JurnalPost.com - Sejumlah 24 Santriwati Kelas X SMAS didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep mengunjungi Museum Angkatan Laut (Naval Museum) dan Kapal Patroli TNI Angkatan Laut di Markas Lantamal VI Makassar, Ahad kemarin (4/9/2022).
Kunjungan tersebut merupakan kegiatan karya wisata (Field trip) yang dilaksanakan sebagai salah satu bentuk dukungan proses pembelajaran serta untuk menambah wawasan pelajar di era penerapan kurikulum merdeka belajar saat ini. Hal ini diungkapkan Humas Pontren Modern Putri IMMIM Pangkep, Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. yang juga turut serta mendampingi santriwati melakukan perjalanan karya wisata.
“Di kekinian, Karya wisata berarti kunjungan ke luar kelas atau keluar kampus sekolah dalam rangka belajar. Karya wisata sepraktis-praktisnya tidak mengambil tempat yang jauh dari sekolah serta tidak memerlukan waktu yang lama. Itulah sebabnya karya wisata santriwati Pontren Putri IMMIM ini hanya mengambil destinasi di wilayah Kota Makassar, sekitar 50-60 km dari Kabupaten Pangkep.” ujar Farid.
Kunjungan Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM ke Museum Angkatan Laut Lantamal VI Makassar tersebut diterima dan dipandu secara resmi oleh beberapa staf Dinas Potensi Maritim TNI AL (Dispotmar), yaitu Mayor Marinir Zazad Sudrajat (Kasubdis Dayaguna Dispotmar Lantamal VI, Letda Laut (KH) Subkhan Adi Mulyono, S.Psi (Paur Diklat Dispotmat Lantamal VI), dan Pengatur TK.I II/D Muhammad Afandi Samad (Urtu Dispotmar Lantamal VI).
Dispotmar sendiri mempunyai tugas dan fungsi pembinaan sumber daya manusia, sumber daya alam dan buatan, sarana dan prasarana nasional, ilmu pengetahuan dan tekhnologi di bidang maritim, Nilai-nilai luhur/kearifan lokal bidang maritim serta dinamisasi pembangunan kelautan.
Dalam Museum Angkatan Laut tersebut, yang sebelumnya dinamai Gedung RE Marthadinata dan juga pernah difungsikan sebagai Gedung Mako Lantamal memamerkan berbagai koleksi sejarah terkait TNI Angkatan Laut dan jejak kebaharian yang bisa menjadi sarana edukasi bagi personel Lantamal VI, masyarakat umum dan Generasi muda untuk mencintai laut dan memberdayakan sumber daya alamnya.
“Di sini para pengunjung akan dapat melihat berbagai macam barang-barang sejarah milik TNI Angkatan Laut yang dipajang serta berbagai macam kisah tentang berdirinya TNI AL di Kota Makassar serta kisah para Pahlawan kusuma bangsa dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari serangan Penjajah,” jelasnya.
Dan tak kalah utamanya pula, tujuan didirikannya Naval Museum ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan membangkitkan semangat kebaharian generasi muda khususnya para siswa dan Mahasiswa dengan harapan agar generasi muda dapat lebih mencintai laut dan memberdayakan sumber daya alam kelautan untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dan negara. Dalam Museum ini juga terdapat mini teather untuk menonton film tentang Seorang patriot bangsa yaitu Komodor Yos Sudarso yang terkenal dengan pertempuran laut arafurunya.
Usai puas berkeliling dalam Museum Angkatan Laut, Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM kemudian berkesempatan melihat-lihat Pangkalan Utama Lantamal dan merasakan atmosfer berada di buritan dan anjungan Kapal Perang TNI AL, yaitu KAL Suluh Pari, salah satu kapal patroli TNI Angkatan Laut yang bertugas dalam menjaga kedaulatan laut wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (*).
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda