Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Potret Kesejahteraan Bangsa yang Nyaris Terlupakan

Potret Kesejahteraan Bangsa yang Nyaris Terlupakan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
02 Agustus 2023, 17.30 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Potret Kesejahteraan Bangsa yang Nyaris Terlupakan

Ditulis oleh: Muhammad Iqbal Abdi Lubis* *Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas

Hidangan Pembuka Pembangunan sebuah negara tentu tidak akan bergeser dari pencapaian utama yang ditarget oleh suatu bangsa, yakni kesejahteraan dari bangsa itu sendiri. Kesejahteraan sebuah bangsa diukur atas pencapaian pada aspek kehidupan, meliputi taraf ekonomi, sosial, lingkungan, dan politik. Peningkatan ekonomi (red. pendapatan) di masyarakat akan memberikan impak pada peningkatan taraf sosial, lingkungan, dan politik. Langkah yang harus dilakukan untuk memahami dan mengukur kesejahteraan suatu bangsa, diperlukan parameter yang komprehensif dan terukur. Namun, pada uraian ini penulis akan membatasi pembahasan parameter kesejahteraan suatu bangsa dengan menitik-beratkan pada aspek pertanian.

IKLAN

Parameter Kesejahteraan suatu Bangsa Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki beragam keunikan, mulai dari budaya, adat, Bahasa, sejarah, dan hal lainnya. Bangsa Indonesia adalah seluruh lapisan masyarakat dengan heterogenitas adat, budaya, bahasa, sejarah, dan aspek lainnya yang terhimpun dalam sebuah organisasi dengan kekuasaan tertinggi yang sah bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keberlangsungan sebuah negara tidak dapat didikotomikan dari kesejahteraan bangsa. Dimana kesejahteraan suatu bangsa akan mendorong eksistensi dan elektabilitas suatu negara dalam tatanan yang lebih luas yakni dunia. Upaya pengukuran kesejahteraan bangsa perlu dilakukan secara kontinyu dan dijaga untuk ditingkatkan secara merata. Bangsa yang sejahtera dapat dilihat dari beberapa parameter, mulai dari politik; sosial; lingkungan; dan ekonomi.

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

IKLAN

Politik sebagai indikator kesejahteraan suatu bangsa ditandai dengan sistem politik yang telah tertata sedemikian apik dan memberikan ruang kebebasan berpendapat bagi masyarakat. Parameter kesejahteraan politik melibatkan indikator seperti tingkat partisipasi politik, kualitas tata kelola, kebebasan berpendapat, hak asasi manusia, dan tingkat korupsi. Selanjutnya, parameter sosial yang mencakup indikator-indikator seperti akses terhadap pendidikan (tingkat melek huruf, angka partisipasi sekolah, dan rata-rata lama sekolah), kesehatan (angka harapan hidup, tingkat kematian anak, dan akses terhadap fasilitas kesehatan), akses ke layanan sosial, dan tingkat kebahagiaan masyarakat.

Lingkungan sebagai salah satu parameter kesejahteraan sebuah bangsa pasalnya adalah bangsa yang sejahtera akan memerhatikan dengan bijaksana lingkungannya. Parameter ini mencakup indikator seperti tingkat emisi gas rumah kaca, kualitas air, keberlanjutan sumber daya alam, serta upaya perlindungan lingkungan dari degradasi dan polusi. Hal sederhana untuk memenuhi berbagai indikator tersebut di atas adalah dengan mengembalikan prosesi pertanian kembali ke alam (back to nature). Pengelolaan pertanian dengan konsep back to nature tidak semata untuk kesejahteraan bangsa Indonesia pada era ini, melainkan untuk keberlangsungan kehidupan bagi anak-cucu kedepannya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa konsep pertanian di Indonesia boleh dikatakan sudah lebih dari 50% menggunakan bahan non-alam, seperti penggunaan pestisida dan pupuk kimia. Alhasil kelestarian lingkungan akan terabaikan yang tentu akan berdampak bagi kesehatan manusia sebagai puncak tertinggi dalam tatanan ekosistem. Kontinuitas lingkungan melalui pengelolaan pertanian dengan konsep back to nature akan memberikan dampak ekonomi pula. Bagaimana tidak, dengan penerapan konsep ini berapa banyak petani kita yang akan dapat menyelamatkan ladang yang dikelola dari pembengkakan biaya.

Pertanian sebagai salah satu Pilar Kesejahteraan Bangsa Indonesia sebagai negara agraris dengan luas bentang areal pertanian yang sangat luas, seharusnya mampu menjadikan Indonesia sebagai “Raja Eksportir Pertanian Dunia.” Namun, pada kenyataannya angan yang penulis sampaikan tidak demikian. Betapa banyak negara dengan luas bentang areal pertanian yang tidak seluas Indonesia, namun mampu menjadikan pusat kesejahteraan ekonomi negara bertumpu dari sektor pertaniannya, misal: Malysia, Thailand, Kamboja, Filipina, dan Jepang. Beberapa contoh nama negara yang penulis utarakan di atas mendapat perhatian penuh dari Pemerintah mereka pada sektor pertanian. Hal ini penulis duga, karena pemerintah negara-negara tersebut sadar bahwa seluruh makhluk di muka bumi ini tidak akan mampu berhenti makan dalam jangka waktu yang panjang, terutama manusia. Dimana sumber pangan utama bagi manusia sebagai predator tertinggi dalam tatanan ekosistem ini adalah dari sektor pertanian.

Hal ini agaknya terlambat disadari (red. nyaris terlupakan) di negara Indonesia sebagai bagian kesejahteraan suatu bangsa. Akan tetapi keterlambatan ini tidak menjadi dinding penghalang yang sulit untuk dirobohkan, mengingat karena negara Indonesia memiliki segudang potensi pada sektor ini. Upaya yang harus dilakukan adalah dengan cara merubah pusat perhatian pemerintah Indonesia agar lebih didominasi pada sektor pertanian. Beberapa diantaranya yaitu: a) mengatur regulasi tentang penetapan harga eceran tertinggi/terendah (HET/T) terhadap produk pertanian; b) menetapkan agen/penyalur utama penerima produk pertanian di tiap provinsi hingga daerah yang mengacu pada HET/T; c) mengedukasi petani melalui para penyuluh pertanian agar menerapkan konsep back to nature misal seperti penerapan teknologi BioSAKA (Bio = hayati/tumbuhan; SAKA = Selamatkan Alam dan Kembali ke Alam) yang belakangan ini viral dan menjadi perhatian Kementrian Pertanian; d) dukungan aspek teknologi-jaringan sebagai penerapan pertanian 4.0 di Indonesia, disertai dnegan pendampingan dari pakar hingga petani di Indonesia mahir; dan e) menetapkan aturan/sanksi yang tegas (red. tidak pandang buluh) apabila ditemukan oknum yang melanggar program Pemerintah terkait HET/T.

Nasya Fahma Aulia
Baca Juga

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/potret-kesejahteraan-bangsa-yang-nyaris-terlupakan/56814/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 06.45 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Pilihan Editor

  1. 1 Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?
  2. 2

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  4. 4

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. 5

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.