Salah Kaprah Tablet Tambah Darah: Mengapa Minum TTD Saja Tak Cukup?
Penulis : apt. Cahyani Purnasari, S.Si, M.Si
JurnalPost.com - Siapa sih yang yang tak pernah dengar kata anemia? Istilah yang mengacu pada kondisi tubuh yang kurang akan sel darah merah sehat atau hemoglobin pembawa oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Kondisi ini umumnya melekat pada wanita yang sering merasa lemas, khususnya pada saat haid atau hamil. Saat hamil, tubuh wanita mengalami perubahan fisik besar demi menunjang pertumbuhan janin. Di sinilah zat besi sangat dibutuhkan untuk membentuk sel darah baru. Kebutuhan serupa juga mendesak bagi remaja putri yang sedang dalam masa pertumbuhan sekaligus mengalami siklus menstruasi tiap bulan.
Sayangnya, angka anemia di Indonesia masih sangat tinggi. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan anemia terjadi pada 15,3% anak usia 5-14 tahun dan 15,4% pada kelompok usia 15-24 tahun. World Health Organization (WHO) bahkan telah menempatkan Indonesia dalam posisi ke-8 dari 11 negara di Asia dengan jumlah penderita anemia tertinggi. Sebagai langkah nyata, Kementerian Kesehatan telah menjalankan program nasional pencegahan anemia berupa pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sejak 2014. Remaja putri di SMP dan SMA (12-18 tahun) diwajibkan untuk minum satu tablet per minggu, serta satu tablet per hari saat menstruasi. Intervensi ini telah dijalankan hingga menyentuh ke desa-desa terpencil. Namun, mengapa angka anemia kita tetap saja tinggi?
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda