fungsi lahan, degradasi tanah, persoalan sampah, hingga dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat.
Sebanyak 40 pemuda telah mengikuti rangkaian pelatihan intensif yang menggabungkan materi interaktif, workshop, praktik lapangan, serta penyusunan rencana aksi lingkungan berbasis komunitas. Peserta juga telah didorong untuk menghasilkan aksi nyata yang dapat diimplementasikan dalam waktu 60 hari setelah kegiatan berlangsung.

Founder Terra Future Indonesia, Lia Asmira menyampaikan bahwa "generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan daerah. Sehingga upaya pencerdasan ddan pembentukan pemimpin yang berperspektif ekologis sangat perlu dimaksimalkan, Terra Youth Leader ini merupakan bagian dari upaya pemaksimalan hal itu".
Ketua Umum Terra Future Indonesia, Muhammad Syaenaldi SR menambahkan, “TERRA Youth Leader bukan hanya kegiatan pelatihan, tetapi ruang lahirnya pemimpin muda yang mampu memahami persoalan lingkungan secara nyata sekaligus menghadirkan solusi berbasis komunitas,” ujarnya.
Sebelumnya, Terra Future Indonesia juga telah menjalankan inisiatif Terra Youth Leader melalui delapan post-project yang mencakup kegiatan penanaman pohon, pembuatan pupuk organik, dan edukasi lingkungan secara langsung kepada masyarakat. Melalui kolaborasi bersama pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta, program ini diharapkan mampu memperkuat jejaring gerakan lingkungan pemuda di Sulawesi Selatan.

Selain itu Peserta Terra Youth Leader, Andi Tenri Pada mengungkapkan Terra Youth Leader ini merupakan perjalanan yang mengubah cara pandang saya.
"Sebelum mengikuti Terra Youth Leader (TYL), saya peduli terhadap isu lingkungan tetapi belum tahu harus mulai dari mana. Saya melihat krisis iklim dan ketahanan pangan sebagai isu besar yang hanya bisa diselesaikan pemerintah. Namun setelah mengikuti pelatihan intensif, pandangan saya berubah total. Saya memahami pentingnya menjaga kualitas tanah dan lingkungan, hutan dan mulai menjalankan mini project lingkungan di sekolah bersama pendampingan dari Terra Future Indonesia".
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda