PANGKEP, JurnalPost.com — Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Maccini Baji kembali memperkuat aspek keselamatan pelayaran dengan melaksanakan Safety Drill pada KMP Arwana dan KM Gandha Nusantara 03 yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (31/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan awak kapal memiliki kesiapan yang memadai dalam menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat selama pelayaran.
Dua kapal tersebut menjalani skenario latihan yang berbeda. KMP Arwana melaksanakan Evacuation Drill dengan fokus pada prosedur evakuasi penumpang, sementara KM Gandha Nusantara 03 menjalani Fire Drill untuk menguji kemampuan awak dalam menangani kebakaran di atas kapal.
Pada Evacuation Drill di KMP Arwana, awak kapal melakukan simulasi sejak informasi keadaan darurat disampaikan hingga proses pengarahan penumpang menuju titik kumpul.
Seluruh tahapan dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan ketertiban, kecepatan respons, serta keamanan penumpang selama proses evakuasi.
Simulasi tersebut juga digunakan untuk memastikan setiap awak memahami posisi, tugas, serta tanggung jawab masing-masing apabila sewaktu-waktu menghadapi situasi yang membutuhkan evakuasi.
Sementara itu, latihan di KM Gandha Nusantara 03 berfokus pada penanganan kebakaran.
Melalui Fire Drill, awak kapal diuji dalam merespons munculnya situasi kebakaran, termasuk melakukan koordinasi antarpersonel, menggunakan peralatan pemadam, serta menjalankan prosedur keselamatan sesuai dengan tugas masing-masing.
Latihan tersebut penting karena kondisi darurat di atas kapal membutuhkan respons cepat dan koordinasi yang baik agar risiko terhadap penumpang, awak, maupun kapal dapat diminimalkan.
Pelaksanaan Safety Drill diawasi langsung oleh Marine Inspector Kantor UPP Kelas II Maccini Baji, M. Safir Kaisuku.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian latihan berlangsung sesuai prosedur keselamatan serta memberikan gambaran mengenai kesiapan awak kapal dalam menjalankan langkah penanganan keadaan darurat.
Kepala Kantor UPP Kelas II Maccini Baji, Johansyah, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa aspek keselamatan tidak hanya bergantung pada tersedianya peralatan di atas kapal, tetapi juga kemampuan awak dalam menggunakannya secara tepat.
“Keselamatan pelayaran membutuhkan kesiapan, bukan hanya dari sisi peralatan, tetapi juga kesiapan awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, kita berharap setiap personel mampu merespons keadaan darurat dengan cepat, tepat dan terkoordinasi,” ujar Johansyah.
Menurutnya, latihan yang dilakukan secara berkala akan membantu awak kapal semakin terbiasa menjalankan prosedur keselamatan ketika menghadapi tekanan dalam kondisi darurat.
Dengan demikian, prosedur yang telah ditetapkan tidak hanya menjadi pedoman administratif, tetapi dapat benar-benar diterapkan secara efektif saat dibutuhkan.
Pelaksanaan Evacuation Drill dan Fire Drill juga diharapkan meningkatkan kesadaran seluruh awak terhadap pentingnya budaya keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.
Kesiapan tersebut dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam memberikan perlindungan kepada penumpang sekaligus mengurangi potensi risiko kecelakaan di laut.
UPP Kelas II Maccini Baji menyatakan akan terus meningkatkan pengawasan melalui pemeriksaan kondisi kapal, pembinaan awak, serta pemantauan terhadap kelengkapan dan kesiapan peralatan keselamatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kapal yang beroperasi di wilayah pelayanannya memenuhi ketentuan keselamatan serta mampu merespons berbagai potensi kondisi darurat secara cepat dan terukur.
Bagi UPP Kelas II Maccini Baji, penerapan standar keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh unsur pelayaran.
Safety First. Zero Compromise for Safety.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda