Penulis: Giat 12 Kalibareng Kendal
JurnalPost.com - Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana bukan hanya berbicara tentang penanganan setelah kejadian, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki panduan yang jelas untuk menyelamatkan diri. Hal inilah yang menjadi fokus mahasiswa KKN GIAT 12 Desa Kalibareng di bawah naungan Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPPM Universitas Negeri Semarang (UNNES). Mengusung tema DESTANA (Desa Tangguh Bencana), tim KKN GIAT 12 bersama Pemerintah Desa Kalibareng melaksanakan program Pembuatan Jalur Evakuasi. Program ini dirancang untuk memberikan arah yang pasti dan mudah dipahami bagi warga saat terjadi bencana tanah longsor, yang menjadi salah satu ancaman utama di wilayah ini.
Sebelum membuat jalur evakuasi, tim KKN GIAT 12 terlebih dahulu melakukan pengisian lembar isian jalur evakuasi yang disusun berdasarkan pedoman penanggulangan bencana. Proses ini tidak hanya sekadar mencatat, tetapi melibatkan observasi langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi rute evakuasi, aksesibilitas tempat evakuasi, dan kelayakan fasilitas yang ada dan wawancara dengan kepala dusun dan perangkat desa yang memiliki informasi tentang kependudukan, fasilitas, dan titik-titik rawan bencana.
Proses Pembuatan Peta Rencana Jalur Evakuasi Desa Kalibareng
Data yang dikumpulkan mencakup jumlah Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di zona rawan, jumlah ibu hamil, jumlah balita, serta jumlah penyandang disabilitas. Data ini menjadi penting untuk menentukan prioritas evakuasi dan dukungan khusus yang dibutuhkan. Tim mencatat lokasi-lokasi yang dapat digunakan sebagai titik berkumpul sementara ketika evakuasi berlangsung, serta lokasi tujuan akhir yang memiliki fasilitas lebih lengkap untuk menampung warga dalam jangka waktu tertentu. Kesiapan logistik dan peralatan menjadi hal penting. Tim mendata jumlah Handy Talky (HT) yang tersedia, jumlah pengeras suara sebagai alat komunikasi darurat, serta ketersediaan kendaraan seperti truk untuk membantu proses evakuasi. Terakhir mendata juga daya tampung lokasi pengungsian, ketersediaan toilet/WC umum, sumur sebagai sumber air bersih, jaringan listrik, serta instalasi air untuk kebutuhan sehari-hari.
Setelah seluruh data terkumpul, tim KKN GIAT 12 Kalibareng memproses informasi tersebut menjadi Peta Jalur Evakuasi Longsor. Peta ini menggambarkan rute tercepat dan teraman dari kawasan rawan menuju tempat evakuasi sementara atau akhir. Selain peta, dibuat juga plang petunjuk jalur evakuasi yang dipasang di titik-titik strategis desa. Plang ini dirancang dengan warna dan simbol yang mudah dikenali, sehingga warga dapat memahami arah evakuasi dengan cepat. Peta ini juga akan menjadi arsip desa yang dapat diperbarui secara berkala sesuai perkembangan kondisi lingkungan dan infrastruktur.
Pemasangan plang jalur evakuasi
Program ini terselenggara berkat kerja sama antara Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPPM UNNES dan Pemerintah Desa Kalibareng. Melalui slogan "UNNES Giat Membangun Indonesia dari Desa", kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi kampus dan desa dapat menghasilkan langkah konkret untuk keselamatan warga.
Dengan selesainya peta dan plang jalur evakuasi, Desa Kalibareng kini memiliki salah satu unsur penting dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana. Tidak hanya sebagai tanda fisik di lapangan, tetapi juga sebagai bentuk kesiapan mental warga untuk menghadapi ancaman bencana di masa mendatang. Melalui program ini, KKN GIAT 12 Kalibareng membuktikan bahwa keberadaan mahasiswa di desa bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk meninggalkan warisan pengetahuan dan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda