Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Salah Kaprah Tablet Tambah Darah: Mengapa Minum TTD Saja Tak Cukup?

Salah Kaprah Tablet Tambah Darah: Mengapa Minum TTD Saja Tak Cukup?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
16 Juli 2026, 10.43 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Tablet Tambah Darah
Penulis : apt. Cahyani Purnasari, S.Si, M.Si JurnalPost.com - Siapa sih yang yang tak pernah dengar kata anemia? Istilah yang mengacu pada kondisi tubuh yang kurang akan sel darah merah sehat atau hemoglobin pembawa oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Kondisi ini umumnya melekat pada wanita yang sering merasa lemas, khususnya pada saat haid atau hamil. Saat hamil, tubuh wanita mengalami perubahan fisik besar demi menunjang pertumbuhan janin. Di sinilah zat besi sangat dibutuhkan untuk membentuk sel darah baru. Kebutuhan serupa juga mendesak bagi remaja putri yang sedang dalam masa pertumbuhan sekaligus mengalami siklus menstruasi tiap bulan. Sayangnya, angka anemia di Indonesia masih sangat tinggi. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan anemia terjadi pada 15,3% anak usia 5-14 tahun dan 15,4% pada kelompok usia 15-24 tahun. World Health Organization (WHO) bahkan telah menempatkan Indonesia dalam posisi ke-8 dari 11 negara di Asia dengan jumlah penderita anemia tertinggi. Sebagai langkah nyata, Kementerian Kesehatan telah menjalankan program nasional pencegahan anemia berupa pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sejak 2014. Remaja putri di SMP dan SMA (12-18 tahun) diwajibkan untuk minum satu tablet per minggu, serta satu tablet per hari saat menstruasi. Intervensi ini telah dijalankan hingga menyentuh ke desa-desa terpencil. Namun, mengapa angka anemia kita tetap saja tinggi?

Tantangan di Balik Penyerapan Zat Besi

Akar masalahnya ternyata ada pada penyerapan zat besi yang tidak optimal di dalam tubuh. Satu TTD generik di Indonesia mengandung 60 mg besi fumarat (setara 19,8 mg zat besi elemental) dan 400 mcg asam folat. Idealnya, zat besi ini diserap maksimal saat perut kosong, sekitar 1 jam sebelum makan dan 2 jam setelah makan. Celakanya, budaya kita sering kali mengonsumsi makanan ditemani es teh manis, atau berkumpul sambil minum kopi dan susu. Jika TTD dikonsumsi bersamaan atau berdekatan dengan makanan, teh, kopi, dan susu, sekitar 40-60% kandungan zat besi dalam TTD justru tidak akan terserap dan terbuang sia-sia. Padahal, perempuan usia subur (13-49 tahun) butuh 15-18 mg zat besi setiap hari, dan dapat melonjak hingga 27 mg saat hamil. Di sisi lain, pola makan harian masyarakat kita masih rendah akan daging merah, hati, sayuran hijau yang kaya akan besi. Suatu kondisi yang berkaitan erat dengan menurunnya kemampuan golongan masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah untuk mendapatkan variasi makanan yang sesuai. Kombinasi antara minimnya asupan dan salahnya cara konsumsi suplemen TTD ini semakin melanggengkan badai anemia di Indonesia.

Dilema Efek Samping

Tantangan lainnya adalah kepatuhan. Banyak remaja putri enggan minum TTD karena efek sampingnya. Studi di sebuah sekolah menengah tinggi di Kediri yang melibatkan 365 siswi mendapati 18,82% siswi mengeluhkan efek samping seperti mual, muntah, diare, konstipasi dan hingga pusing. Penelitian lain di Depok juga mencatat bahwa 53,3% dari 135 orangtua siswi di sekolah menengah atas melaporkan bahwa anak mereka mengalami efek samping serupa. Sebuah studi oleh Siebenthal yang dirilis pada American Journal of Hematology (2023), mengungkapkan bahwa konsumsi 80 mg vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi dari suplemen hingga 30%. Menariknya, meningkatkan dosis vitamin C hingga 500 mg ternyata tidak memberikan hasil yang lebih baik. Namun studi ini juga mengingatkan bahwa konsumsi suplemen zat besi bersama jus jeruk bersama makanan berat akan tetap menurunkan penyerapan besi hingga 66%. Artinya keberadaan makanan akan tetap menurunkan penyerapan zat besi dari TTD walaupun telah dikombinasikan dengan vitamin C. Kesimpulannya, perang melawan anemia bukan sekadar seberapa rutin kita membagikan atau mengonsumsi TTD. Salah satu strategi ideal yang dapat dilakukan adalah edukasi cara minum TTD yang tepat. Mulai dari sekarang, biasakan mendampingi konsumsi Tablet Tambah Darah dengan vitamin C di waktu yang tepat, demi investasi generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting. Keywords: #tablettambahdarah #cegahanemia #edukasikesehatan #kesehatanremajaputri #generasibebasstunting

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/salah-kaprah-tablet-tambah-darah-mengapa-minum-ttd-saja-tak-cukup/95811/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.26 WITA

  • #Opini Dosen

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
  2. 2

    Dari Laboratorium ke Genggaman: Menelusuri Evolusi dan Cara Kerja Water Quality Field Test Kit

  3. 3

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  4. 4

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  5. 5

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.