Karawang, JurnalPost.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Telkom University melaksanakan kegiatan pendampingan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Wisata Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Pangulah Utara pada Kamis, 4 Juni 2026 ini melibatkan pemerintah desa, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, masyarakat setempat, serta unsur pemerintah daerah terkait.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan pengembangan Desa Wisata Pangulah Utara, khususnya setelah Situ Darwin meraih juara 2 Lomba Mini Project Gapura Sapta Pesona Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025.
Prestasi itu menjadi momentum bagi desa untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi, pelayanan wisata, promosi, serta keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal.
Dalam kegiatan ini, Telkom University memfokuskan pendampingan pada sejumlah agenda utama. Di antaranya survei daya tarik wisata, identifikasi infrastruktur dan sarana-prasarana, penyusunan peta visualisasi kawasan wisata, pelatihan Sapta Pesona, pelatihan Guide–Hospitality–Service Excellence, serta workshop Business Model Canvas atau BMC.
Melalui survei dan observasi lapangan, tim Telkom University bersama mitra melakukan pemetaan terhadap kondisi eksisting Situ Darwin sebagai daya tarik utama Desa Wisata Pangulah Utara.

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi kuat sebagai destinasi wisata air berbasis situ atau danau. Potensi tersebut didukung oleh sejumlah fasilitas dasar, seperti area parkir, mushola, gazebo, area kuliner dan UMKM, pusat informasi, jaringan listrik, air bersih, serta akses internet.
Meski demikian, hasil survei juga menunjukkan masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat. Di antaranya penyediaan peta atau denah kawasan, penambahan signage dan penunjuk arah, peningkatan kebersihan area danau, perbaikan fasilitas toilet, penyediaan fasilitas kesehatan atau P3K, penguatan mitigasi bencana, fasilitas inklusif, serta peningkatan standar layanan wisata.
Selain survei lapangan, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi dan aktivasi Sapta Pesona. Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan destinasi wisata yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, serta mampu memberikan kenangan positif bagi wisatawan.
Sapta Pesona tidak hanya diposisikan sebagai slogan pariwisata, tetapi juga sebagai perilaku kolektif masyarakat dalam menjaga kualitas pengalaman wisata.
Pada sesi pelatihan Guide–Hospitality–Service Excellence, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pelayanan prima dalam pengembangan desa wisata. Pengelola, pemandu, pelaku UMKM, dan masyarakat didorong untuk memberikan layanan yang ramah, sigap, informatif, serta mampu menangani kebutuhan dan keluhan wisatawan dengan baik.
Pelatihan ini dinilai penting karena keberhasilan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik alam, tetapi juga oleh kualitas interaksi dan pengalaman yang dirasakan pengunjung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop Business Model Canvas. Melalui sesi ini, peserta diajak memetakan model bisnis Desa Wisata Pangulah Utara secara lebih terstruktur.
Peserta mengidentifikasi sejumlah elemen penting, mulai dari segmen pengunjung, nilai unggulan destinasi, saluran promosi, hubungan dengan wisatawan, sumber pendapatan, sumber daya utama, aktivitas kunci, mitra strategis, hingga struktur biaya.
Pendekatan BMC ini diharapkan dapat membantu pengelola desa wisata merancang paket wisata, memperkuat peran UMKM, serta mengembangkan tata kelola destinasi yang lebih berkelanjutan.
Program pengabdian ini juga mendorong penyusunan SOP sederhana untuk mendukung pengelolaan desa wisata. SOP tersebut meliputi penerimaan wisatawan, pelayanan informasi, pemanduan, kebersihan, keamanan, penanganan keluhan, pengelolaan parkir, serta layanan UMKM dan kuliner.
Dengan adanya SOP, operasional desa wisata diharapkan menjadi lebih tertata, konsisten, dan mudah dijalankan oleh seluruh unsur pengelola.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta dan mitra. Berdasarkan umpan balik yang dihimpun, mayoritas peserta menilai materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mudah dipahami, dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan pada masa mendatang.
Hal ini menunjukkan bahwa program pengabdian tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat dalam mengembangkan desa wisata.
Melalui kegiatan ini, Telkom University berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat, khususnya pada pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas layanan, serta tata kelola destinasi yang berkelanjutan.
Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Desa Wisata Pangulah Utara untuk semakin siap bersaing sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Karawang dan Jawa Barat.
Ke depan, pengembangan Desa Wisata Pangulah Utara masih memerlukan tindak lanjut, terutama pada aspek promosi digital, pengemasan paket wisata, penguatan kelembagaan pengelola, peningkatan fasilitas pendukung, serta perluasan kemitraan dengan berbagai pihak.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pengelola desa wisata, UMKM, dan masyarakat, Desa Wisata Pangulah Utara memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai destinasi wisata yang lebih tertata, berdaya saing, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda