Penulis: Agnes Tresia Silalahi
JurnalPost.com - Untuk membangun ekosistem inovasi daerah secara komprehensif pada bidang pariwisata di Indonesia, pemerintah daerah perlu memposisikan pariwisata tidak hanya sebagai destinasi rekreasi, tetapi sebagai lokomotif ekonomi yang mengintegrasikan berbagai produk unggulan daerah lainnya. Kerangka kerja yang komprehensif ini dibangun menggunakan pendekatan 6 Elemen Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah dengan penggerak utama kolaborasi Pentahelix (Pemerintah, Akademisi, Industri, Komunitas, dan Media). Berikut adalah langkah-langkah strategisnya:
Penguatan Kebijakan dan Infrastruktur Pariwisata melalui merumuskan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan atau rencana aksi tahunan yang mengatur secara spesifik keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam tata kelola pariwisata. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas infrastruktur konektivitas antar-destinasi wisata serta fasilitas amenitas yang sesuai dengan karakteristik potensi alam dan budaya. Serta memfasilitasi pendaftaran Merek, Hak Cipta, atau Indikasi Geografis (IG) untuk produk budaya dan suvenir wisata, guna menciptakan pariwisata budaya premium dan mencegah klaim dari pihak luar.
Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan SDM Pariwisata melalui pelatihan vokasi, pendampingan, dan literasi digital secara berkelanjutan kepada pengelola BUMDes, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pelaku UMKM pariwisata. Mengoptimalkan aset daerah menjadi sarana pendukung riset terapan, seperti creative hub, museum, atau menjadikan kampung wisata sebagai laboratorium hidup tempat bertemunya periset, desainer, dan komunitas lokal.
Pembangunan Kemitraan Kolaboratif dengan menjembatani perguruan tinggi dengan pelaku usaha pariwisata dan investor untuk menghasilkan rancangan destinasi wisata inovatif, seperti wisata glamping, wisata sejarah edukasi, atau agro-ekowisata. Membentuk forum koordinasi tetap lintas aktor untuk berbagi data, memetakan rantai nilai, dan mengembangkan skema inovasi pariwisata bersama.
Penumbuhan Budaya Inovasi dan Promosi Digital dengan menggeser promosi konvensional ke arah digital melalui pembuatan konten video teaser, optimalisasi media sosial, serta penyediaan platform informasi pintar untuk destinasi wisata. Menyelenggarakan kompetisi dan memberikan penghargaan bagi wirausaha muda atau komunitas yang berhasil menciptakan inovasi pada sektor layanan atau produk pariwisata kreatif.
Keterpaduan Pariwisata sebagai Lokomotif dengan menjadikan pariwisata sebagai etalase pasar utama bagi produk unggulan daerah lainnya. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati atraksi, tetapi juga didorong untuk mengkonsumsi produk kuliner lokal, kriya, fesyen, serta hasil pertanian/perikanan daerah tersebut. Menyelenggarakan riset untuk menyatukan beberapa subsistem (misalnya klaster fashion, kerajinan, dan kuliner pesisir) ke dalam satu paket destinasi terintegrasi, seperti Edu-tourism industri atau wisata sejarah teknologi.
Penyelarasan dengan Tren Pariwisata Global dengan mengadaptasi isu pelestarian lingkungan global melalui inovasi pariwisata yang ramah iklim dan mengusung prinsip ekonomi sirkular. Memanfaatkan afiliasi global seperti UNESCO Creative Cities Network untuk mempromosikan warisan budaya lokal, melakukan pertukaran IPTEK dengan negara lain, dan meningkatkan daya saing destinasi wisata di pasar internasional.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda