Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Ribuan Umat Islam Shalat Id di Kottabarat, Perbedaan Hari Raya Disikapi Bijak

Ribuan Umat Islam Shalat Id di Kottabarat, Perbedaan Hari Raya Disikapi Bijak

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
20 Maret 2026, 18.20 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Lapangan Kottabarat

JurnalPost.com – Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 H, Jumat (20/3/2026). Bertindak sebagai imam dan khotib, Prof. Andri Nirwana, Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah telah memadati lokasi dengan iringan lantunan takbir yang menggema. Lantunan takbir menambah suasana khidmat dan penuh haru. Panitia menyiapkan 12 shaf atau barisan untuk menampung jamaah yang hadir. Kehadiran jamaah kurang lebih berjumlah mencapai sekitar 1.200 orang.

IKLAN

Dalam khutbahnya, Prof. Andri Nirwana mengajak seluruh jamaah untuk menjaga keistikamahan dalam beribadah setelah bulan Ramadhan. Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar umat Islam bukan hanya menjalankan ibadah selama Ramadhan, tetapi bagaimana mempertahankan konsistensi tersebut di bulan-bulan berikutnya. “Pada bulan Ramadhan, ibadah terasa lebih ringan karena setan dibelenggu. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjaga konsistensi ibadah di luar bulan Ramadhan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Idul Fitri yang Tidak Dimenangkan bagi Mereka yang Berduka
Baca Juga

Idul Fitri yang Tidak Dimenangkan bagi Mereka yang Berduka

IKLAN

Ia menjelaskan bahwa salah satu kunci menjaga keistikamahan adalah peran keluarga dalam membentuk kebiasaan ibadah. Menurutnya, keluarga perlu menyusun jadwal rutin, seperti puasa sunnah, salat berjamaah, serta membaca Al-Qur’an agar amalan Ramadhan tetap berlanjut. “Jika kebiasaan ini tidak dibangun dalam keluarga, akan sulit untuk istiqamah, apalagi ketika masing-masing anggota memiliki kesibukan. Dengan perencanaan yang baik, amalan Ramadhan bisa terus berlanjut hingga bertemu Ramadhan berikutnya,” jelasnya.

Selain itu, Prof. Andri juga menyinggung perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri yang terjadi di tengah masyarakat. Ia mengimbau umat Islam untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak dan penuh kedewasaan. Menurutnya, perbedaan tersebut muncul karena perbedaan metode, seperti rukyat dan hisab. Muhammadiyah, misalnya, telah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang berbasis perhitungan ilmiah dan dapat diprediksi jauh ke depan. “Pada masa Rasulullah, rukyat digunakan karena keterbatasan ilmu pengetahuan. Saat ini, ilmu astronomi sudah berkembang, sehingga penentuan kalender bisa dilakukan secara lebih akurat. Perbedaan ini tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dengan saling menghormati dan memahami perbedaan yang ada.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Lapangan Kottabarat berlangsung tertib, khusyuk, dan penuh kebersamaan. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat tali persaudaraan umat Islam. Diharapkan, semangat Ramadhan yang telah dijalani dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga melahirkan pribadi yang lebih baik dan berdaya bagi umat serta bangsa.

Idul Fitri
Baca Juga

Di Balik Kondusifnya Pasar Bandung Saat Idul Fitri, Ini Strategi Perumda Pasar Juara

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ribuan-umat-islam-shalat-id-di-kottabarat-perbedaan-hari-raya-disikapi-bijak/91626/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.09 WITA

  • #Idul Fitri
  • #Lapangan Kottabarat

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Pilihan Editor

  1. 1 Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis
  2. 2

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  3. 3

    Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.