Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. STAI Al-Fatah Gelar Seminar “Menggugat Negara Zionis Israel”, Dorong Kesadaran Intelektual Bela Palestina

STAI Al-Fatah Gelar Seminar “Menggugat Negara Zionis Israel”, Dorong Kesadaran Intelektual Bela Palestina

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
25 Mei 2026, 13.26 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
STAI Al-Fatah

BOGOR, JurnalPost.com - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Bogor, menggelar Seminar Internasional bertema “Menggugat Negara Zionis Israel” di Gedung STAI Al-Fatah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Ahad (24/5/2026).

Seminar yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.30 WIB itu dihadiri ratusan peserta dari kalangan Syubban, Fatayat, dan mahasiswa.

IKLAN

Turut hadir Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue H. Endang Sudrajat, Sekretaris Umum UAR Muqarrobin Al Ayubi, Kepala Pusdatin UAR Pusat, Pimpinan Umum MINA Arif Rahman, serta Pembina UAR Pusat H. Abdul Malik dan Amir Markaz M. Tobri.

Dosen STAI Al-Fatah
Baca Juga

UAR Ucapkan Selamat atas Raihan Gelar Doktor Dosen STAI Al-Fatah Ahmad Soleh

Seminar menghadirkan keynote speaker KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, serta narasumber Dr. Ahed Abu Al-Atta, Dr. Wahyudi KS, dan Ketua Presidium Aqsa Working Group M. Ansharulloh menggantikan Wanda Hamidah yang berhalangan hadir.

Ketua STAI Al-Fatah, Wawan Hermawansyah, M.M.S.I., dalam sambutannya mengatakan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menghadirkan pembahasan ilmiah terkait isu Palestina dan penjajahan Zionis Israel.

STAI Al-Fatah

“Tidak banyak kampus perguruan tinggi yang mengadakan kajian ilmiah tentang Palestina atau tentang penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina seperti yang diselenggarakan STAI Al-Fatah. Oleh karenanya kami berharap seminar ini bisa mendorong kampus-kampus lain untuk mengadakan acara serupa,” ujarnya.

Bela Palestina
Baca Juga

UAR Sukses Gelar Kembali Apel Akbar 1000 Relawan Kemanusiaan Bela Palestina

Ia menambahkan, seminar tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan intelektual dan pembahasan berkelanjutan mengenai Palestina, termasuk penguatan opini publik dan edukasi melalui media sosial maupun forum ilmiah.

Dalam keynote speech-nya, KH. Yakhsyallah Mansur membahas persoalan Palestina dari perspektif sejarah, geopolitik, hukum internasional, dan pandangan Islam. Ia membuka paparannya dengan mengutip Surat Al-Isra ayat 4 tentang kerusakan dan kesombongan Bani Israil.

IKLAN

Menurutnya, penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina tidak lahir secara alamiah, tetapi merupakan bagian dari proyek kolonialisme global yang berkembang setelah runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani. Ia menjelaskan bagaimana Sultan Abdul Hamid II menolak tawaran Theodore Herzl untuk membeli tanah Palestina.

“Aku tidak akan menjual sejengkal pun tanah Palestina, karena tanah itu bukan milikku, melainkan milik umat Islam,” demikian kutipan Sultan Abdul Hamid II yang disampaikan Yakhsyallah Mansur dalam materinya.

STISA ABM
Baca Juga

Tingkatkan Kapasitas, UAR Imbau Kader Tempuh Studi di STAI Al Fatah atau STISA ABM

Ia juga mengulas Deklarasi Balfour 1917, mandat Inggris atas Palestina, hingga lahirnya negara Israel pada 1948 yang menurutnya menjadi awal tragedi panjang bagi rakyat Palestina.

Selain menyoroti aspek sejarah, Yakhsyallah Mansur juga menjelaskan kontroversi legalitas Israel dalam perspektif hukum internasional. Ia mengutip pandangan sejumlah tokoh dan lembaga internasional seperti John Dugard, Amnesty International, Human Rights Watch, hingga Mahkamah Internasional di Den Haag yang menilai pendudukan Israel di Palestina melanggar hukum internasional dan memiliki karakter apartheid.

"PBB didirikan hanya untuk melegalkan pendirian negara penjajah zionis Israel di atas tanah Palestina," ungkap Imaam Yakhsyallah.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Zionisme lebih merupakan proyek politik sekuler modern daripada representasi agama Yahudi secara keseluruhan. Ia menyebut sejumlah intelektual Yahudi seperti Albert Einstein, Norman Finkelstein, dan Shlomo Sand yang pernah mengkritik Zionisme dan kebijakan Israel.

Yakhsyallah Mansur juga menyoroti meningkatnya gelombang solidaritas global terhadap Palestina, terutama pascaperang Gaza 2023. Menurutnya, media sosial telah membuka kesadaran baru di kalangan generasi muda dunia terhadap penderitaan rakyat Palestina dan standar ganda politik Barat.

Di akhir penyampaiannya, ia menegaskan keyakinannya bahwa kedzaliman dan penjajahan tidak akan bertahan selamanya. Ia menutup materinya dengan mengutip Surat Al-Isra ayat 16-17 tentang kehancuran suatu negeri akibat kedzaliman para pemimpin dan orang-orang yang hidup bermewah-mewahan namun melampaui batas.

Seminar internasional tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab seputar sejarah Palestina, legitimasi Zionisme, hingga langkah konkret membangun solidaritas dan edukasi publik terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dalam diskusi yang dipandu Angga Aminudin para peserta narasumber dan peserta Seminar sepakat akan terus menggugat keberadaan negara zionis Isael di atas tanah bangsa Palestina melalui advokasi dan berbagai perjuangan pembelaan lain. [AM]

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/stai-al-fatah-gelar-seminar-menggugat-negara-zionis-israel-dorong-kesadaran-intelektual-bela-palestina/93610/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.57 WITA

  • #Bela Palestina
  • #STAI Al-Fatah
  • #Zionis Israel

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Pilihan Editor

  1. 1 Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya
  2. 2

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  3. 3

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  4. 4

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. 5

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.