REGGIO EMILIA, JurnalPost.com - Sassuolo memastikan langkah ke babak 16 besar Coppa Italia 2026/2027 setelah menyingkirkan Frosinone melalui drama adu penalti di Mapei Stadium, Rabu (2/9/2026).
Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir imbang 1-1 pada waktu normal. Sassuolo kemudian tampil lebih tenang dalam adu penalti untuk mengamankan kemenangan 4-3 sekaligus tiket ke fase berikutnya.
Hasil tersebut membawa I Neroverdi berhadapan dengan tantangan yang jauh lebih berat. Juventus sudah menanti Sassuolo di babak 16 besar Coppa Italia.
Kelolosan ini juga memperpanjang momentum positif tim asuhan Alberto Aquilani setelah sebelumnya meraih kemenangan 2-1 atas Torino di Serie A.
Benjamin Dominguez Bawa Sassuolo Unggul
Aquilani melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain saat menghadapi Frosinone. Beberapa pemain yang sebelumnya tidak mendapat banyak menit bermain di Serie A diberikan kesempatan tampil sejak awal.
Sassuolo mampu menguasai permainan dalam beberapa periode babak pertama. Cristian Volpato cukup aktif membantu serangan, sementara Benjamin Dominguez menjadi salah satu pemain paling merepotkan lini belakang Frosinone.
Tekanan Sassuolo akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36.
Dominguez mampu memanfaatkan peluang di area pertahanan lawan dan menaklukkan kiper Frosinone untuk membawa Sassuolo unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi momentum penting bagi pemain asal Argentina itu sekaligus memperlihatkan semakin banyaknya pilihan Aquilani di lini serang.
Namun, Sassuolo gagal membawa keunggulan tersebut hingga jeda.
Frosinone berhasil menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu babak pertama. Aleksa Terzic melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang membuat skor berubah menjadi 1-1.
VAR Selamatkan Sassuolo
Pertandingan semakin terbuka pada babak kedua.
Frosinone tampil lebih berani dan mulai memberikan tekanan kepada pertahanan Sassuolo. Tim tamu bahkan sempat merasa berhasil membalikkan keadaan setelah Matteo Cichella menjebol gawang tuan rumah.
Namun, gol tersebut akhirnya dianulir setelah wasit melakukan pemeriksaan melalui VAR.
Keputusan itu menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan.
Sassuolo kemudian berusaha kembali mengambil kendali, tetapi Frosinone tetap mampu memberikan ancaman melalui permainan cepat dan serangan dari sisi lapangan.
Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan. Skor 1-1 membuat pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Sassuolo Lebih Tenang dari Titik Putih
Dalam adu penalti, Sassuolo menunjukkan ketenangan lebih baik.
Sejumlah pemain I Neroverdi mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sedangkan Frosinone gagal mengonversi seluruh kesempatan yang didapatkan.
Kiper Stefano Turati juga memberikan kontribusi penting dengan menggagalkan salah satu eksekusi pemain lawan.
Sassuolo akhirnya memenangi adu penalti dengan skor 4-3.
Kemenangan tersebut terasa penting bagi Aquilani karena diraih ketika dirinya melakukan rotasi. Pelatih asal Italia itu mampu memberikan menit bermain kepada sejumlah pemain pelapis tanpa harus mengorbankan hasil pertandingan.
Jay Idzes Tidak Dimainkan
Perhatian pencinta sepak bola Indonesia dalam pertandingan ini tertuju kepada bek Timnas Indonesia, Jay Idzes.
Idzes tidak masuk dalam starting XI Sassuolo ketika menghadapi Frosinone. Bek berusia 26 tahun itu berada di bangku cadangan sepanjang pertandingan.
Keputusan Aquilani menyimpan Idzes cukup masuk akal mengingat sang pemain baru saja tampil penuh saat Sassuolo mengalahkan Torino 2-1 di Serie A.
Dalam pertandingan tersebut, Idzes kembali mendapatkan kepercayaan mengawal jantung pertahanan Sassuolo setelah sebelumnya sempat berada di bangku cadangan dalam beberapa laga.
Aquilani sendiri sebelumnya menilai perkembangan Sassuolo masih berada dalam tahap awal.
“Kami masih berada di awal sebuah perjalanan dan hal itu membuat saya semakin senang dengan pertandingan ini,” kata Aquilani setelah kemenangan atas Torino.
Pelatih berusia 42 tahun tersebut menilai para pemain perlahan mulai memahami konsep permainan yang ingin diterapkan.
Jay Idzes juga memberikan respons positif terhadap pendekatan Aquilani. Bek Timnas Indonesia itu menilai sang pelatih mempunyai gagasan yang jelas mengenai bagaimana Sassuolo harus bermain, baik ketika menguasai bola maupun saat bertahan.
Sassuolo Mulai Menemukan Ritme
Awal musim Sassuolo memang belum sepenuhnya berjalan mulus.
I Neroverdi mengawali Serie A dengan kekalahan 1-2 di markas Atalanta. Namun, mereka mampu memberikan respons dengan menaklukkan Torino 2-1 di kandang.
Performa Sassuolo di Coppa Italia juga menunjukkan tren positif.
Sebelum mengalahkan Frosinone melalui adu penalti, Sassuolo mampu menyingkirkan Cesena dengan kemenangan meyakinkan 3-0.
Hasil-hasil tersebut menunjukkan skuad Aquilani mulai menemukan ritme permainan.
Kedalaman tim Sassuolo juga semakin baik setelah manajemen melakukan sejumlah perekrutan pada bursa transfer.
Kehadiran pemain baru memberikan Aquilani lebih banyak pilihan untuk melakukan rotasi, terutama ketika Sassuolo harus menjalani jadwal padat di Serie A dan Coppa Italia.
Juventus Menunggu di 16 Besar
Kelolosan Sassuolo membuat perjalanan mereka di Coppa Italia berlanjut ke babak 16 besar.
Namun, lawan berikutnya bukan tim sembarangan.
Juventus akan menjadi penghalang Sassuolo dalam perebutan tiket menuju perempat final.
Pertandingan tersebut dapat menjadi ujian besar bagi Aquilani sekaligus memperlihatkan seberapa jauh perkembangan Sassuolo pada musim ini.
Sebelum memikirkan Juventus, fokus Sassuolo akan kembali diarahkan ke Serie A.
Jay Idzes dan kolega masih harus menjaga konsistensi agar tidak kehilangan momentum yang mulai terbentuk sejak kemenangan atas Torino.
Jika Sassuolo mampu mempertahankan organisasi permainan sekaligus meningkatkan ketajaman di depan gawang, I Neroverdi berpotensi menjadi tim yang menyulitkan banyak lawan musim ini.
Satu hal yang pasti, perjalanan Sassuolo di Coppa Italia belum selesai.
Juventus kini sudah menunggu di babak 16 besar.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda