
Oleh: Salma Yuhanndza
JurnalPost.com – Di zaman digital yang semakin berkembang, penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, komputer, dan TV sudah menjadi bagian yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini, biasa disebut screen time, merujuk pada jumlah waktu yang dihabiskan seseorang di depan perangkat layar digital. Walaupun menyediakan banyak kemudahan dan akses ke informasi, meningkatnya waktu layar sudah menimbulkan kekhawatiran besar mengenai dampaknya terhadap kesehatan tubuh dan pikiran seseorang, terutama pada anak-anak dan remaja.
Esai ini ingin melihat dampak dari penggunaan layar yang terlalu lama terhadap kesehatan tubuh dan pikiran, dengan cara yang mudah dipahami dan berdasarkan pengetahuan akademik. Waktu layar yang terlalu banyak sudah terbukti berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan tubuh. Salah satu dampak yang sering terjadi adalah masalah pada penglihatan, seperti sindrom penglihatan komputer (CVS) atau kelelahan mata karena penggunaan digital, yang menunjukkan gejala seperti mata kering, iritasi, penglihatan buram, dan pusing. Paparan cahaya biru dari layar perangkat digital bisa mengacaukan jam biologis tubuh, yang akhirnya mengurangi kualitas tidur seseorang.
Selain itu, kebiasaan hidup seperti sering tidak bergerak yang disebabkan oleh penggunaan layar yang terlalu lama juga meningkatkan risiko terkena obesitas dan masalah pada sistem tulang dan otot. Posisi tubuh yang tidak tepat saat menggunakan perangkat digital bisa menyebabkan rasa sakit di leher, bahu, dan punggung. Kurangnya gerakan fisik karena menghabiskan banyak waktu di depan layar juga membuat kesempatan untuk berolahraga berkurang, yang sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat dan kesehatan jantung serta pembuluh darah.
Dampak penggunaan layar terhadap kesehatan mental sangat jelas terlihat. Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa penggunaan layar berlebihan sering terkait dengan masalah mental seperti stres, cemas, dan depresi, terutama pada remaja. Penggunaan media sosial secara terus-menerus, yang termasuk dalam waktu layar, bisa menyebabkan perbandingan sosial yang tidak sehat, bullying secara daring, serta rasa kesepian atau terisolasi secara sosial.
Kelebihan waktu penggunaan gadget digital dapat mengganggu pola tidur. Minat kepada platform media sosial sering kali menyebabkan seseorang terfokus pada perangkat elektronik hingga malam hari, sehingga mengurangi waktu istirahat yang sebaiknya mereka miliki. Bahkan, waktu yang seharusnya dipakai untuk bersantai sebelum tidur malah terbuang untuk melihat perangkat elektronik tanpa berhenti. Paparan cahaya biru dari layar perangkat digital juga dapat berdampak negatif bagi anak-anak. Berdasarkan informasi dari grasiacare. com yang membahas tentang Dampak Cahaya Biru pada Kesehatan Mata Anak, cahaya biru merupakan cahaya berenergi besar dengan gelombang pendek yang dikeluarkan oleh layar elektronik. Terlalu banyak paparan, terutama pada malam hari, dapat mengganggu produksi melatonin, mengganggu ritme sirkadian, dan mengakibatkan kesulitan untuk beristirahat. Ini akan memengaruhi kualitas tidur anak yang sangat vital bagi perkembangan fisik dan mental seseorang.
Masalah tidur juga merupakan akibat umum dari penggunaan layar yang berlebihan. Paparan cahaya biru di malam hari menurunkan produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur, sehingga mengakibatkan sulit beristirahat dengan baik, kualitas tidur yang buruk, dan rasa lelah di siang hari. Bagi anak-anak, penggunaan layar yang tinggi bisa memicu masalah emosional seperti cepat marah, menjauh dari lingkungan sosial, dan kesulitan berkonsentrasi.
Beberapa mekanisme menjelaskan bagaimana penggunaan layar dapat berdampak pada kesehatan. Dari segi fisik, kurangnya aktivitas fisik dan posisi yang tidak tepat saat menggunakan perangkat dapat menyebabkan masalah muskuloskeletal dan obesitas. Paparan cahaya biru juga mengganggu produksi melatonin yang berpengaruh pada pola tidur. Dari sisi mental, jenis konten yang dikonsumsi, interaksi sosial melalui media online, dan perbandingan sosial dapat memicu stres dan kecemasan. Selain itu, waktu layar yang berlebihan dapat mengurangi kesempatan untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan mental, seperti interaksi sosial langsung, berolahraga, dan kegiatan kreatif.
Untuk mengurangi efek negatif dari waktu layar, dibutuhkan pendekatan yang terencana dan seimbang. Beberapa saran yang dapat dipertimbangkan adalah:
Batasi Lama Waktu: Mengatur waktu maksimum setiap hari untuk menggunakan layar, terutama bagi anak dan remaja, sesuai dengan pedoman kesehatan yang ada.
Perhatikan Kualitas Tidur: Menghindari penggunaan perangkat digital setidaknya satu jam sebelum tidur untuk mengurangi gangguan pada ritme sirkadian.
Peningkatan Literasi Digital: Memperkuat pengetahuan mengenai cara menggunakan internet secara sehat dan aman, serta mengenali tanda-tanda ketergantungan terhadap perangkat digital. Interaksi Sosial Secara Langsung: Mengutamakan interaksi langsung untuk membangun hubungan sosial yang lebih kuat dan mengurangi rasa kesepian.
Daftar Pustaka
Jelita Amanda Putri Indi ,dkk. (2024). Dampak Penggunaan Media Sosial pada Anak Dibawah Umur.
Rahmadi, N. S., & Sitorus, M. (2025). Fenomena Screen Time yang Berlebihan pada Anak: Dampak Media Sosial Terhadap Pola Tidur. SUPLEMEN: Jurnal Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat, 1(1), 24-28.
Tristansyah, A. K. R., Larasati, K., Zahro, N. M. P., & Sanjaya, M. (2025, October). EDUKASI DAMPAK OVER SCREEN TIME TERHADAP KESEHATAN DAN LINGKUNGAN SOSIAL ANAK USIA DINI. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ.




