Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Sebuah Refleksi; Menyelisik Partisipasi Masyarakat untuk Pendidikan

Sebuah Refleksi; Menyelisik Partisipasi Masyarakat untuk Pendidikan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
03 Agustus 2023, 22.15 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Sebuah Refleksi; Menyelisik Partisipasi Masyarakat untuk Pendidikan

Oleh: Fransisko Chaniago, M.Pd Dosen Manajemen Pendidikan Islam UIN STS Jambi

JurnalPost.com - Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, orang tua dan masyarakat. Dalam hal ini tentu lembaga pendidikan membutuhkan dukungan dari masyarakat Hubungan lembaga pendidikan dan masyarakat sangatlah berkaitan, perlu disadari bahwa masyarakat mempunyai peran dalam berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan.

IKLAN

Jika mengacu pada undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 8 bagian ketiga disebutkan tentang hak dan kewajiban masyarakat baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan. Dengan demikian tercantum jelas bawa peran dan partisipasi masyarakat mustahil untuk dipisahkan dalam penyelenggaraan pendidikan di Negara Indonesia.

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Komponen strategis dalam kemajuan lembaga pendidikan sangat memerlukan kepercayaan dan dukungan sumber daya yang maksimal dari masyarakat. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat merupakan kunci terpenting dalam memajukan sebuah lembaga pendidikan. Ini tercantum juga dalam undang-undang sisdiknas dalam pasal 9 bahwa Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.

Menurut Rusdi & Munawar, (2022), dalam penelitiannya bahwa peran serta masyarakat dapat terlihat seperti memasukan anaknya di sekolah, menyumbangkan dana, barang atau tenaga, membayar iyuran (komite sekolah), berkonsultasi dan peran serta dalam pelayanan pendidikan.

Menurut Normina, (2016), Agar masyarakat memiliki kemampuan dalam berpartisipasi maka perlunya meningkatkan sumber daya manusia melalui cara memperluas tiga jenis pendidikan baik dalam bentuk formal, non-formal dan informal. Masyarakat dan pendidikan saling berkaitan, seperti sebagai penyelenggara pendidikan, Lembaga-lembaga masyarakat atau kelompok sosial masyarakat dan tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang maupun tidak dirancang dan dimanfaatkan. Oleh sebab itu perlunya dilakukan pengelolaan yang baik. Tak heran jika melihat ada pendidikan yang maju tentu dapat dipastikan keberhasilan pendidikan itu disebabkan oleh partisipasi masyarakat. Begitu juga sebaliknya jika partipasi masyarakat minim, maka pendidikan tidak dapat terlaksana dengan baik.

IKLAN

Ironisnya yang terjadi yaitu ketimpangan sehingga tidak terjalinnya kerja sama yang baik antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Realita yang terjadi, partisipasi masyarakat masih terbatas hanya pada penerpan program-program pembangunan di lembaga pendidikan. Kesulitan lembaga pendidikan dalam mengikutsertakan partisipasi masyarakat dapat dilihat dalam membenahi mutu pendidikan padahal itu merupakan tanggungjawab bersama. Ini disebabkan tertanamnya budaya paternalism, apatis, hilangnya kepercayaan, kultural, Geogragis dan tingginya biaya pendidikan.

Nasya Fahma Aulia
Baca Juga

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Hal ini perlu mendapat perhatian penuh oleh pemerintah sebagai perngambil keputusan dengan cara melibatkan para stakeholder diberbagai daerah untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan kemajuan lembaga pendidikan, mendukung sumber daya manusia yang memiliki potensi yang baik serta konsisten memberi dukungan mengenai anggaran sesuai dengan yang dibutuhkan.

Mengembalikan kesadaran masyarakat yang masih belum memahami tentang tanggung jawab bersama dengan lembaga pendidikan tentu memerlukan strategi yang tepat, salah satunya mengumandangkan Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 yang menyoalkan tentang pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, bukan hanya pihak sekolah melainkan pemerintah, orang tua dan masyarakat. Tidak ada alasan sehingga menyatakan bahwa semua yang bertanggungjawab dengan pendidikan hanya dihemban oleh warga sekolah karena itu merupakan kalimat yang keliru.

Dalam hal ini persepsi masyarakat terhadap pendidikan tentu membawa pengaruh terhadap majunya lembaga pendidikan, seperti kemampuan masyarakat menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk memajukan daerah dengan melahirkan generasi penerus yang dapat merubah ke arah yang lebih baik dalam kehidupan sosial.

Tak heran jika pendidikan merupakan faktor terpenting sebagai jembatan dalam meraih cita-cita anak bangsa. Seiring dengan perkembangan zaman, acapkali ditemukan seorang pelajar yang sudah menyelesaikan pendidikannya tetapi kalah dalam bersaing meraih cita-citanya. Tentu ini perlu mendapatkan perhatian lebih dan menjadi tanggungjawab bersama.

Asap Negara
Baca Juga

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Mulai dari kebijakan wajib belajar 9 tahun sampai wajib belajar 12 tahun terabaikan. Pada dasarnya tujuan dari pendidikan seharusnya tepat sasaran, melalui pendidikan seseorang dapat merubah nasib agar menjadi lebih baik. Ironisnya lagi dilingkungan masyarakat sering terdengar bahwa yang berpendidikan dan tidak berpendidikan sering dibandiing-bandingkan dilingkungan masyarakat.

Disinilah semua pengampu kepentingan saling mengingatkan dan mengeduksi bersama untuk merubah pola fikir agar tujuan dari pendidikan itu dapat direalisasikan melalui partisipasi masyarakat, wabilkhususnya partisipasi semua pengampu kepentingan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/sebuah-refleksi-menyelisik-partisipasi-masyarakat-untuk-pendidikan/56891/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 05.43 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pilihan Editor

  1. 1 Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi
  2. 2

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  3. 3

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  4. 4

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  5. 5

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.