JurnalPost.com - Pandemi covid-19 pada 2-3 tahun silam menjadikan seluruh sektor global mengalami kemerosotan. Baik dari sektor pangan, perekonomian, sosial, dan yang lainnya. terkhusus di Indonesia, Covid-19 menjadi kenangan yang cukup ironi, dimana jutaan jiwa harus diikhlaskan, ratusan juta bahkan milyaran rupiah kerugian di berbagai sektor, baik pertanian, peternakan, instansi pekerjaan, maupun yang lainnya. tentu tidak mudah ketika kita berada di fase tersebut dan tidak mudah pula kita menstabilkan segala aspek kehidupan pasca kejadian tersebut.
Hal yang serupa tentu dirasakan oleh negara selain Indonesia, berbagai kemerosotan dan penururunan, bahkan kehancuran di berbagai sektor menjadi dampak dari mewabahnya pandemi Covid-19. Bagaimana ekonomi menjadi turun drastis, ketersediaan bahan pangan menjadi terbatas, keterbatasan tenaga kerja medis dan Kesehatan, kekhawatiran massal pada umat manusia, pun juga dirasakan oleh negara selain Indonesia. Musibah yang terjadi tentu sebagai ujian bagi umat manusia, akan tetapi disisi lain pasti mengandung hikmah yang bisa dijadikan bahan musabah dan evaluasi.
Pada sektor Kesehatan, pihak medis di Indonesia memberikan vaksin secara berkala. Ratusan juta jarum suntik beserta isinya dipersiapkan guna sebagai upaya preventif terserang wabah bagi yang belum terkena. Dan usaha bagi yang telah terjangkit wabah tersebut juga diberikan tempat khusus dalam rangka karantina untuk memisahkan dari orang disekitarnya. Hal tersebut tentu untuk meminimalisir terjadinya penyebaran semakin meluas dan mempertahankan populasi umat manusia.
Pasca pandemi Covid-19 mereda, tentu semua lini berbenah dalam rekonstruksi maupun stabilisasi. Meski trauma mendalam pasti ada, namun saatnya mereka bangkit dan belajar dari kejadian masa lalu. Di Indonesia, semua lini sektor mulai berbondong-bondong untuk memperbaiki keadaan. Para petani mulai menanam, para pekerja mulai masuk kantor, para guru dan murid melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Meski dalam tahap pemulihan, tentu tetap ada rasa khawatir dan waspada.
Upaya meminimalisir terjadi Kembali diterapkan oleh pemerintahan Indonesia. Mulai dari social distancing, pembagian shift kerja dimana ada yang hadir di tempat kerja maupun WFH ( work From Home ), pembagian jadwal tatap muka bagi pelajar maupun mahasiswa. Perlahan covid-19 mulai surut, akan tetapi tetap diberlakukan upaya pencegahan terhadap hal tersebut. Hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana agar sektor pangan dan perekonomian Kembali stabil.
Wabah pandemi Covid-19 telah hilang dari Indonesia. Hal itu menjadikan setiap orang Bahagia dan sedih. Bahagia karena telah bisa beraktivitas secara normal dan Kembali hidup seperti pada umumnya. namun disisi lain kesedihan juga pasti dirasakan, mengingat banyak yang ditinggal oleh sanak saudara maupun keluarganya. Pada akhirnya satu sama lain saling kooperatif dan berkontribusi dalam stabilisasi segala sektor, baik dari negara, pemerintah, maupun warga negaranya.
Stabilisasi di sektor perekonomian mulai terlihat dan berkembang signifikan di Indonesia. Bagaimana ketersediaan bahan pangan, pulih dan seimbangnya perekonomian negara. Terbukti pada awal tahun 2022, Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah pandemi, didukung oleh kinerja makroekonomi yang kuat, serta respon kebijakan yang tegas dan menyeluruh. Respon kebijakan tersebut mencakup paket kebijakan yang tertuang dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kebijakan moneter yang akomodatif, dan upaya di sektor keuangan untuk mendorong kredit.
Pada sektor pangan, stabilitas dan ketahanan pangan juga meningkat cukup pesat. selama ini industri makanan dan minuman mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Berbagai teknologi pertanian, peternakan dan pangan muncul seiring berjalannya waktu, hal tersebut tentu mempermudah kinerja para petani dan peternak untuk berkontribusi dalam upaya menstabilisasi sektor pangan.
Disisi lain, pasca tranformasi dari masa pandemi Covid-19, stabilitas pangan juga berdampak cukup besar pada perekonomian. Penjualan dan pembelian online sampai saat ini menjadi hal yang sangat digaungi oleh masyarakat Indonesia, tentu hal itu berpengaruh pada stabilitas perekonomian juga. Lapangan pekerjaan baru yang muncul sebagai kurir barang, jasa, makanan dan minuman menjadi salah satu profesi dengan peminat cukup banyak.
Menurut penulis, dua sektor tersebut menjadi salah satu kunci penting dalam meraih keberhasilan bagi Indonesia. Cita-cita Indonesia emas yang digaungkan dan direncanakan tentu menjadi motivasi Indonesia mengembangkan dan meningkatkan segala bidang, terkhusus perekonomian serta pangan. Diprediksi dimasa yang akan mendatang tentu kebutuhan ekonomi dan kebutuhan pangan menjadi hal yang vital bagi Indonesia. Dengan adanya pertumbuhan penduduk, kebutuhan yang semakin beragam, fluktuasi dan keadaan pasar dunia, maupun yang lain. Peran kita sebagai pemuda tentu sangatlah beragam.
Bagaimana kita menjadi generasi pengemban Amanah untuk masa yang akan datang. Kita dituntut untuk inovatif dan kreatif dalam berpikir. Keadaan yang akan kita hadapi haruslah disikapi dengan bijak, penentuan peluang, penentuan dalam memilih sesuatu sangatlah penting. Di era kemajuan teknologi yang pesat, kita juga dituntut untuk bisa memanfaatkannya dengan baik, sesuai dengan tuntutan keadaan maupun zaman demi kemaslahatan bersama, demi mewujudkan cita-cita Indonesia emas. 2045, 100 tahun pasca kemerdekaan. Jayalah negeriku!
Oleh : faishal Ahmad, Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, Universitas Muhammadiyah Malang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda