Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Sekolah di China Padukan Budaya Tradisional dan Teknologi AI dalam Pendidikan Olahraga

Sekolah di China Padukan Budaya Tradisional dan Teknologi AI dalam Pendidikan Olahraga

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 September 2025, 12.03 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Sekolah di China
Dengan bantuan peralatan AI, para murid di wilayah Xingye, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, berlatih lompat jauh di sekolah. (Xinhua)

BEIJING, JurnalPost.com - Pada semester musim gugur ini, guru olahraga Yang Hu dan istrinya Yu Xiaona telah menyiapkan kegiatan istimewa untuk para murid di Sekolah Dasar Wanjia, Kota Ordos, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, yaitu rutinitas lompat tali diiringi lagu tema film animasi China populer, "Nobody".

"Film tersebut menjadi viral di kalangan anak-anak pada musim panas ini, jadi kami merancang rutinitas lompat tali baru untuk para murid di semester baru ini," jelas Yang.

IKLAN

Dengan bantuan istrinya, Yu, guru tari di sekolah dasar tersebut, Yang menggabungkan tari daerah Mongolia dengan lompat tali untuk menarik partisipasi lebih banyak murid. "Lompat tali dapat meningkatkan koordinasi fisik dan kebugaran mereka, yang dapat menjadi kebiasaan seumur hidup," kata Yang.

Mobil Listrik
Baca Juga

Xiaomi Luncurkan SUV Listrik dan Kacamata AI Pertamanya

Di Shantou, Provinsi Guangdong, China selatan, olahraga di lingkungan sekolah juga menyelipkan unsur budaya. Di bawah bimbingan seorang pelatih kung fu, para pelajar belajar mempertunjukkan seni bela diri sesuai irama tari kipas.

"Kung fu sangat menyenangkan," kata Chen Sinuo, seorang murid di Sekolah Guangsha di Shantou, yang menyukai tari kipas dan selalu memamerkan gerakan tersebut kepada orang tuanya sepulang sekolah.

Zhao Anrong, direktur pendidikan jasmani di Sekolah Guangsha, mengatakan, "Kami ingin membuat olahraga lebih menarik sambil meneruskan tradisi budaya dan membantu murid mengembangkan berbagai kualitas seperti konsentrasi, ketekunan, dan kerendahan hati."

Kini, banyak sekolah di China tidak hanya menambahkan unsur tradisional ke dalam olahraga, tetapi juga memperkenalkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan peralatan canggih ke dalam olahraga di lingkungan sekolah.

Kolaborasi Teknologi AI dan Kreativitas Manusia
Baca Juga

AI vs Ilustrator: Perubahan Kompetensi yang Dibutuhkan Tenaga Kerja Kreatif di Era Digital

Di wilayah Xingye, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, murid kelas enam Tan Jintuan berdiri di depan layar peralatan olahraga berbasis AI. Setelah melewati proses pengenalan wajah, Tan mengangkat tangannya sebagai sinyal untuk memulai latihan.

IKLAN

Peralatan olahraga AI mencakup cabang-cabang seperti lompat jauh, lompat tali, dan juga sit-up, yang dapat langsung merekam lintasan gerakan murid, menilai performa mereka, serta memberikan laporan dengan rekomendasi latihan.

"Setelah menyelesaikan lompatan, saya bisa melihat skor dan peringkat saya. Saat melihat ada peningkatan, saya benar-benar ingin mencobanya lagi," ungkap Tan. "Dengan peralatan baru ini, kami semakin menikmati olahraga dan penuh semangat untuk saling berkompetisi."

AI telah terintegrasi secara mendalam ke dalam olahraga di lingkungan sekolah. Di Sekolah Huaze di Changchun, Provinsi Jilin, China timur laut, sebuah layar besar menampilkan jumlah peserta aktivitas olahraga di sekolah secara waktu nyata, berikut rata-rata durasi dan intensitas latihan mereka.

Kharis Kurnia
Baca Juga

AI Bisa Membantu Intelijen, tetapi Tidak Bisa Menggantikan Manusia

Sistem AI melakukan analisis statistik aktivitas olahraga di sekolah melalui kamera dan perangkat deteksi lainnya. Wang Yu, wakil kepala sekolah Huaze, mengatakan, "AI memberikan dukungan data yang besar. Berdasarkan data itu, kami dapat mengetahui preferensi murid untuk mengoptimalkan mata pelajaran pendidikan jasmani dan layanan setelah sekolah."

Mulai semester gugur ini, sekolah dasar di Provinsi Jiangsu, China timur, akan menyelenggarakan satu jam pelajaran pendidikan jasmani setiap hari, sementara sekolah menengah pertama akan melakukan uji coba satu jam pelajaran pendidikan jasmani per harinya.

Untuk mengatasi kekurangan guru pendidikan jasmani, Zona Pengembangan Ekonomi Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, merekrut guru pendidikan jasmani penuh waktu dan paruh waktu, serta orang tua yang memiliki latar belakang olahraga profesional. Sekolah-sekolah juga memperkuat pelatihan bagi semua guru dalam hal kebugaran fisik, keselamatan, dan keterampilan olahraga.

Di Beijing, langkah-langkah pendukung seperti memperpanjang jeda antar mata pelajaran dari 10 menit menjadi 15 menit dan menggelar kompetisi olahraga antar kelas terbukti efektif selama setahun terakhir.

"Aktivitas olahraga tidak dapat dipisahkan dari pendidikan murid. Selama kegiatan itu, murid dapat menyadari apa kelebihan mereka dan area mana yang perlu ditingkatkan. Kami akan terus melakukan reformasi pada olahraga di lingkungan sekolah demi perkembangan anak-anak secara menyeluruh," kata Lu Yongli, Kepala Sekolah Dasar Eksperimental No.2 Beijing. (Xinhua)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/sekolah-di-china-padukan-budaya-tradisional-dan-teknologi-ai-dalam-pendidikan-olahraga/86024/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.16 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #Pendidikan Olahraga
  • #Sekolah di China
  • #Teknologi AI

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Pilihan Editor

  1. 1 Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  4. 4

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

  5. 5

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.